• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Peminum Minuman Keras Rentan Alami Hiperkalemia, Benarkah?

Peminum Minuman Keras Rentan Alami Hiperkalemia, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Hiperkalemia adalah kondisi ketika seseorang memiliki kadar kalium dalam darah yang lebih tinggi dari normal, yaitu lebih dari 5,5 mmol/L. Penyebab utama kondisi ini adalah gagal ginjal atau gangguan fungsi ginjal. Sebab, ketika ginjal tidak berfungsi dengan baik, kelebihan kalium dalam tubuh jadi tidak bisa disingkirkan. 

Itulah sebabnya penyakit atau kebiasaan yang dapat menurunkan fungsi ginjal, secara tidak langsung dapat memicu terjadinya hiperkalemia. Salah satu kebiasaan buruk yang dapat mengganggu fungsi ginjal adalah minum minuman keras (alkohol). Selain menyebabkan perubahan fungsi ginjal, kebiasaan minum minuman keras juga dapat membuat tubuh dehidrasi, sehingga mengganggu fungsi normal dari ginjal. 

Baca juga: Hiperparatiroidisme Juga Bisa Mengakibatkan Hiperkalemia

Berbagai Penyebab Lain dari Hiperkalemia

Seperti telah dijelaskan tadi, berbagai penyakit pada ginjal atau kebiasaan yang dapat memengaruhi fungsi organ ini, dapat memicu terjadinya hiperkalemia. Selain kebiasaan minum minuman keras, hiperkalemia juga bisa terjadi karena hal-hal berikut:

1. Diet Tinggi Kalium

Mengonsumsi terlalu banyak makanan yang mengandung tinggi kalium juga bisa menyebabkan hiperkalemia, terutama pada orang dengan penyakit ginjal. Makanan tinggi kalium yang dimaksud adalah pisang, melon, jus jeruk, dan blewah. 

2. Penggunaan Obat Tertentu

Beberapa jenis obat bisa membuat ginjal tidak bisa cukup menyingkirkan kadar kalium dalam tubuh. Kondisi ini bisa membuat kadar kalium dalam tubuh meningkat. Beberapa obat yang diketahui memiliki efek terhadap kadar kalium dalam darah adalah:

  • Beberapa jenis antibiotik, seperti penicillin G dan trimethoprim.

  • Azole antifungal, yaitu obat untuk mengatasi infeksi jamur pada vagina dan infeksi jamur lainnya.

  • Obat-obatan tekanan darah angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitors.

  • Obat-obatan tekanan darah angiotensin-receptor blockers (ARBs), meskipun tidak separah ACE inhibitors dalam meningkatkan kadar kalium.

  • Suplemen herbal, seperti milkweed, lily of the valley, Siberian ginseng, Hawthorn berries, hasil dari kulit katak yang dikeringkan atau bisa (Bufo, Chan Su, Senso).

  • Heparin, obat pengencer darah.

  • Obat-obatan nonsteroidal anti-inflammatory (NSAIDs).

  • Suplemen kalium.

  • Diuretik hemat kalium, seperti triamterene, amiloride(Midamor), dan spironolactone (Aldactone).

Baca juga: Ini yang Terjadi Jika Kadar Kalium dalam Darah Tinggi

Selain itu, ada juga beberapa penyebab lain yang memicu hiperkalemia, yaitu:

  • Mengonsumsi suplemen kalium tambahan.

  • Penyakit Addison, yang bisa muncul ketika tubuh tidak memproduksi cukup hormon yang mendukung fungsi ginjal.

  • Diabetes yang tidak dikontrol dengan baik, sehingga mempengaruhi fungsi ginjal sebagai penanggung jawab keseimbangan kalium dalam tubuh. 

Bagaimana Gejala Hiperkalemia?

Orang dengan hiperkalemia biasanya tidak mengalami gejala apapun. Jika ada gejala, biasanya begitu samar dan tidak spesifik, serta berkembang secara lambat selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Karena peran yang penting dalam memastikan jantung berkontraksi dengan mulus, hiperkalemia dapat menyebabkan gejala-gejala yang serius, seperti:

  • Mual.

  • Kelelahan.

  • Kelemahan otot.

  • Sensasi Kesemutan.

Baca juga: 5 Faktor Risiko Seseorang Terkena Hiperkalemia

Selain gejala-gejala tersebut, hiperkalemia juga dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti perubahan ritme jantung yang membahayakan nyawa atau aritmia jantung. Jadi, jika mengalami gejala awal hiperkalemia, sebaiknya segera bicarakan dengan dokter di aplikasi Halodoc, atau buat janji dengan dokter di rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan lanjutan.

Sebab, jika sudah menyebabkan komplikasi serius seperti perubahan ritme jantung, hal ini dapat menyebabkan kondisi darurat yaitu fibrilasi ventrikel, yaitu ketika bagian bawah jantung berdetak dengan cepat dan tidak memompa darah. Kadar kalium yang melonjak ekstrem dalam darah dapat membuat jantung berhenti berdetak hingga menyebabkan kematian.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2020. Hyperkalemia: Symptoms and Treatment.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. High potassium (hyperkalemia). 
National Kidney Foundation. Diakses pada 2020. What is Hyperkalemia.