• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pemeriksaan untuk Mendeteksi Sindrom Mallory Weiss

Pemeriksaan untuk Mendeteksi Sindrom Mallory Weiss

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta – Sindrom Mallory-Weiss terjadi ketika seseorang muntah-muntah parah hingga merobek lapisan yang menghubungkan kerongkongan dan perut. Robekan bisa bersifat ringan atau parah hingga menyebabkan perdarahan. Pada kasus ringan, robekan bisa sembuh dalam 7 hingga 10 hari tanpa pengobatan. Tergantung pada tingkat keparahan robekan, pembedahan mungkin diperlukan untuk memperbaiki kerusakan.

Melansir dari National Organization for Rare Disorders, sindrom Mallory-Weiss dipicu oleh kecanduan alkohol yang dapat membuat muntah parah dan berkepanjangan. Trauma parah di bagian dada atau perut, cegukan kronis, mendengkur, mengangkat dan mengejan, radang selaput perut (gastritis), radang kerongkongan, hiatus hernia, kejang atau mendapatkan CPR juga bisa memicu sindrom Mallory-Weiss. Lantas, bagaimana dokter mendeteksi kondisi ini?

Baca juga: Alasan Kecanduan Alkohol Berisiko Terkena Sindrom Mallory Weiss

Pemeriksaan untuk Deteksi Sindrom Mallory Weiss

Sebelum dilakukan pemeriksaan fisik, dokter akan bertanya tentang riwayat medis terlebih dahulu, termasuk apakah kamu sering mengonsumsi alkohol. Apabila dokter menemui perdarahan di area kerongkongan, ia mungkin akan memeriksanya dengan esophagogastroduodenoscopy (EGD). Sebelum menjalani prosedur ini, kamu perlu minum obat penenang dan penghilang rasa sakit untuk mencegah ketidaknyamanan selama prosedur ini. 

Kemudian, dokter akan memasukkan tabung kecil fleksibel yang dilengkapi kamera (endoskop) melewati kerongkongan dan ke dalam perut. Endoskopi membantu dokter untuk melihat keadaan kerongkongan dan mengidentifikasi lokasi robekannya. Dokter mungkin akan merekomendasikan hitung darah lengkap untuk mengkonfirmasi jumlah sel darah merah.

Apabila jumlah sel darah merah yang kamu miliki rendah akibat pendarahan di kerongkongan, dokter dapat menentukan apakah kamu mengidap sindrom Mallory-Weiss berdasarkan temuan dari tes ini.

Tanda & Gejala yang Harus Diwaspadai

Sindrom Mallory-Weiss umumnya ditandai dengan nyeri perut, riwayat muntah parah, muntah darah (hematemesis) dan keinginan untuk muntah tiba-tiba. Muntah yang dikeluarkan biasanya mengandung darah yang membeku dan mirip seperti ampas kopi. Kotoran yang dikeluarkan juga mungkin berwarna lebih gelap dari biasanya. Seseorang yang kehilangan banyak darah berisiko mengalami syok dan kolaps, sehingga gejalanya harus sangat diwaspadai.

Melansir dari Healthline, pengidap sindrom Mallory-Weiss juga bisa mengalami perdarahan gastrointestinal internal yang parah akibat robekan pada selaput lendir. Namun, sekitar 80-90 persen perdarahan seperti itu bisa berhenti secara spontan. Pada kasus yang jarang terjadi, perdarahan bisa mengancam jiwa.

Baca juga: Kenali 8 Gejala Munculnya Sindrom Mallory Weiss

Pengobatan Sindrom Mallory-Weiss

Apabila perdarahan tidak berhenti, pengidap sindrom Mallory-Weiss mungkin memerlukan salah satu dari perawatan berikut ini:

  1. Terapi Endoskopi

Pengidap perlu menjalani terapi endoskopi jika perdarahan tidak berhenti dengan sendirinya. Pilihan terapinya bisa berupa terapi injeksi (sclerotherapy), di mana dokter memberikan obat pada robekan untuk menutup pembuluh darah dan menghentikan pendarahan. Terapi koagulasi juga dilakukan dengan menerapkan panas untuk menutup pembuluh yang robek. Pengidap mungkin perlu transfusi darah apabila kehilangan darah cukup banyak. 

  1. Pembedahan

Terkadang, terapi endoskopi tidak cukup untuk menghentikan pendarahan, sehingga dokter perlu melakukan prosedur lain. Operasi laparoskopi adalah salah satu prosedur yang bisa dicoba untuk menjahit robekan agar tertutup. Apabila pengidapnya tidak dapat menjalani operasi, dokter dapat menggunakan arteriografi untuk mengidentifikasi pembuluh darah yang mengalami perdarahan dan menyumbatnya.

  1. Obat-Obatan

Obat-obatan untuk mengurangi produksi asam lambung, seperti famotidine atau lansoprazole  mungkin juga diperlukan. Namun, efektivitas obat-obatan ini masih dalam perdebatan.

Baca juga: Gaya Hidup Sehat untuk Mencegah Sindrom Mallory Weiss

Kalau kamu punya kebiasaan minum alkohol dan ingin menghentikannya, kamu bisa meminta bantuan dokter yang bisa dihubungi lewat aplikasi Halodoc. Melalui aplikasi Halodoc, kamu dapat menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Mallory-Weiss Syndrome.
National Organization for Rare Disorders. Diakses pada 2020. Mallory-Weiss Syndrome.