Pemeriksaan untuk Jantung, Ini Fungsi Echocardiografi

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Pemeriksaan untuk Jantung, Ini Fungsi Echocardiografi

Halodoc, Jakarta - Echocardiografi adalah prosedur pemindaian dengan menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar kondisi jantung. Tes ini sering dilakukan untuk memeriksa apakah katup jantung berfungsi dengan baik dan normal. Gambar yang dihasilkan juga membantu dokter untuk melihat sejumlah indikasi masalah yang berkaitan dengan jantung.

Baca Juga: 3 Prosedur Melakukan Echocardiografi

Prosedur ini dilakukan pada individu yang telah mengalami serangan jantung untuk memantau kesehatan otot jantung. Pemeriksaan ini juga bisa mengidentifikasi cacat jantung pada bayi yang belum lahir. Beberapa kondisi lain yang bisa dideteksi melalui echocardiografi, yaitu:

  • Gangguan irama jantung dan gangguan tekanan darah saat berolahraga atau tekanan fisik;
  • Jantung koroner yang berpotensi menimbulkan serangan jantung;
  • Memeriksa pasokan oksigen ke otot jantung saat beraktivitas;
  • Melihat batas kemampuan jantung untuk program rehabilitasi jantung;
  • Mengevaluasi keberhasilan pengobatan dan tindakan medis, seperti obat antiangina, obat antiaritmia, operasi bypass, dan pemasangan ring;
  • Mencari adanya gumpalan darah di jantung;
  • Mencari apakah ada cairan di kantung yang ada di sekitar jantung;
  • Masalah dengan aorta yang merupakan arteri utama yang terhubung ke jantung.

Ada sejumlah alasan lain mengapa dokter perlu melakukan ekokardiogram. Misalnya, dokter menemukan kelainan saat melakukan tes lain atau saat mendengarkan detak jantung melalui stetoskop. Dokter juga mungkin ingin memeriksa kondisi katup jantung dan bilik jantung apabila menemukan bahwa detak jantung tidak teratur. Adanya tanda-tanda masalah jantung, seperti nyeri dada atau sesak napas perlu diperiksakan lanjut melalui echocardiografi.

Baca Juga: Kapan Sebaiknya Melakukan Echocardiografi?

Adakah Efek Samping dari Pemeriksaan Echocardiografi?

Echocardiografi bukan prosedur yang menyakitkan dan jarang menimbulkan efek samping. Namun, mungkin ada sedikit ketidaknyamanan ketika elektroda dilepaskan dari kulit. Rasanya mungkin mirip seperti saat kita melepas plester perban. Ada kemungkinan lain tabung yang digunakan dalam echocardiografi transesofagus dapat mengikis sisi kerongkongan dan menyebabkan iritasi. 

Efek samping yang paling umum adalah sakit tenggorokan. Obat atau latihan yang digunakan untuk meningkatkan detak jantung selama echocardiogram juga dapat menyebabkan detak jantung tidak teratur. Kalau kamu ingin penjelasan lebih lanjut, kamu bisa bertanya kepada dokter Halodoc. Lewat aplikasi, kamu dapat menghubungi dokter  kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call.

Persiapan Sebelum Menjalani Echocardiografi

Echocardiografi tidak memerlukan persiapan khusus. Jika kamu ingin menjalani echocardiogram transesophageal, dokter mungkin menginstruksikan untuk tidak makan apa pun selama beberapa jam sebelum tes. Ini untuk mencegah muntah selama tes. Kamu juga mungkin tidak disarankan untuk mengemudi selama beberapa jam sesudahnya untuk mencegah efek obat penenang.

Baca Juga: Apa Bedanya Echocardiografi dan Stress Echocardiogram?

Setelah prosedur echocardiografi, dokter akan meninjau hasilnya. Gambar dapat mengidentifikasi adanya kerusakan otot jantung, cacat jantung, ukuran jantung, kekuatan pompa dan masalah katup. Jika ditemukan masalah pada jantung, dokter mungkin merujuk kamu ke ahli jantung.

Ahli jantung dapat menyarankan lebih banyak tes atau ujian fisik sebelum mendiagnosis kondisi tertentu. Jika kamu didiagnosis mengidap penyakit jantung, dokter berdiskusi dengan pengidap untuk mengembangkan rencana perawatan yang paling sesuai.


Referensi :
Healthline. Diakses pada 2019. Echocardiogram.
Medscape. Diakses pada 2019. Echocardiography.