Pengidap Dermatitis Rentan Terkena Dermatographia, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Pengidap Dermatitis Rentan Terkena Dermatographia, Benarkah?

Halodoc, Jakarta – Dermatographia merupakan salah satu jenis penyakit kulit. Penyakit ini juga sering dijuluki “skin writing” sebab gejala utama kondisi ini membuat pengidapnya seolah bisa menulis atau menggambar di permukaan kulit. Orang yang memiliki atau mengidap dermatitis disebut lebih rentan mengalami penyakit dermatographia. Benarkah? 

Penyakit ini ditandai dengan munculnya garis di permukaan kulit. Garis tersebut yang menyebabkan munculnya bentuk menyerupai tulisan. Dermatographia bisa menyerang siapa saja, baik pada orang dewasa maupun anak-anak. Selain itu, orang yang pernah mengalami penyakit kulit lain alias dermatitis juga sangat rentan mengembangkan dermatographia. 

Baca juga: Pemeriksaan untuk Deteksi Dermatographia

Alasan Pengidap Dermatitis Rentan Mengalami Dermatographia 

Dermatitis atau peradangan kulit merupakan faktor utama seseorang bisa mengalami dermatographia. Peradangan kulit membuat pengidapnya mengalami kulit kering yang pada kondisi tersebut dermatographia menjadi lebih mudah terjadi. Kabar buruknya, penyakit ini bersifat permanen alias tidak bisa disembuhkan. Namun, gejala penyakit ini biasanya tidak akan bertahan lama. 

Garis atau tanda dermatographia bisa dengan mudah muncul di permukaan kulit, tetapi biasanya akan hilang dalam waktu singkat tanpa perlu penanganan khusus. Garis bisa menghilang hanya dalam waktu 30 menit dan permukaan kulit akan kembali normal setelahnya. Sayangnya, hingga kini masih belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab dermatographia bisa terjadi. 

Garis atau perubahan pada permukaan kulit pengidap dermatographia biasanya muncul saat ada rangsangan, misalnya tergores. Hal ini bisa menyebabkan bagian kulit mengalami pembengkakan serta membentuk garis seperti biduran. Gejala ini juga sering disertai dengan rasa gatal yang mengganggu. Gejala dermatographia bisa memburuk pada suhu tertentu, misalnya saat udara terlalu dingin atau terlalu panas, serta perubahan suhu yang terjadi secara ekstrem. 

Baca juga: Dermatographia Bisa Dicegah dengan Gaya Hidup Ini

Meski belum diketahui apa penyebab pastinya, tetapi munculnya gejala dermatographia sering dikaitkan dengan beberapa kondisi. Garis di permukaan kulit bisa saja berkaitan dengan alergi tertentu. Ada banyak hal yang bisa memicu reaksi alergi kulit, misalnya akibat gesekan pakaian atau penggunaan produk tertentu. 

Gejala dermatographia pada permukaan kulit juga bisa muncul akibat tergores atau digaruk. Biasanya, garis di permukaan kulit akan menghilang beberapa saat atau setelah berhenti menggaruk. Infeksi tertentu juga bisa memicu munculnya gejala dermatographia di permukaan kulit. Meski jarang bertahan dalam jangka yang lama, dermatographia sebaiknya tidak dianggap sepele. Sebab pada beberapa kondisi penyakit ini bisa mengganggu, misalnya saat gejala muncul di waktu yang tidak diinginkan dan disertai dengan rasa gatal yang mengganggu. 

Munculnya gejala penyakit dermatographia biasanya tidak diawali dengan tanda tertentu, sehingga sulit diperkirakan. Penyakit ini tidak bisa disembuhkan, meski begitu pengobatan tetap perlu dilakukan. Tujuan pengobatan pada kondisi dermatographia adalah untuk meringankan gejala garis, pembengkakan, dan rasa gatal yang mengganggu permukaan kulit. Biasanya, dokter akan meresepkan jenis obat-obatan tertentu untuk mengatasi pembengkakan dan gejala lain yang muncul akibat penyakit dermatographia. 

Baca juga: Bagaimana Cara Mengobati Dermatographia?

Masih penasaran tentang penyakit dermatographia dan cara meredakannya gejalanya? Tanya dokter di aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa kapan dan di mana saja menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:

Healthline. Diakses pada 2019. What Is Dermatographia?
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Dermatographia.