• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pencegahan Anemia Defisiensi Besi pada Ibu Hamil

Pencegahan Anemia Defisiensi Besi pada Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Ibu hamil umumnya berisiko tinggi mengalami anemia defisiensi besi. Ini merupakan suatu kondisi ketika ibu hamil tidak memiliki cukup sel darah merah yang sehat untuk membawa oksigen yang cukup ke jaringan tubuh. Tubuh menggunakan zat besi untuk membuat hemoglobin dan protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke jaringan tubuh. 

Selama kehamilan, ibu membutuhkan dua kali lipat jumlah zat besi dibandingkan wanita yang tidak hamil. Tubuh ibu hamil membutuhkan zat besi ini untuk membuat lebih banyak darah untuk memasok oksigen ke bayi. Jika ibu hamil tidak memiliki cukup cadangan zat besi, anemia defisiensi dapat terjadi. 

Baca juga: Inilah Komplikasi Akibat Anemia Sel Sabit

Anemia Defisiensi Besi pada Ibu Hamil dapat Dicegah

Dalam kebanyakan kasus, anemia defisiensi besi dapat dicegah selama kehamilan. Ada tiga cara untuk memastikan ibu hamil mendapatkan vitamin dan mineral yang diperlukan untuk menjaga kadar sel darah merah dalam kadar yang tepat. 

1. Vitamin Prenatal

Jika saat diperiksa ibu memang mengalami anemia defisiensi besi, dokter akan merekomendasikan suplemen zat besi tambahan selain vitamin prenatal harian. Ibu hamil membutuhkan sekitar 27 miligram zat besi setiap hari. Namun, tergantung pada jenis zat besi atau suplemen zat besi yang dikonsumsi, dosisnya akan bervariasi. Sebaiknya bicarakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc berapa banyak yang ibu butuhkan. 

Ibu juga harus menghindari makanan tinggi kalsium saat mengonsumsi suplemen zat besi. Makanan dan minuman seperti kopi, teh, produk susu, dan kuning telur dapat mencegah tubuh menyerap zat besi dengan baik. Antasida juga dapat mengganggu penyerapan zat besi. Pastikan untuk mengonsumsi zat besi dua jam sebelum atau empat jam setelah mengonsumsi antasida. 

Baca juga: Ini yang Perlu Diketahui Tentang Anemia Sel Sabit

2. Nutrisi yang Tepat

Ibu hamil bisa mendapatkan jumlah zat besi dan asam folat yang cukup dengan mengonsumsi makanan yang tepat. Sumber-sumber mineral penting termasuk:

  • Daging unggas.
  • Ikan.
  • Daging merah tanpa lemak.
  • Kacang polong.
  • Kacang-kacangan dan biji-bijian.
  • Sayuran hijau gelap.
  • telur.
  • Sereal.
  • Buah-buahan seperti pisang dan melon. 

Sumber zat besi hewani adalah yang paling mudah diserap. Jika zat besi ibu berasal dari sumber nabati, tambahkan dengan vitamin C yang tinggi, seperti jus tomat atau jeruk. Ini akan membantu penyerapan. 

Gejala Anemia Defisiensi Besi saat Hamil

Kasus anemia defisiensi ringan mungkin tidak akan menyebabkan gejala sama sekali. Namun, jika kadarnya sedang hingga berat, akan muncul gejala berikut:

  • Merasa sangat lelah atau lemah.
  • Wajah terlihat pucat.
  • Mengalami sesak napas, jantung berdebar, atau sakit dada.
  • Merasa pusing.
  • Tangan dan kaki terasa dingin.

Baca juga: Orang yang Berpotensi Terkena Anemia Defisiensi Zat Besi dan Folat

Ibu mungkin mengalami gejala tersebut atau mungkin saja tidak saat mengalami anemia defisiensi besi selama kehamilan. Itulah pentingnya tes darah rutin selama perawatan prenatal, yaitu untuk memeriksa anemia. Ibu mungkin berisiko tinggi mengalami anemia selama kehamilan, jika:

  • Memiliki dua atau lebih kehamilan berturut-turut.
  • Makan makanan kaya zat besi tidak mencukupi.
  • Mengalami menstruasi yang berat sebelum hamil.
  • Rutin mengalami muntah karena mual di pagi hari. 

Perlu diingat bahwa gejala anemia defisiensi sering kali mirip dengan gejala kehamilan umum. Terlepas dari apakah ibu mengalami gejalanya atau tidak, ibu akan menjalani tes darah untuk memeriksa anemia selama kehamilan. Jika ibu khawatir tentang tingkat kelelahan atau gejala lainnya, bicarakan segera pada dokter kandungan. 

Referensi:
Healthline Parenthood. Diakses pada 2020. 3 Ways to Prevent Anemia in Pregnancy.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Pregnancy week by week.