Ini Penanganan Luka Bakar dengan Trakeostomi

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ini Penanganan Luka Bakar dengan Trakeostomi

Halodoc, Jakarta – Ipda Erwin Yudha Wildani, polisi yang terbakar ketika mengamankan demo mahasiswa di Kabupaten Cianjur meninggal dunia pada hari Senin (26/8). Sebelumnya, Ipda Erwin sempat menjalani beberapa perawatan di RSPP, Jakarta karena mengalami luka bakar yang cukup serius pada tubuh serta bagian wajahnya.

Baca juga: 5 Gaya Hidup agar Terhindar Infeksi Saluran Pernapasan

Salah satu prosedur medis yang dijalani oleh Ipda Erwin adalah trakeostomi. Trakeostomi adalah salah satu prosedur medis yang dilakukan untuk mempertahankan jalur napas pasien yang mengalami kondisi darurat. 

Ketahui Prosedur Medis Trakeostomi

Tindakan trakeostomi dikenal juga dengan istilah stoma. Biasanya, ada beberapa gangguan kesehatan yang membutuhkan tindakan trakeostomi, umumnya gangguan kesehatan yang berhubungan dengan saluran pernapasan. Trakeostomi dilakukan bertujuan agar pasien yang mengalami gangguan kesehatan bernapas dengan baik. 

Pasien yang tidak segera ditangani ketika mengalami hambatan pernapasan atau gagal pernapasan akan berbahaya dan menyebabkan komplikasi kesehatan hingga kematian

Ada beberapa proses yang dilakukan ketika pasien saat menjalani tindakan trakeostomi, salah satunya adalah pembukaan batang tenggorokan. Pembukaan batang tenggorokan dilalui dengan tindakan pembedahan. Pembuatan lubang dilakukan pada batang tenggorokan atau trakea melalui sayatan yang dibuat pada leher bagian depan.

Proses pembedahan dilakukan hingga bagian cincin tulang rawan trakea. Setelah terbuka dengan baik, kemudian dipasangkan tabung yang digunakan sebagai alat bantu pernapasan bagi pasien. Lalu, oksigen dimasukkan melalui tabung pernapasan untuk menuju paru-paru.

Inilah Kondisi Pasien yang Membutuhkan Tindakan Trakeostomi

Ada beberapa kondisi pasien yang membutuhkan tindakan trakeostomi untuk menunjang keberlangsungan hidupnya. Pengidap gangguan saluran pernapasan kongenital atau bawaan lahir menjadi salah satu kondisi yang membutuhkan tindakan trakeostomi.

Tidak hanya itu, adanya luka pada saluran pernapasan juga membutuhkan tindakan trakeostomi sebagai alat untuk membantu jalannya pernapasan. Tidak hanya luka pada saluran pernapasan, seseorang dengan kondisi luka pada laring, luka pada bagian dinding dada, dan mengalami luka bakar pada bagian leher ke atas yang cukup serius juga membutuhkan tindakan trakeostomi untuk membantu pengobatan yang akan dilakukan. 

Adanya penyumbatan saluran pernapasan yang disebabkan oleh benda asing atau penyakit seperti polip atau tumor juga merupakan kondisi yang membutuhkan tindakan trakeostomi untuk membantu proses pernapasan seseorang. Sebaiknya gunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter informasi mengenai trakeostomi.

Ada beberapa kondisi lain yang membutuhkan tindakan trakeostomi sebagai tindakan medis untuk membantu proses pengobatan, seperti:

  1. Pasien mengalami koma;

  2. Kelumpuhan otot yang digunakan untuk menelan;

  3. Cedera mulut atau leher;

  4. Kelumpuhan pita suara;

  5. Kanker leher.

Lakukan Perawatan pada Pasien dengan Prosedur Medis Trakeostomi

Setelah menjalani tindakan ini, pasien membutuhkan perawatan agar kondisi kesehatan dapat berjalan dengan normal dan stabil. Tindakan trakeostomi dapat dilakukan secara permanen maupun sementara. Trakeostomi yang dilakukan secara sementara dapat meninggalkan bekas luka pada area leher.

Tidak hanya itu, terdapat komplikasi yang perlu diwaspadai ketika seseorang menjalani proses trakeostomi, seperti munculnya jaringan parut pada area trakea, rusaknya kelenjar tiroid yang berada pada leher, kebocoran paru-paru, infeksi sekitar area trakeostomi serta perdarahan.

Baca juga: Bahayakah Polip Hidung Bagi Pernapasan?

Prosedur pemasangan trakeostomi juga disesuaikan dengan kondisi kesehatan pasien. Umumnya, pasien memerlukan waktu beberapa hari untuk menyesuaikan dengan kondisi tabung yang terpasang pada trakea. 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Tracheostomy
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Tracheostomy