• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penggunaan Obat Bisa Memicu Nefritis Interstisial

Penggunaan Obat Bisa Memicu Nefritis Interstisial

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta – Saat sedang sakit, minum obat adalah cara yang sering dipilih banyak orang untuk menyembuhkan masalah kesehatan yang mereka alami. Namun, tahukah kamu bahwa ada obat-obatan tertentu yang bisa memicu terjadinya nefritis interstisial, yaitu peradangan dan pembengkakan pada ginjal? Kok bisa? Yuk, simak penjelasannya di sini.

Ginjal memiliki fungsi penting dalam tubuh, yaitu menyaring darah dan membuang limbah dari tubuh. Namun, pada kasus nefritis interstisial, ruang di antara tubulus (tabung kecil) di dalam ginjal mengalami peradangan. Hal ini mengurangi kemampuan ginjal untuk menyaring dengan benar. Nefritis interstisial adalah kondisi yang serius, tapi bisa diatasi dengan melakukan pengobatan.

Penyebab Nefritis Interstisial

Nefritis interstitial akut (AIN) merupakan hasil dari reaksi alergi. Pada kebanyakan kasus, AIN disebabkan oleh reaksi buruk terhadap obat-obatan. Ada lebih dari 100 jenis obat berbeda yang dapat memicu nefritis interstisial. Dilansir dari Clinical Journal of the American Society of Nephrology, dari banyaknya obat-obatan yang memicu nefritis interstisial, berikut adalah 3 jenis obat paling sering menyebabkan gangguan ginjal tersebut:

  • Antibiotik.
  • Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), yang sering digunakan sebagai pereda nyeri.
  • Inhibitor pompa proton, yaitu obat yang digunakan untuk mengobati asam lambung berlebih. 

Orang tua dapat mengalami reaksi alergi obat yang parah. Mereka juga lebih berisiko mengalami kerusakan ginjal permanen. 

Baca juga: Alergi Obat vs Alergi Makanan, Lebih Bahaya Mana?

Sedangkan penyebab nefritis interstisial lainnya selain alergi adalah:

  • Gangguan autoimun, seperti lupus erythematosus.
  • Kadar kalium yang rendah.
  • Kadar kalsium darah yang tinggi.
  • Infeksi tertentu.

Nefritis interstisial non-alergi dapat bersifat kronis atau akut. Nefritis interstisial kronis dapat berlangsung selama beberapa bulan atau lebih. Kondisi tersebut biasanya disebabkan oleh adanya kondisi mendasar yang kronis.

Kelompok Orang yang Berisiko Mengalami Nefritis Interstisial

Orang tua adalah kelompok utama yang berisiko terkena nefritis interstisial akut. Hal ini karena mereka sering minum banyak obat-obatan. Mereka juga sering dibingungkan oleh kombinasi obat-obatan.

Selain itu, kelompok lain yang juga berisiko tinggi mengalami nefritis interstisial adalah:

  • Orang yang menggunakan pereda nyeri over the counter (OTC) secara kronis.
  • Mengidap penyakit autoimun.
  • Mengidap sarcoidosis, yang merupakan penyakit radang paru-paru.

Cara Mencegah Nefritis Interstisial

Cara efektif untuk mencegah nefritis interstisial adalah dengan menjauhi hal-hal yang menjadi pemicu gangguan ginjal tersebut. Kamu bisa mengurangi risiko terkena nefritis interstisial dengan menghindari obat-obatan yang menyebabkan kondisi tersebut. Bicarakan pada dokter mengenai alternatif obat yang dapat dikonsumsi. Selain itu, hindari mengonsumsi obat-obatan dan produk herbal dalam jangka panjang bila tidak direkomendasikan dokter.

Baca juga: Pengidap Nefritis Interstisial Mesti Rajin Minum Air Putih

Bila kamu termasuk orang yang berisiko terkena nefritis interstisial, atau sering mengonsumsi obat-obatan yang memicu gangguan ginjal tersebut, sebaiknya kamu mengenali gejalanya. Pengobatan yang dilakukan sedini mungkin meningkatkan peluang kamu untuk sembuh sepenuhnya.

Segera periksakan diri ke dokter bila kamu mengalami gejala-gejala nefritis interstisial berikut:

  • Demam;
  • Kelelahan;
  • Kebingungan;
  • Ada bercak darah dalam urine;
  • Mual dan muntah;
  • Merasa kembung;
  • Berat badan bertambah karena retensi air;
  • Pembengkakan;
  • Tekanan darah meningkat.

Untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, kamu juga bisa langsung buat janji dengan rumah sakit pilihan kamu melalui aplikasi Halodoc.

Baca juga: Ini Tes untuk Mendiagnosis Nefritis Interstisial

Pengobatan nefritis interstisial tergantung pada penyebabnya. Bila nefritis interstisial disebabkan oleh penggunaan obat-obatan, maka satu-satunya pengobatan yang perlu dilakukan adalah dengan menghentikan konsumsi obat tersebut.

Obat untuk mengatur tekanan darah juga diberikan pada pengidap yang memiliki tekanan darah tinggi. Bila peradangan disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif atau sistem kekebalan tubuh, pengidap akan diberikan obat penekan sistem kekebalan tubuh, seperti kortikosteroid.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Interstitial Nephritis.
Family Doctor. Diakses pada 2020. Interstitial Nephritis.
Clinical Journal of the American Society of Nephrology. Diakses pada 2020. Drug-Induced Acute Interstitial Nephritis