• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penanganan Pertama saat Mengidap Varises Esofagus

Penanganan Pertama saat Mengidap Varises Esofagus

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Penanganan Pertama saat Mengidap Varises Esofagus

Halodoc, Jakarta - Pernahkah kamu mengalami gejala sakit perut disertai muntah darah dengan volume darah yang cukup banyak? Jika kondisi ini disertai dengan feses yang berwarna hitam, pusing hingga kehilangan kesadaran, waspada terhadap gejala penyakit liver. Di dunia medis, bisa jadi kamu mengalami varises esofagus yaitu pembesaran abnormal pada vena yang terletak pada esofagus atau kerongkongan. Keadaan ini terjadi akibat hipertensi portal, yakni peningkatan tekanan di dalam vena porta.

Vena porta adalah pembuluh darah yang sangat penting untuk mengalirkan darah dari organ sistem pencernaan (lambung, esofagus, limpa, pankreas dan usus) menuju hati. Bila aliran darah ke hati mengalami hambatan, maka tekanan darah di vena porta meningkat. Alhasil, kondisi ini akan menyebabkan terbendungnya aliran darah sebelum masuk ke vena porta, seperti di esofagus. Pengidapnya akan alami varises di esofagus yang dapat berbahaya jika pecah.

Baca juga: Ketahui Tentang Hipertensi Portal yang Mengakibatkan Varises Esofagus

Penanganan Varises Esofagus

Penanganan varises esofagus berfokus pada pengurangan tekanan darah pada vena porta, guna mencegah perdarahan. Salah satu metode pengobatan yang dianjurkan dengan mengonsumsi obat penghambat beta, seperti propranolol, untuk menurunkan tekanan pada vena porta. Cara lain untuk mengatasinya dengan menggunakan karet khusus untuk mencegah perdarahan varises esofagus.

Jika suatu hari perdarahan terjadi, maka pengidapnya harus segera mendapat penanganan darurat di rumah sakit. Ada beberapa langkah penanganan medis yang bisa dilakukan, yakni: 

  • Sclerotherapy, yaitu penyuntikan cairan pembeku darah ke dalam varises.
  • Ligasi varises yang mengalami perdarahan menggunakan karet khusus.
  • Pemberian obat-obatan untuk memperlambat aliran darah ke vena porta, misalnya octreotide.
  • Transfusi darah untuk mengganti darah yang terbuang sekaligus menghentikan perdarahan.
  • Pemberian antibiotik untuk mencegah infeksi.
  • Menjalankan TIPS (transjugular intrahepatic portosystemic shunt) untuk mengalihkan aliran darah di vena porta, bila pengikatan varises tidak mampu mengatasi perdarahan.
  • Transplantasi hati bagi penderita penyakit hati stadium lanjut dan pasien yang mengalami perdarahan varises esofagus.

Kamu juga bisa mendiskusikan pada dokter di Halodoc jika kamu atau orang terdekatmu mengalami varises esofagus. Dokter melalui aplikasi Halodoc akan menjelaskan dengan rinci perawatan dan informasi lain tentang varises esofagus ini.

Baca juga: Pola Makan Sehat untuk Mencegah Varises Esofagus

Lantas, Apa yang Bisa Sebabkan Varises Esofagus?

Penyebab utama varises esofagus adalah pembentukan jaringan parut pada hati, yang biasa dikenal dengan istilah sirosis. Akibatnya, darah kembali ke pembuluh darah portal, yakni pembuluh darah utama yang mengalirkan darah dari lambung dan usus ke hati. Kembalinya darah ini menyebabkan tekanan darah tinggi pada pembuluh darah portal dan pembuluh darah sekitar.

Kondisi semacam ini bisa disebut hipertensi portal. Akibat kondisi ini, darah mencari jalan melalui pembuluh darah yang lebih kecil, seperti pada bagian bawah esofagus. Pembuluh darah berdinding tipis ini mengembang dengan bertambahnya darah. Jika dibiarkan, maka pembuluh darah dapat pecah dan menyebabkan perdarahan.

Selain itu, ada beberapa penyebab varises esofagus lain yang perlu diketahui, yaitu: 

  • Pembekuan Darah (Trombosis). Pembekuan darah pada pembuluh darah portal atau pada pembuluh darah yang menuju pembuluh darah portal (pembuluh splenik) dapat menyebabkan kondisi ini. 
  • Infeksi Parasit. Schistosomiasis adalah infeksi parasit yang ditemukan di Afrika, Amerika Selatan, Karibia, Timur Tengah, dan Asia Tenggara. Parasit ini bisa merusak hati, paru-paru, usus, dan kemih.

Baca juga: Hentikan Kebiasaan Konsumsi Alkohol untuk Cegah Varises Esofagus

Itulah beberapa informasi mengenai varises esofagus. Jika kamu memiliki pertanyaan lebih jauh, jangan sungkan untuk mendiskusikannya dengan dokter melalui aplikasi Halodoc, ya!

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Esophageal Varices: Management and Treatment.
Healthline. Diakses pada 2020. Bleeding Esophageal Varices.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Esophageal Varices.