Pemilik Kulit Gelap Juga Berisiko Kena Kanker Kulit

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Pemilik Kulit Gelap Juga Berisiko Kena Kanker Kulit

Halodoc, Jakarta – Sebagian besar kasus kanker kulit menyerang individu yang memiliki kulit berwarna terang. Alasannya, orang berkulit putih cenderung memiliki sedikit pigmen kulit (melanin), sehingga kulit hanya mendapat sedikit perlindungan dari kerusakan radiasi UV. 

Meski orang berkulit putih memiliki peluang yang lebih tinggi, tetapi tidak menutup kemungkinan pemilik kulit gelap bisa terserang kanker kulit. Lantas, apa pemicunya? Simak penjelasan berikut

Baca Juga: Kebiasaan Ini Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Kulit

Alasan Pemilik Kulit Gelap Juga Berisiko Kanker Kulit

Kanker kulit bisa dialami oleh semua orang tanpa memandang usia, jenis kelamin sampai ras.  Pada kasus orang berkulit gelap, mereka memang memiliki jumlah melanin yang lebih tinggi ketimbang orang berkulit putih. Oleh sebab itu, orang berkulit gelap cenderung lebih terlindungi dari paparan sinar UV. Namun, ada faktor-faktor lain yang menyebabkan orang berkulit gelap berisiko mengidap kanker kulit. 

Pertama, selain paparan sinar UV, risiko kanker kulit dapat meningkat pada orang-orang yang punya riwayat keluarga kanker kulit. Individu berkulit gelap yang yang punya riwayat keluarga kanker kulit tentu berisiko mengalaminya. Fakta lain menyebutkan bahwa orang berkulit gelap lebih berisiko mengidap acan lentiginous melanoma (ALM), suatu bentuk melanoma yang sangat mematikan. Ini bisa muncul pada telapak tangan dan telapak kaki.

Jika pemilik kulit putih rentan terkena kanker kulit jenis karsinoma sel basal, pada orang berkulit gelap ternyata mereka lebih rentan terkena kanker kulit jenis karsinoma sel skuamosa. ALM maupun karsinoma sel skuamosa bersifat cepat berkembang dan menyebar. Bisa dikatakan, meski orang kulit putih berpeluang lebih tinggi, tetapi kanker kulit yang menyerang orang berkulit lebih gelap cenderung lebih mematikan. Untuk mengetahui lebih dalam, berikut jenis-jenis kanker kulit.

Jenis-Jenis Kanker Kulit

Kanker kulit terbagi atas beberapa jenis berdasarkan penyebab dan lokasinya

  • Keratosis Aktinik. Ini ditandai dengan bercak merah atau merah muda. Penyakit ini adalah bentuk prakanker yang bisa berkembang menjadi karsinoma sel skuamosa.

  • Karsinoma Sel Basal. Merupakan bentuk paling umum dari kanker kulit. Penyakit ini sering muncul di area-area yang sering terpapar sinar matahari. 

  • Karsinoma sel skuamosa. Jenis ini lebih agresif daripada karsinoma sel basal. Ketika muncul sel skuamosa akan terlihat seperti lesi merah dan bersisik.

  • Melanoma. Ini adalah jenis kanker kulit yang paling berbahaya. Melanoma terbentuk dalam melanosit, sel-sel kulit pembuat membuat pigmen (melanin).

Kalau kulit kamu tiba-tiba bersisik dan memerah, belum tentu itu gejala dari kanker kulit ya. Makanya, tanya dokter Halodoc biar lebih pasti. Download aplikasinya di sini. Itulah informasi terkait jenis kanker kulit yang perlu diketahui. Biar kamu lebih waspada, kamu juga perlu ketahui penyebabnya. Setelah mengetahuinya, diharapkan kamu bisa menghindari faktor-faktor ini guna mencegah kanker kulit.

Baca Juga: Wanita Lebih Rentan Kena Kanker Kulit Dibanding Pria

Faktor Yang Meningkatkan Risiko Kanker Kulit

Sebelumnya sudah disebutkan bahwa orang berkulit putih dan pemiliki keluarga dengan risiko kanker punya peluang yang lebih tinggi. Ternyata, faktor risiko tak sampai disitu saja. Berikut ini faktor risiko lain terkait kanker kulit:

  • Paparan sinar matahari yang berlebihan. Individu yang sering terpapar sinar matahari secara berlebihan atau menggunakan tanning bed berisiko terkena kanker kulit. Apalagi jika tidak dibarengi dengan penggunaan tabir surya maupun pelindung lainnya, seperti topi, payung, atau kacamata

  • Berada di dataran tinggi. Individu yang tinggal atau sedang berada di dataran tinggi terpapar jumlah sinar matahari lebih banyak daripada orang-orang yang ada di dataran rendah. 

  • Tahi lalat. Orang yang memiliki banyak tahi lalat bisa meningkatkan risiko kanker kulit. Apalagi jika tahi lalat terlihat tidak teratur dan ukurannya lebih besar dari tahi lalat normal.

Baca Juga: Cegah Kanker Kulit, Begini Cara Pilih Sunblock Dengan SPF yang Tepat

  • Lemahnya sistem kekebalan tubuh. Seseorang yang memiliki sistem kekebalan yang lemah, seperti pengidap HIV atau kondisi medis lainnya memiliki risiko lebih besar terkena kanker kulit. 

  • Paparan radiasi. Risiko kanker kulit mungkin meningkat pada orang-orang yang menjalankan perawatan radiasi untuk eksim dan jerawat.

  • Paparan zat kimia seperti arsenik, dapat meningkatkan risiko kanker kulit.