• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penanganan yang Dilakukan saat Alami Jamur Kuku

Penanganan yang Dilakukan saat Alami Jamur Kuku

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan kaki agar kamu terhindar dari berbagai gangguan kesehatan, salah satunya adalah jamur kuku. Jamur kuku atau yang dikenal juga dengan onikomikosis merupakan kondisi di mana kuku kaki dan juga kuku tangan mengalami infeksi jamur. Meskipun tidak berbahaya, tetapi kondisi jamur kuku yang tidak diatasi dengan baik nyatanya dapat menyebabkan kerusakan permanen pada kuku.

Baca juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Jamur Kuku

Penebalan kuku, munculnya bintik putih pada kuku serta bau tidak sedap menjadi beberapa gejala yang muncul ketika mengalami onikomikosis atau jamur kukur. Tidak ada salahnya lakukan penanganan yang tepat untuk mengatasi jamur kuku agar kondisi ini dapat membaik dan tidak menyebabkan kerusakan permanen pada kuku.

Kenali Gejala Jamur Kuku

Jamur kuku sendiri disebabkan oleh infeksi jamur jenis dermatofita. Meskipun dapat dialami pada kuku tangan, tetapi umumnya jamur kuku lebih rentan dialami pada bagian kuku kaki. Ada beberapa faktor pemicu yang dapat menyebabkan seseorang rentan mengalami jamur kuku, misalnya pertambahan usia, sirkulasi darah yang buruk, memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah, riwayat kondisi athlete’s foot, luka pada kulit sekitar kaki, sering tidak menggunakan alas kaki saat berkegiatan di luar ruangan, hingga memproduksi keringat berlebihan.

Sebaiknya ketahui beberapa tanda yang menjadi gejala dari jamur kuku agar kamu dapat segera mengatasi gangguan jamur ini dengan tepat. Jamur kuku dapat menyebabkan:

  1. Penebalan pada kuku.
  2. Muncul bintik-bintik putih pada kuku.
  3. Perubahan warna kuku menjadi kekuningan, hitam, atau kecoklatan.
  4. Kuku menjadi lebih rapuh.
  5. Kuku terpisah dengan kulit.
  6. Menyebabkan bau yang tidak sedap dari kuku.

Kamu bisa gunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya langsung pada dokter mengenai gejala yang kamu alami terkait adanya infeksi jamur kuku. Kondisi ini tentunya perlu ditangani dengan cepat agar tidak menimbulkan komplikasi.

Baca juga: Ini 6 Cara Merawat Kuku Kaki Agar Terhindar dari Onychomycosis

Lakukan Ini untuk Penanganan Jamur Kuku

Pengobatan yang dilakukan nyatanya akan disesuaikan dengan kondisi jamur kuku yang kamu alami. Untuk mengatasi masalah jamur kuku, membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Biasanya, hasil dari pengobatan dapat terlihat setelah beberapa bulan menjalani pengobatan. Sebaiknya tetap jaga kebersihan area kuku saat menjalani pengobatan, meskipun kondisi kuku sudah terlihat membaik, nyatanya jamur kuku dapat menyerang secara berulang.

Lalu apa penanganan yang tepat untuk atasi jamur kuku atau onikomikosis? Melansir American Family Physician, nyatanya penanganan jamur kuku dapat dilakukan dengan penggunaan berbagai macam jenis obat-obatan. Ada jenis obat yang dikonsumsi sebagai obat oral, pengobatan melalui lapisan kuku, hingga antijamur berupa krim.

Pengobatan melalui pelapis kuku nyatanya hanya dapat dilakukan pada jamur kuku yang tergolong ringan hingga sedang. Sedangkan obat antijamur yang dikonsumsi secara oral dinilai lebih efektif untuk mengatasi onikomikosis atau jamur kuku.

Kondisi jamur kuku yang tidak diatasi dengan baik nyatanya dapat sebabkan berbagai komplikasi pada kesehatan, misalnya kerusakan permanen pada kuku hingga infeksi yang menyebar pada bagian tubuh yang lain.

Baca juga: Idap Psoriasis Tingkatkan Risiko Terkena Jamur Kuku

Jangan ragu untuk tetap menjaga kebersihan tangan dan kaki saat jamur kuku berhasil ditangani dengan baik. Nyatanya, kondisi jamur kuku dapat kembali dan menyebabkan gejala yang serupa. Potong dan bersihkan kuku secara rutin serta menghindari penggunaan kaos kaki atau sepatu secara bersamaan dengan orang lain menjadi cara lain yang bisa kamu lakukan untuk mencegah jamur kuku kembali.

Referensi:
American Family Physician. Diakses pada 2020. Treating Onychomycosis.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Nail Fungus.