• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pemeriksaan yang Dilakukan Dokter untuk Mendiagnosis Vertigo

Pemeriksaan yang Dilakukan Dokter untuk Mendiagnosis Vertigo

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Pemeriksaan yang Dilakukan Dokter untuk Mendiagnosis Vertigo

Halodoc, Jakarta - Sebaiknya jangan abaikan rasa pusing yang menyebabkan sensasi berputar dan disertai dengan kondisi mual dan berkeringat. Kondisi ini bisa menandakan kamu mengalami vertigo.

Baca juga: Vertigo Bukan Penyakit tetapi Gejala dari Gangguan Kesehatan

Sebaiknya lakukan pemeriksaan yang tepat pada rumah sakit untuk memastikan kondisi kesehatan kamu. Dengan begitu, kondisi vertigo dapat diatasi dan tidak mudah kembali dirasakan. Yuk, simak pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter untuk mendiagnosis kondisi vertigo, di sini!

Inilah Pemeriksaan yang Dilakukan untuk Mendiagnosis Vertigo

Vertigo merupakan kondisi yang membuat pengidapnya mengalami pusing hingga merasakan sensasi lingkungan atau dirinya berputar. Biasanya, kondisi ini akan dirasakan berbeda oleh tiap pengidapnya. Mulai dari yang ringan hingga yang cukup parah.

Vertigo yang terbilang ringan biasanya dapat hilang dengan sendirinya dalam waktu yang tidak begitu lama. Sementara itu, vertigo yang cukup parah dapat menyebabkan pengidapnya terjatuh. 

Selain pusing dan sensasi yang berputar ada beberapa gejala lain yang akan dialami oleh pengidap vertigo. Mulai dari gangguan penglihatan, kehilangan pendengaran pada salah satu bagian telinga, gangguan keseimbangan, berkeringat, hingga mual dan muntah. 

Baca juga: Hati-Hati, 7 Kebiasaan Ini Dapat Memicu Vertigo

Segera kunjungi rumah sakit terdekat untuk melakukan pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk mengatasi keluhan kesehatan yang kamu alami. Berikut ini pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk mendiagnosis vertigo:

1.Pemeriksaan Fisik

Mendiagnosis vertigo bukanlah hal yang mudah. Biasanya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik terhadap seseorang yang mengalami gejala vertigo. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan terhadap riwayat kesehatan pengidap maupun keluarga.

Pemeriksaan fisik juga termasuk dengan mengukur keseimbangan tubuh, menganalisis gerakan mata, dan menilai bagian tubuh mana yang mengalami vertigo.

2.Tes Pencitraan

Selain pemeriksaan fisik, tes pencitraan seperti MRI atau CT Scan juga dilakukan untuk mencari tahu apa yang menjadi penyebab vertigo.

3.Tes Pendengaran

Digunakan untuk mendeteksi adanya gangguan pada telinga bagian dalam.

4.Tes Darah

Untuk memastikan jumlah sel darah dalam kondisi normal dan stabil. Kelebihan maupun kekurangan sel darah dapat memicu kondisi vertigo.

5.Tes Romberg

Saat melakukan tes romberg, pengidap vertigo diminta untuk berdiri tegap dengan tangan diletakkan pada samping tubuh. Kemudian, pengidap vertigo akan diminta untuk menutup mata. Jika dalam tes ini pengidap vertigo berdiri dengan tidak stabil, maka vertigo kemungkinan disebabkan adanya gangguan pada sistem saraf pusat.

6.Test Fukuda Unterberger’s

Dalam pemeriksaan ini, dokter akan meminta pengidap vertigo untuk berdiri selama 30 detik dengan mata tertutup. Jika pengidap vertigo berputar pada satu sisi, artinya vertigo disebabkan adanya gangguan pada telinga bagian dalam. 

Itulah beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan terkait dengan kondisi vertigo.

Kenali Penyebab Vertigo yang Kamu Alami

Vertigo umumnya disebabkan oleh gangguan telinga bagian dalam dan juga sistem saraf pusat. Ada beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risiko vertigo, seperti labirinitis, vestibular neuritis, penyakit meniere, benign paroxysmal positional vertigo (BPPV), migrain, tumor otak, hingga cedera pada bagian kepala.

Tidak hanya itu, kehamilan pun dinilai menjadi salah satu penyebab vertigo yang cukup sering dialami oleh wanita. Perubahan hormon menjadi penyebab mengapa ibu hamil rentan mengalami vertigo. Meskipun umum terjadi, tetapi sebaiknya tanyakan langsung pada dokter kandungan untuk pengobatan vertigo yang tepat saat kehamilan.

Baca juga: Langkah-Langkah Meredakan Gejala Vertigo di Rumah

Cegah vertigo datang lagi dengan melakukan beberapa tips, seperti tidur dengan posisi kepala lebih tinggi dari tubuh, hindari berdiri secara tiba-tiba setelah duduk atau tidur, gerakkan kepala secara perlahan, kelola stres, hingga hindari posisi bungkuk terlalu lama untuk mencegah vertigo kambuh.

Referensi:
Everyday Health. Diakses pada 2021. What Is Vertigo? Symptoms, Causes, Diagnosis, Treatment, and Prevention.
Web MD. Diakses pada 2021. Vertigo.
National Health Service UK. Diakses pada 2021. Vertigo.
Medical News Today. Diakses pada 2021. Everything You Need to Know About Vertigo.