• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penerapan Gaya Hidup Sehat saat Terdiagnosis Hiperlipidemia (E78.5)

Penerapan Gaya Hidup Sehat saat Terdiagnosis Hiperlipidemia (E78.5)

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Penerapan Gaya Hidup Sehat saat Terdiagnosis Hiperlipidemia (E78.5)

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar istilah hiperlipidemia? Gangguan kesehatan ini disebabkan oleh menumpuknya lemak dalam darah. Kondisi ini dikenal dengan istilah kolesterol tinggi. Di samping kolesterol tinggi, pengidap kondisi ini juga memiliki kadar trigliserida yang tinggi. Jangan kondisi ini dibiarkan begitu saja, pengidap berisiko mengalami penyakit jantung, serangan jantung, bahkan stroke.

Jika sudah begitu, kehilangan nyawa menjadi komplikasi paling parah yang bisa saja terjadi. Jika sudah terdiagnosis, langkah mengatasi dapat dilakukan dengan penerapan pola hidup sehat, yang dibarengi dengan konsumsi obat-obatan. Berikut ini beberapa langkah penerapan pola hidup sehat setelah terdiagnosis hiperlipidemia.

Baca juga: Inilah Hal yang Harus Diperhatikan Pengidap Lipidemia

Bagaimana Cara Mencegah Diagnosis Kembali?

Setelah dinyatakan terdiagnosis, kamu disarankan untuk tidak khawatir secara berlebihan, ya. Hal tersebut dikarenakan, penyakit dapat dikontrol secara mandiri di rumah. Kuncinya adalah dengan menjalani pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan sehat, rutin berolahraga, berhenti merokok, serta mengonsumsi obat yang diresepkan oleh dokter. Di samping itu, pengidap juga perlu rutin melakukan pemeriksaan darah berkala agar kadar lemak dalam tubuh dapat terkontrol dengan baik. 

Pola Makan Sehat Setelah Terdiagnosis Hiperlipidemia

Salah satu langkah menerapkan pola hidup sehat adalah dengan mengonsumsi makanan. Caranya adalah dengan beberapa langkah berikut ini:

  • Mengonsumsi lemak sehat dari ikan atau alpukat.
  • Jangan mengonsumsi makanan dengan kandungan lemak jenuh, seperti makanan cepat saji, sosis, bakso, atau makanan kaleng.
  • Jangan mengonsumsi makanan dengan kandungan lemak trans, seperti gorengan, kue, dan kerupuk.
  • Perbanyak konsumsi makanan dengan kandungan omega-3 yang bisa didapatkan dari telur, salmon, makarel, minyak ikan kod, dan kacang-kacangan.
  • Perbanyak konsumsi makanan dengan asupan serat, seperti brokoli, kubis, kacang merah, buah naga, buah pepaya, buah alpukat, kacang polong, oat, quinoa, kacang almond, ubi jalar, dan lain-lain.

Baca juga: Ini 4 Penyakit yang Berhubungan dengan Darah

Olahraga yang Disarankan Setelah Terdiagnosis Hiperlipidemia

Bagi seseorang yang telah terdiagnosis hiperlipidemia, rutin berolahraga bukan hanya dapat menurunkan kadar lemak dalam darah saja, tetapi juga baik untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan. Jika kamu kurang beraktivitas, maka kadar kolesterol baik dalam tubuh akan menurun. Hal tersebut berarti, tubuh akan kekurangan transportasi untuk mengangkut kolesterol jahat dari pembuluh darah.

Olahraga yang disarankan cukup dalam intensitas ringan hingga sedang, selama minimal 150 menit dalam seminggu. Beberapa jenis olahraga yang disarankan, yaitu bersepeda, berenang, jalan kaki, atau naik turun tangga. Jika memutuskan untuk bepergian, sebaiknya gunakan tangga ketimbang lift atau eskalator.

Jika dilakukan secara rutin, olahraga dapat membantu menurunkan berat badan menjadi lebih ideal. Bagi orang dengan berat badan berlebih, menurunkan bobot tubuh sedikit saja sudah dapat membantu kadar lemak di dalam darah menuju angka normal.

Baca juga: 4 Jenis Kelainan Darah yang Memengaruhi Sel Darah Merah

Di samping beberapa tips seperti yang telah disebutkan, hal yang dapat memicu naiknya kolesterol dalam tubuh adalah kebiasaan merokok. Setelah terdiagnosis hiperlipidemia, sebaiknya hentikan kebiasaan merokok, ya. Jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dalam penerapan sejumlah tips tersebut, silahkan temui dokter di rumah sakit untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.

Referensi:
American Heart Association AHA. Diakses pada 2021. Prevention and Treatment of High Cholesterol (Hyperlipidemia).
Healthline. Diakses pada 2021. What You Should Know about Hyperlipidemia.
Patient. Diakses pada 2021. Hyperlipidaemia.