• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pemeriksaan yang Dilakukan Dokter untuk Mendiagnosis Infeksi Ginjal

Pemeriksaan yang Dilakukan Dokter untuk Mendiagnosis Infeksi Ginjal

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Pemeriksaan yang Dilakukan Dokter untuk Mendiagnosis Infeksi Ginjal

Halodoc, Jakarta - Infeksi ginjal merupakan gangguan kesehatan yang disebabkan oleh virus atau bakteri. Kondisi tersebut umum disebabkan oleh bakteri Escherichia coli atau E. coli. Normalnya, kedua bakteri tersebut tinggal di sepanjang usus dan keluar dari dalam tubuh dalam proses buang air besar. Namun, jika bakteri tersebut masuk ke lubang kemih, lalu naik ke kandung kemih dan ginjal, maka sejumlah gejala infeksi ginjal pun muncul. Jika sudah begitu, berikut ini langkah diagnosis infeksi ginjal.

Baca juga: 6 Gejala Infeksi Ginjal yang Sering Diabaikan

Diagnosis Infeksi Ginjal dengan Prosedur Pemeriksaan Ini

Langkah pertama yang dilakukan untuk diagnosis infeksi ginjal adalah melakukan proses tanya jawab untuk mengetahui gejala yang muncul pada pengidap. Diagnosis infeksi ginjal kemudian dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda-tanda infeksi, seperti demam, atau sakit pada pinggang bagian belakang. Kemudian, diagnosis infeksi ginjal dilanjutkan dengan beberapa pemeriksaan berikut ini:

1. Pemeriksaan Urine

Pemeriksaan urine atau yang bisa disebut dengan urinalisis bertujuan untuk mendeteksi ada tidaknya tanda-tanda infeksi pada saluran kemih. Tes urine merupakan pemeriksaan yang dapat membantu dokter untuk mengetahui kadar bakteri, darah, dan nanah dalam air seni.

2. Pemeriksaan USG dan CT Scan

Diagnosis infeksi ginjal selanjutnya dilakukan dengan USG atau CT scan. Keduanya dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya penyumbat pada saluran kencing.

3. Pemeriksaan Pencitraan Radioaktif

Pemeriksaan pencitraan radioaktif dilakukan untuk memastikan ada tidaknya jaringan parut yang diakibatkan oleh infeksi ginjal.

4. Pemeriksaan Kultur Darah

Kultur darah merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi adanya mikroorganisme dalam darah, seperti bakteri, jamur, atau parasit. Setelah pengambilan sampel darah, pemeriksaan lebih lanjut dilakukan di laboratorium.

Jika kamu ingin mengetahui lebih jelas mengenai beberapa prosedur pemeriksaan seperti yang telah disebutkan, silahkan bertanya langsung dengan dokter di aplikasi Halodoc, ya. Jika gejala muncul, sebaiknya segera diskusikan dengan ahlinya agar langkah penanganan dapat dengan tepat dilakukan.

Baca juga: Infeksi Saluran Kemih dengan Infeksi Ginjal, Apa Bedanya?

Siapa Saja yang Bisa Saja Terkena Infeksi Ginjal?

Sebelum mengetahui siapa saja yang berisiko terkena infeksi ginjal, sebaiknya kamu lebih dulu mencari tahu apa saja gejala yang muncul. Berikut ini beberapa gejala infeksi ginjal yang perlu diwaspadai:

  • Adanya kandungan darah atau nanah di urine.
  • Mengalami demam atau kedinginan.
  • Mengalami penurunan nafsu makan.
  • Mengalami nyeri punggung bagian bawah atau samping.
  • Mengalami nyeri pada selangkangan.
  • Mengalami muntah-muntah atau sakit perut.
  • Mengalami rasa lelah berlebihan.

Jika bakteri penyebab infeksi ginjal sudah masuk ke dalam kandung kemih, berikut ini beberapa gejala yang perlu diwaspadai:

  • Mengalami sensasi rasa terbakar saat berkemih.
  • Mengalami sensasi selalu ingin buang air kecil.
  • Mengalami penurunan jumlah urine.
  • Mengalami perubahan bau urine menjadi tidak sedap.
  • Mengalami nyeri perut bagian bawah.

Pertanyaan selanjutnya adalah, siapa saja yang berisiko terkena infeksi ginjal? Meskipun risikonya lebih tinggi dialami oleh wanita, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk dialami oleh pria. Mengapa risiko lebih tinggi dialami oleh wanita? Alasannya adalah karena saluran kencing wanita lebih pendek, serta jarak anus dan vagina yang terbilang lebih pendek.

Hal tersebut membuat bakteri lebih mudah masuk ke dalam saluran kemih wanita, dan mampu menyebar dalam waktu yang cepat. Pada wanita hamil, risiko mengidap infeksi kandung kemih lebih tinggi, karena janin menekan saluran kemih dan memperlambat aliran urine. Berikut ini beberapa gangguan pada saluran kemih yang meningkatkan risiko terjadinya infeksi ginjal:

  • Mengidap batu ginjal.
  • Mengidap pembesaran prostat.
  • Kandung kemih tidak sepenuhnya kosong akibat kondisi tertentu.
  • Mengidap gangguan struktural dalam saluran kemih.

Baca juga: Ketahui Hal yang Dapat Menyebabkan Infeksi Ginjal

Segera periksakan diri di rumah sakit terdekat jika kamu mengalami sejumlah gejala yang disebutkan, sehingga mendapatkan perawatan yang lebih baik. Jika sejumlah gejala infeksi ginjal tidak segera diatasi, maka kerusakan ginjal atau keracunan darah tidak dapat dihindari. Jika sudah begitu, kehilangan nyawa menjadi komplikasi yang bisa saja terjadi.

Referensi:
NHS UK. Diakses pada 2021. Kidney Infection.
Healthline. Diakses pada 2021. Everything You Should Know About Kidney Infection.
Patient. Diakses pada 2021. Kidney Infection.