• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penanganan Tepat untuk Bayi yang Susah BAB

Penanganan Tepat untuk Bayi yang Susah BAB

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Penanganan Tepat untuk Bayi yang Susah BAB

Mengatasi sembelit pada bayi dilakukan sesuai dengan kondisi tubuh dan usianya. Berbeda dengan orang dewasa, tubuh bayi masih mengalami perkembangan dan mungkin belum bisa menerima jenis makanan atau pengobatan tertentu. Susah BAB pada bayi yang masih berusia di bawah 12 bulan dilakukan dengan mengubah atau menghentikan asupan makanan tertentu, termasuk susu formula.”


Halodoc, Jakarta –  Susah buang air besar (BAB) alias sembelit adalah kondisi yang bisa menyerang siapa saja, termasuk bayi. Sembelit pada bayi sebenarnya adalah hal yang umum, tetapi kondisi ini tidak boleh dianggap sepele sama sekali. 

 

Tanda bayi mengalami sembelit adalah tidak buang air besar selama 3 hari berturut-turut atau tidak BAB minimal tiga kali dalam seminggu. Selain itu, sembelit bisa ditandai dengan tinja yang sulit keluar dan keras.

 

Sembelit pada bayi bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti baru dikenalkan pada makanan padat, bayi dehidrasi atau kurang cairan dalam tubuh, konsumsi susu formula, hingga gangguan kesehatan tertentu. Bagaimana penanganan tepat untuk bayi yang susah BAB?

 

Cara Mengatasi Susah Buang Air Besar pada Bayi 

Sembelit bisa menyebabkan bayi merasa tidak nyaman dan menjadi lebih rewel. Maka dari itu, ibu harus segera membantu mengatasi gangguan pencernaan tersebut. Mengatasi sembelit pada bayi dilakukan sesuai dengan kondisi tubuh dan usianya. 

 

Berbeda dengan orang dewasa, tubuh bayi masih mengalami perkembangan dan mungkin belum bisa menerima jenis makanan atau pengobatan tertentu. Susah BAB pada bayi yang masih berusia di bawah 12 bulan dilakukan dengan mengubah atau menghentikan asupan makanan tertentu, termasuk susu formula. 

 

Pada usia tersebut, bayi biasanya baru dikenalkan pada makanan pendamping ASI (MPASI). Cobalah untuk memilih jenis makanan yang kaya kandungan serat untuk membantu melancarkan pencernaan Si Kecil.

 

Pada usia ini, mengatasi susah BAB juga bisa dilakukan dengan menggunakan pelembut tinja, sesuai dengan anjuran dokter. Pelembut tinja ini bertujuan untuk membantu mengeluarkan feses. Campurkan pelembut ke dalam susu bayi, dan berikan setidaknya tiga kali dalam satu hari. Penanganan sembelit akan berbeda pada bayi yang berusia di atas 1 tahun. 

 

Baca juga: Kenali Hirschsprung, Kondisi yang Sebabkan Bayi Sulit BAB

 

Pada bayi yang berusia 1–2 tahun, penanganan bisa dilakukan dengan terapi duduk di toilet. Minta anak untuk duduk di toilet, meski tidak merasa ingin buang air besar. Duduk di toilet diharapkan membantu merangsang keinginan untuk buang air besar, sehingga sembelit pada bayi bisa diatasi. 

 

Selain itu, memberi anak asupan yang tinggi kandungan serta juga bisa membantu mengatasi sembelit. Ibu bisa memilih makanan yang kaya akan kandungan serat untuk dijadikan menu MPASI bayi, seperti sayuran dan buah-buahan. Asupan serat juga bisa didapat dari gandum dan susu yang tinggi kandungan serat. 

 

Ibu juga bisa melakukan tes untuk mengetahui apakah sembelit disebabkan oleh konsumsi susu formula atau tidak. Hentikan sementara konsumsi susu formula, jika siklus buang air besar anak menjadi lebih lancar, bisa jadi itu adalah tanda anak tidak cocok dengan kandungan susu. 

 

Jika sembelit pada bayi tidak kunjung membaik dan malah menjadi lebih parah, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Hal itu penting dilakukan untuk mencegah kondisi bayi menjadi lebih buruk dan mengetahui penyebab pasti anak mengalami susah buang air besar. 

 

Baca juga: Cara Atasi Susah BAB Pada Ibu Hamil

 

Cari tahu lebih lanjut seputar susah buang air besar pada bayi dengan bertanya ke dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat aplikasi Halodoc ibu juga bisa buat janji pemeriksaan anak tanpa harus antre di rumah sakit!

 
Referensi: 
Baby Centre UK. Diakses pada 2021. Constipation.
WebMD. Diakses pada 2021. Your Baby's Bowels and Constipation.