• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pencegahan Efektif dari Inkompatibilitas ABO 

Pencegahan Efektif dari Inkompatibilitas ABO 

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Karena beberapa alasan, seseorang mungkin membutuhkan donor atau darah dari orang lain. Namun hati-hati, ada risiko terjadinya inkompatibilitas ABO saat melakukan donor darah. Apa itu? Inkompatibilitas ABO adalah kondisi yang muncul akibat seseorang menerima darah yang berbeda dengan golongan darahnya. 

Alhasil, muncul reaksi sistem kekebalan tubuh yang ditandai dengan beragam gejala. Kondisi ini bisa memicu seseorang mengalami penyakit kuning alias ikterus, pusing, hingga kesulitan bernapas. Karena itu, sama sekali tidak boleh dianggap sepele dan harus ditangani segera. Inkompatibilitas ABO yang tidak ditangani dengan segera bisa meningkatkan risiko komplikasi berupa, penggumpalan darah, gagal jantung, hingga penurunan tekanan darah. 

Baca juga: Alami Inkompatibilitas ABO, Apakah Berbahaya?

Mencegah Inkompatibilitas ABO

Pada dasarnya, inkompatibilitas ABO adalah kondisi yang jarang terjadi. Sebab, sebelum melakukan donor darah atau transfusi, sudah ada pemeriksaan darah yang dilakukan sebelumnya. Darah pendonor sebelumnya akan diperiksa dan dicocokkan dengan darah penerimanya. Pemeriksaan ini merupakan tahap awal dan hampir pasti dilakukan sebelum memasukkan darah.

Namun terkadang, ada satu dan lain hal yang bisa menyebabkan muncul inkompatibilitas ABO. Kondisi ini ditandai dengan gejala terjadinya ikterus atau penyakit kuning. Pada kondisi tersebut, pengidapnya akan mengalami perubahan warna kulit dan bagian putih pada mata menjadi kekuningan. Selain itu, kondisi ini juga bisa memicu gejala berupa demam, nyeri otot, sesak napas, hingga mual dan muntah. 

Pada beberapa kasus, inkompatibilitas ABO juga menyebabkan nyeri pada perut, dada, atau punggung. Kondisi ini memicu keluar darah pada urine, hingga pembengkakan dan infeksi pada area tubuh yang disuntik untuk transfusi atau donor darah. Gejala-gejala tersebut muncul akibat tubuh menerima darah dengan golongan yang berbeda dan membuat sistem kekebalan tubuh bereaksi. 

Baca juga: Urine Disertai Darah, Hati-Hati Gejala Inkompatibilitas ABO

Saat menerima darah “asing” sistem kekebalan tubuh akan menyerang dan menghancurkannya. Hal itu terjadi karena tubuh mengenali darah yang baru masuk sebagai zat berbahaya. Hal itu yang kemudian menyebabkan muncul berbagai gejala saat seseorang mengalami inkompatibilitas ABO. Selain karena donor darah dan transfusi darah, kondisi ini juga bisa terjadi pada orang yang menjalani transplantasi organ dari orang yang memiliki golongan darah berbeda. 

Orang yang mengalami inkompatibilitas ABO harus segera mendapat pertolongan medis. Sebab, jika dibiarkan kondisi ini bisa memicu komplikasi yang bersifat fatal, seperti penggumpalan darah hingga gangguan pada organ jantung. Semakin cepat ditangani, maka akan semakin kecil risiko munculnya komplikasi akibat menerima donor darah dari golongan darah yang berbeda. 

Sebenarnya, inkompatibilitas ABO adalah kondisi yang bisa dicegah, bahkan jarang terjadi. Rumah sakit atau pelayanan kesehatan umumnya sudah menerapkan standar pemeriksaan, sehingga mencegah hal ini bisa terjadi. Sebelum proses donor dan transfusi terjadi, sudah dilakukan pemeriksaan kecocokan antara darah pendonor dan penerima. 

Baca juga: 2 Tes Medis untuk Diagnosis Inkompatibilitas ABO

Upaya pencegahan ini nyatanya sudah diterapkan di hampir semua tempat yang menyelenggarakan donor darah maupun transfusi. Sebelum menerima darah, pastikan untuk selalu bertanya pada petugas medis tentang kelengkapan pemeriksaan. Sampaikan juga jika ada riwayat masalah kesehatan atau pengalaman dari donor darah sebelumnya, sehingga bisa menurunkan risiko muncul efek samping setelah donor darah. 

Punya masalah kesehatan dan butuh saran dokter segera? Pakai aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter asli melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
JPAC. Diakses pada 2020. The ABO system.
Healthline. Diakses pada 2020. ABO Incompatibility Reaction.
Kids Health. Diakses pada 2020. ABO Incompatibility.