• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pencegahan Penularan Trakhoma yang Perlu Diketahui

Pencegahan Penularan Trakhoma yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Trakhoma adalah penyakit mata yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Penyakit tersebut sangat menular, baik melalui kontak langsung maupun tidak langsung dengan orang yang terinfeksi. Penting untuk mengetahui cara mencegah penularan trakoma, agar kamu bisa terhindar dari penyakit tersebut.


Trakhoma disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis, jenis bakteri yang sama dengan penyebab infeksi menular seksual klamidia. Penyakit tersebut dapat menular melalui kontak langsung dengan cairan dari mata atau hidung orang yang terinfeksi, maupun kontak tidak langsung dengan menyentuh barang-barang yang terkontaminasi, seperti pakaian dan handuk pengidap. Serangga seperti lalat juga dapat menjadi alat untuk penyebaran bakteri trakoma.


Baca juga: Lalat Bisa Jadi Perantara Penularan Trakhoma, Ini Faktanya



Siapa Saja Orang yang Berisiko Terinfeksi Trakhoma?

Dilansir dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), di daerah endemik trakhoma, penyakit mata tersebut paling umum terjadi pada anak-anak usia pra sekolah, dengan tingkat prevalensi yang bisa mencapai 60-90 persen. Infeksi menjadi lebih jarang terjadi dan durasinya lebih pendek seiring bertambahnya usia. Orang yang tinggal serumah dengan pengidap trakoma aktif juga lebih berisiko tertular penyakit tersebut, dan keluarga adalah tempat utama penularan trakhoma.


Selain itu, beberapa faktor berikut juga meningkatkan risiko seseorang untuk terkena trakhoma:


  • Kemiskinan. Trakhoma adalah penyakit yang umum terjadi pada populasi yang sangat miskin di negara berkembang.
  • Lingkungan yang Padat. Orang yang tinggal di lingkungan yang penuh dan sesak berisiko lebih tinggi tertular infeksi. 
  • Sanitasi yang Buruk. Daerah dengan kondisi sanitasi yang buruk, seperti fasilitas kebersihan yang kurang atau kurangnya akses ke jamban juga dapat memudahkan trakhoma untuk menyebar.
  • Jenis kelamin. Di beberapa daerah, wanita berisiko tertular trakoma 2-6 kali lebih tinggi dibandingkan pria.
  • Lalat. Orang yang tinggal di daerah dengan banyak lalat atau memiliki masalah pengendalian populasi lalat mungkin lebih mudah terinfeksi trakhoma.


Baca juga: Tahapan Perkembangan Penyakit Trakhoma yang Harus Diketahui



Pencegahan Penularan Trakhoma

Trakhoma dapat terjadi di seluruh dunia, tapi lebih sering terjadi di negara-negara seperti Timur Tengah, Afrika Utara, Afrika sub-Sahara dan wilayah Asia Selatan dan Cina. Ketika ingin bepergian ke daerah-daerah tersebut, berhati-hatilah terhadap trakoma dan praktikkan kebersihan yang baik yang dapat mencegah penularan infeksi tersebut.

Berikut beberapa praktik kebersihan yang dapat mencegah penularan trakhoma:


  • Cuci Muka dan Cuci Tangan

Membiasakan praktik kebersihan yang baik, seperti cuci muka dan cuci tangan dapat menyingkirkan cairan bakteri dari mata dan mengurangi risiko penularan trakhoma. Mengingat anak-anak lebih mungkin untuk menyentuh mata mereka dan memiliki wajah yang tidak bersih, yang dapat menarik perhatian lalat penyebar trakoma, sehingga sangat rentan terinfeksi. Oleh karena itu, mencuci tangan dan wajah anak-anak setidaknya sekali sehari dengan air juga penting untuk mencegah penularan trakhoma.



  • Perubahan Lingkungan

Memperbaiki sanitasi dalam rumah tangga, seperti menyediakan jamban pada tiap rumah dan menambah atau meningkatkan akses ke sumber air bersih sangat penting untuk memfasilitasi praktik kebersihan yang baik, sehingga penularan trakhoma bisa dicegah. 


Selain itu, membantu mengendalikan populasi lalat dan tempat berkembang biaknya juga penting untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit. Mengelola pembuangan sampah atau kotoran manusia maupun hewan adalah salah satu cara mengurangi perkembangbiakan lalat.


Memisahkan tempat tinggal manusia dengan hewan, dan menangani makanan dan air minum yang aman juga merupakan tindakan lingkungan penting untuk mengendalikan penyebaran trakhoma.

Itulah cara-cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan trakhoma. Trakhoma juga perlu diatasi dengan baik untuk mencegah penularan dan terulangnya infeksi. Anggota keluarga yang tinggal bersama pengidap juga sebaiknya melakukan pemeriksaan mata dan bila perlu pengobatan, untuk memastikan trakhoma tidak menyebar ke orang lain di sekitar. 


Baca juga: Kenali Strategi SAFE untuk Mengobati Trakhoma


Oleh karena itu, bila kamu mengalami gejala-gejala trakoma, seperti sakit mata, mata bengkak dan sensitif terhadap cahaya, segera pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan. Kini, kamu bisa berobat di rumah sakit tanpa perlu antre dengan buat janji melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.




Referensi:
WebMD. Diakses pada 2020. Trachoma.
World Health Organization. Diakses pada 2020. Trachoma.
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2020. Trachoma.