Pengidap Diabetes Melitus Berisiko Terkena Nokturia

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Pengidap Diabetes Melitus Berisiko Terkena Nokturia

Halodoc, Jakarta – Diabetes mellitus atau kencing manis, merupakan penyakit yang menjadiperhatian bagi setiap orang di dunia. Kondisi ini sangat produktivitas, bahkan hingga menurunkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Memiliki kadar glukosa darah yang tinggi dapat menyebabkan tubuh mengeluarkan kelebihan glukosa melalui urin. Dalam hal ini, lebih banyak gula muncul dalam urin dan mensimulasikan volume urin ekstra yang akan diproduksi.

Kalau kamu juga memiliki masalah yang sama, temukan jawabannya dengan langsung ngobrol di  Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Diabetes dan Sering Buang Air Kecil Malam Hari

Pengidap diabetes pasti akan lebih sering buang air kecil. Keadaan disebabkan beberapa hal berikut ini:

  • Kadar Gula Darah Terlalu Tinggi

Dalam keadan normal, gula darah akan disaring oleh ginjal dan diserap kembali ke dalam darah (tidak dibuang ke dalam urine). Namun pada kasus diabetes, kadar gula darah yang berlebihan membuat ginjal tidak dapat menyerap semua gula kembali ke dalam darah, sehingga ada sebagian gula yang keluar dalam urine.

Gula yang keluar dalam urine memiliki sifat osmotik alias menarik lebih banyak air untuk turut keluar melalui urine. Akibatnya, pengidap diabetes akan mengalami poliuria atau sering buang air kecil.

  • Keinginan Minum yang Lebih Tinggi

Sering buang air kecil akibat kadar gula darah tinggi pada pengidap diabetes menuntut tubuh mereka untuk mengirimkan sinyal haus ke otak berulang-ulang kali.

Peristiwa tersebut membuat pengidap diabetes lebih sering minum. Pada akhirnya, hal ini akan membuat mereka lebih sering buang air kecil. Bahkan, jika pengidap diabetes mengonsumsi minuman beralkohol atau mengandung tinggi kafein, keinginan untuk buang air kecil bisa muncul lebih sering.

Mengatasi Nokturia

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin meresepkan obat untuk membantu mengurangi frekuensi buang air kecil di malam hari. Obat diuretik mungkin diresepkan untuk digunakan lebih awal pada hari itu untuk membantu kamu mengeluarkan kelebihan urine sebelum tidur.

Jika nokturia menyusahkan atau lebih sering dari biasanya, bicarakan dengan dokter, bisa jadi ada tanda kondisi yang tidak berhubungan dengan diabetes. Diabetes dan penyakit urologis adalah masalah kesehatan yang sangat umum yang secara nyata meningkatkan prevalensi dan kejadian seiring bertambahnya usia.

Baca juga: Ini Alasan Diabetes Jadi Penyakit Seumur Hidup

Tidak Hanya karena Diabetes

Kadar gula darah tinggi sejatinya juga dapat memicu infeksi saluran kemih yang dapat meningkatkan kebutuhan untuk buang air kecil di malam hari. Berkemih di malam hari juga bisa menjadi tanda penyakit prostat, atau kanker prostat, atau asupan cairan yang berlebihan.

Para ahli juga mengatakan itu bisa menjadi gejala penyakit parkinson, kondisi neurologis progresif. Rasa haus yang berlebihan yang juga disebut polidipsia adalah gejala diabetes klasik. Kelelahan, gatal di sekitar penis atau vagina dan penyembuhan luka lambat juga merupakan gejala penyakit.

Baca juga: Kadar Gula Darah Tak Terkontrol, Waspada Komplikasi Diabetes Ini

Diabetes Melitus yang tidak diobati memengaruhi banyak organ utama, termasuk jantung, pembuluh darah, saraf, mata, dan ginjal. Jika kamu curiga tentang diabetes Melitus, penting untuk melihat beberapa gejala diabetes melitus lainnya:

  1. Kelelahan

Ketidakmampuan sel untuk memanfaatkan glukosa untuk energi dapat membuat penderita diabetes merasa terkuras dan kelelahan sepanjang waktu. Dehidrasi hanya memperburuk kelelahan.

Baca juga: Sering Berkemih di Malam Hari, Hati-Hati Gejala Nokturia

  1. Penurunan Berat Badan

Kombinasi kadar insulin rendah dan ketidakmampuan untuk menyerap gula dari darah dapat menyebabkan penurunan berat badan yang cepat pada pengidap diabetes.

  1. Penglihatan Kabur

Efek samping dari dehidrasi yang disebabkan oleh diabetes dapat berupa pengeringan mata yang parah, yang dapat mempengaruhi penglihatan.

  1. Gusi Bengkak

Pengidap diabetes berisiko lebih tinggi untuk mengalami infeksi, pembengkakan, atau penumpukan nanah di gusi.