• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pemeriksaan untuk Anak yang Nyeri saat Buang Air Kecil

Pemeriksaan untuk Anak yang Nyeri saat Buang Air Kecil

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Pemeriksaan untuk Anak yang Nyeri saat Buang Air Kecil

“Infeksi saluran kemih tak hanya terjadi pada orang dewasa, anak-anak pun rentan mengalaminya. Meski begitu, ibu tidak perlu khawatir karena penanganan yang tepat akan membuat Si Kecil sembuh lebih cepat.”

Halodoc, Jakarta – Infeksi saluran kemih atau ISK lebih rentan terjadi pada anak perempuan daripada laki-laki. Ini karena anak-anak perempuan memiliki saluran kencing atau uretra yang lebih pendek. ISK sendiri adalah infeksi yang terjadi karena bakteri masuk ke dalam saluran kemih. 

Bakteri E.coli disinyalir menjadi pemicu utama masalah kesehatan ini. Bakteri ini berasal dari anus, menyebar menuju ke bagian saluran kemih. Biasanya, kondisi tersebut terjadi karena cara membersihkan anus yang kurang tepat atau kebersihan yang kurang terjaga. 

Infeksi pada saluran kemih bisa terjadi pada siapa saja. Akan tetapi, ada beberapa hal yang diduga meningkatkan risiko terjadinya ISK, seperti ada kelainan pada organ ginjal dan saluran kemih, tidak membiasakan mencuci tangan setelah menggunakan toilet, genetik, dan tidak atau belum disunat untuk anak laki-laki. 

Baca juga: Pilihan Pengobatan untuk Mengatasi Infeksi Saluran Kemih

Pemeriksaan untuk Deteksi Infeksi Saluran Kemih pada Anak

ISK bisa dengan mudah dikenali. Anak akan menunjukkan gejala berupa demam, rasa nyeri ketika buang air kecil, mual dan muntah, urine mengeluarkan aroma yang tidak sedap, rasa nyeri pada area saluran kemih, tepatnya di bagian bawah pusar, dan keinginan untuk buang air kecil meski urine yang keluar hanya sedikit.

Jika ibu mendapati gejala tersebut pada sang buah hati, segera lakukan pemeriksaan di rumah sakit terdekat. Namun, agar lebih mudah, pastikan ibu memakai aplikasi Halodoc untuk membuat janji. Ibu hanya perlu download aplikasi Halodoc untuk bisa menggunakan layanan tersebut.

Biasanya, dokter akan menanyakan gejala yang dialami Si Kecil untuk mendapatkan diagnosisnya. Namun, jika memang diperlukan, bukan tidak mungkin pemeriksaan lanjutan akan dilakukan, seperti pemeriksaan urine. Apabila ISK terjadi karena infeksi bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik untuk mengobatinya.

Baca juga: Bahaya Infeksi Saluran Kemih saat Masa Kehamilan

Jika anak diduga mengalami infeksi pada saluran kemih bagian atas, dokter bisa saja merekomendasikan untuk dilakukan perhitungan darah lengkap sekaligus kultur darah setelah menjalani tes urine. Melalui pemeriksaan ini, dokter bisa mengetahui apabila infeksi telah menyebar hingga ke aliran darah. 

Sementara itu, jika sang buah hati mengalami ISK yang kambuhan, dokter mungkin mencurigai adanya kelainan pada bagian saluran kemih. Guna memastikan hal ini, dokter akan melakukan pemeriksaan CT Scan, MRI, atau USG. 

Biasanya, ISK akan membaik setelah tiga hingga 10 hari obat antibiotik dikonsumsi. Jangan lupa untuk memenuhi asupan cairan harian Si Kecil. Setelah serangkaian proses tersebut dijalani, anak disarankan untuk melakukan pemeriksaan ulang guna memastikan bahwa infeksi telah sepenuhnya hilang. 

Baca juga: Bisakah Infeksi Saluran Kemih Sembuh Tanpa Antibiotik?

Mencegah ISK pada Anak

Mengajarkan kebersihan adalah cara terbaik mencegah infeksi saluran kemih pada anak. Pastikan ibu membiasakan anak mencuci tangan, terutama setelah menggunakan toilet. Ajarkan pula bagaimana cara membersihkan alat kelamin dengan benar, terlebih bagi anak perempuan. Jangan lupa, penuhi kebutuhan cairan harian anak setiap hari. 

Referensi:

Medicine Net. Diakses pada 2021. Urinary Tract Infections (UTIs) in Children. 

WebMD. Diakses pada 2021. If Your Children Gets a UTI.

NHS UK. Diakses pada 2021. Urinary Tract Infections in Children.