• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pengemudi Motor Lebih Berisiko Terkena ISPA

Pengemudi Motor Lebih Berisiko Terkena ISPA

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) adalah infeksi yang dapat mengganggu pernapasan normal. Ini hanya dapat memengaruhi sistem pernapasan bagian atas (sinus dan berakhir di pita suara), atau hanya sistem pernapasan bagian bawah (pita suara dan berakhir di paru-paru).

Pengemudi sepeda motor lebih berisiko terkena ISPA, terutama buat mereka yang tidak mengenakan masker saat berkendara. Menghirup udara yang berpolusi dapat membuat seseorang rentan terpapar partikel kotor.

Baca juga: 3 Jenis Pemeriksaan untuk Diagnosis ISPA

Rentan ISPA karena Polusi Udara 

Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh jurnal kesehatan UNAIR, polusi udara menyumbang 7 juta kematian di dunia setiap tahunnya. Salah satu masalah kesehatan yang timbul akibat pencemaran udara adalah Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA). 

ISPA menduduki peringkat pertama dalam sepuluh besar penyakit di 80 persen provinsi di Indonesia. Dalam hasil penelitian yang berjudul Driving Behavior and Mileage with The Incidence of ISPA in Students UNAIR Surabaya, disebutkan bahwa risiko ISPA pada pengemudi motor terkait juga dengan perilaku/kebiasaan dan jarak tempuh.

Menyadari risiko tersebut, ada baiknya buat kamu yang sering membawa motor untuk selalu memperhatikan protokol kesehatan. Beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk menjaga kesehatan dan mencegah ISPA saat berkendara motor adalah sebagai berikut:

Baca juga: Begini Tes Umum untuk Deteksi Bakteri Pneumonia

1. Menggunakan helm dengan pelindung bagian depan untuk menghindari paparan angin ke wajah.

2. Mengenakan masker sebagai perlindungan tambahan dengan kriteria nyaman aman, sehingga kamu tetap bernapas seperti biasa dan tetap terlindungi.

3. Minum banyak air putih supaya terhindar dari dehidrasi serta menjaga kelembapan tenggorokan.

4. Hindari merokok ataupun paparan rokok. Mengendarai sepeda motor sudah menempatkan dirimu pada paparan polusi, asap rokok hanya akan menambah jumlah polusi yang masuk ke sistem pernapasanmu.

5. Membersihkan diri dengan benar sehabis berkendara untuk menghilangkan partikel-partikel polutan yang masih menempel di sepanjang perjalanan.

Punya pertanyaan lain mengenai ISPA dan bagaimana pencegahannya? Bisa ditanyakan langsung ke Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Gejala dan Faktor Risiko ISPA yang Perlu Diwaspadai

Gejala awal ISPA biasanya berupa hidung tersumbat, baik di sinus hidung atau paru-paru, pilek, batuk, sakit tenggorokan, pegal-pegal, dan kelelahan. Hubungi dokter jika kamu mengalami demam di atas 39 derajat celsius, sulit bernapas, pusing, dan hilang kesadaran.

Hampir tidak mungkin untuk menghindari paparan virus dan bakteri, entah dari udara termasuk saat berkendara motor atau aktivitas lain. Namun, faktor risiko tertentu nyatanya dapat meningkatkan kemungkinan kamu terkena infeksi saluran pernapasan akut.

Baca juga: Ini Gejala Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas yang Perlu Diwaspadai

Sistem kekebalan anak-anak dan lansia lebih rentan terkena virus. Anak-anak sangat berisiko karena kontak terus-menerus dengan anak-anak lain yang mungkin menjadi pembawa virus. Anak-anak sering kali tidak mencuci tangan secara teratur. Mereka juga lebih mungkin menggosok mata dan memasukkan jari ke dalam mulut, yang menyebabkan penyebaran virus.

Kemudian mereka dengan penyakit jantung atau masalah paru-paru lainnya lebih mungkin terkena infeksi saluran pernapasan akut. Siapa pun yang sistem kekebalannya mungkin melemah karena penyakit lain berisiko terkena ISPA. Perokok juga berisiko tinggi dan lebih sulit untuk pulih dari serangan ISPA.

Referensi:
Journal.unair.ac.id. Diakses pada 2020. Driving Behavior and Mileage with The Incidence of ISPA in Students UNAIR Surabaya
Healthline. Diakses pada 2020. Acute Respiratory Infection