• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pengidap Alzheimer Bisa Alami Gangguan Psikotik

Pengidap Alzheimer Bisa Alami Gangguan Psikotik

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Pengidap Alzheimer Bisa Alami Gangguan Psikotik

Halodoc, Jakarta – Banyak yang mengira kalau alzheimer dan demensia itu sama. Seseorang yang mengidap alzheimer pasti mengalami demensia, tetapi tidak semua orang yang mengidap demensia pasti akan berkembang menjadi alzheimer. Perlu kamu ketahui bahwa alzheimer adalah penyakit yang bersifat progresif. Artinya, kondisi ini bisa berkembang dan memburuk dengan cepat. 

Seseorang yang mengidap alzheimer akan mengalami penurunan fungsi sel-sel otak. Akibatnya, penyakit ini bisa mengubah pemikiran, perilaku, dan keterampilan sosial pengidapnya sampai mereka tidak mampu menjalani aktivitas secara mandiri. Gangguan memori adalah salah satu tanda awal berkembangnya alzheimer. Selain itu, pengidap alzheimer diketahui juga rentan mengalami gangguan psikotik atau biasa disebut dengan psikosis. Ini yang perlu kamu ketahui seputar gangguan psikotik. 

Baca juga: Beda Demensia dan Alzheimer, Penyakit yang Rentan Menyerang Lansia

Benarkah Pengidap Alzheimer Bisa Alami Gangguan Psikotik?

Gangguan psikotik adalah kondisi yang mempengaruhi pikiran yang membuat pengidapnya tidak mampu membedakan mana kenyataan dan bukan. Gejala psikosis termasuk delusi dan halusinasi. Delusi membuat pengidap psikosis meyakini hal-hal yang sebenarnya salah, tidak ada ataupun tidak terjadi. Sedangkan halusinasi membuat pengidap seakan-akan melihat atau mendengar hal-hal yang tidak bisa dilihat atau didengar orang lain. 

Gejala psikosis lainnya termasuk ucapan yang tidak koheren atau tidak masuk akal, dan perilaku yang tidak sesuai untuk situasi tersebut. Seseorang yang sedang dalam episode psikotik juga mungkin mengalami depresi, kecemasan, masalah tidur, kurangnya motivasi dan sulit melakukan aktivitas sehari-hari. 

Faktanya, penyakit alzheimer memang benar bisa menyebabkan pengidapnya alami gangguan psikotik. Gangguan psikotik biasanya dimulai setelah terjadinya gangguan kognitif. Melansir dari WebMD, psikosis memengaruhi hingga setengah dari 45 juta pasien Alzheimer di seluruh dunia, dan persentase itu bahkan lebih tinggi di antara pasien dengan jenis demensia lainnya.

Saat ini, belum ada pengobatan yang disetujui yang aman dan efektif untuk menangani gejala ini. Obat antipsikotik memang sudah digunakan secara luas, dan sayangnya obat ini dapat meningkatkan risiko stroke dan telah dikaitkan dengan tingkat penurunan fungsi otak lebih cepat bahkan yang paling parah adalah berisiko menyebabkan kematian. 

Baca juga: Ini 9 Gangguan Psikotik yang Sering Didengar

Gejala Alzheimer Secara Umum

Tanda awal alzheimer adalah kesulitan mengingat kejadian atau percakapan baru-baru ini. Seiring perkembangan penyakit, gangguan memori semakin memburuk dan gejala lainnya pun berkembang. Berikut beberapa gejala umum dari penyakit alzheimer:

1. Masalah Memori

Masalah ingatan yang dialami pengidap alzheimer bisa terus memburuk hingga memengaruhi kemampuan untuk bekerja maupun melakukan aktivitas-aktivitas sederhana di rumah. Tanda-tanda masalah ingatan yang dialami pengidap alzheimer contohnya suka mengulangi perkataan berulang kali, salah menempatkan barang, tersesat di tempat yang sudah dikenal, atau bahkan lupa nama anggota keluarganya sendiri. 

2. Sulit Menilai dan Mengambil Keputusan

Pengidap alzheimer pasti membuat pilihan yang buruk atau tidak seperti biasanya. Misalnya, mereka mungkin mengenakan pakaian yang tidak sesuai untuk cuaca hari itu. Mereka juga sulit untuk merespons masalah sehari-hari, contohnya saat mereka memasak dan makanannya gosong mereka mungkin menjadi bingung bagaimana mengatasinya. 

3. Perubahan Perilaku

Perubahan otak akibat alzheimer dapat memengaruhi suasana hati dan perilaku. Akibatnya, pengidap alzheimer bisa bersikap apatis, mudah depresi, mengalami mood swing, sering curiga terhadap orang lain, sangat sensitif dan mengalami masalah tidur. 

Baca juga: Ini Stadium Penyakit Alzheimer dari Ringan Sampai Berat

Kalau akhir-akhir ini kamu sering merasa lupa, bukan berarti itu tanda penyakit alzheimer, ya. Namun, jika situasi lupa ini sangat sering kamu alami hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Jika kamu berencana mengunjungi rumah sakit, kamu dapat membuat janji dengan dokter terlebih dahulu melalui aplikasi Halodoc. Tinggal pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu lewat aplikasi.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Alzheimer's disease.
National Institute of Mental Health. Diakses pada 2020. What is Psychosis?.
Medscape. Diakses pada 2020. Psychosis in Alzheimer's Disease: Diagnosis and Clinical Results: Epidemiology and Clinical Features.
WebMD. Diakses pada 2020. Drug Might Be Safer For Dementia Psychosis.