• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pengidap Gagal Ginjal Berisiko Lebih Besar Terserang Peritonitis
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pengidap Gagal Ginjal Berisiko Lebih Besar Terserang Peritonitis

Pengidap Gagal Ginjal Berisiko Lebih Besar Terserang Peritonitis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 30 September 2021
Pengidap Gagal Ginjal Berisiko Lebih Besar Terserang Peritonitis

“Segera lakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat jika kamu mengalami nyeri perut yang mengganggu. Kondisi ini menjadi salah satu tanda penyakit peritonitis. Banyak pemicu seseorang mengalami peritonitis, namun proses cuci darah yang dilakukan dengan memasukkan cairan ke dalam rongga perut bisa memicu peritonitis. Itulah alasan pengidap gagal ginjal rentan alami peritonitis.”

Halodoc, Jakarta - Sebaiknya jangan abaikan nyeri perut yang kamu alami. Apalagi jika nyeri semakin memburuk ketika kamu bergerak. Kondisi ini bisa menjadi tanda kamu mengalami peritonitis. Peritonitis adalah gangguan kesehatan yang terjadi akibat peradangan pada peritoneum atau lapisan tipis dalam tubuh yang berfungsi untuk melindungi organ di perut.

Berdasarkan penyebabnya peritonitis dibagi menjadi dua jenis yang berbeda, yaitu peritonitis primer dan sekunder. Biasanya, pengidap gagal ginjal berisiko mengalami peritonitis primer.

Baca juga: Sakit Perut Peritonitis Bisa Berakibat Fatal

Pengidap Gagal Ginjal Berisiko Lebih Besar Terserang Peritonitis

Peradangan pada peritoneum dibagi menjadi dua jenis berdasarkan penyebab infeksinya. Peritonitis primer terjadi akibat infeksi bakteri atau jamur langsung pada peritoneum. 

Peritonitis primer paling umum terjadi karena sirosis hati yang disertai dengan penumpukan cairan di rongga perut. Namun, gagal ginjal juga memicu peritonitis primer.

Prosedur pencucian darah pada pengidap gagal ginjal yang dilakukan dengan memasukkan cairan ke dalam rongga perut juga bisa memicu peritonitis primer. Itulah sebabnya pengidap gagal ginjal berisiko lebih besar mengalami peritonitis.

Selain itu, ada peritonitis sekunder yang terjadi akibat adanya robekan atau sobekan pada saluran pencernaan. Peritonitis sekunder rentan terjadi akibat cedera pada perut, radang usus buntu, operasi pada rongga perut, dan peradangan pada pankreas.

Baca juga: Waspada 5 Komplikasi dari Penyakit Peritonitis

Gejala Peritonitis

Gejala dari peritonitis tergantung pada hal yang menyebabkannya, apakah itu disebabkan oleh infeksi atau peradangan.

Berikut ini beberapa gejala yang rentan dialami pengidap peritonitis, yaitu:

  1. Rasa nyeri pada perut, terutama ketika bergerak atau dipegang.
  2. Mual dan muntah.
  3. Demam dan menggigil.
  4. Cairan ketika buang air kecil relatif sedikit.
  5. Diare.
  6. Selalu merasa haus.

Diagnosis Peritonitis

Setelah memeriksa rekam medis, seseorang yang mengalami gejala terkait peritonitis, ada beberapa tes yang dilakukan tenaga medis untuk memastikan kondisi kesehatan, seperti:

1.Tes darah. Tes ini berfungsi untuk mengukur jumlah sel darah putih di dalam tubuh. Tes darah ini biasa disebut dengan penghitungan darah lengkap (CBC). Sel darah putih dalam tubuh yang terlalu banyak dapat mengindikasikan bahwa terdapat radang atau infeksi pada tubuh. Tes ini juga dapat membantu dokter untuk mengidentifikasi penyebab infeksi atau radang.

2.Analisis cairan peritoneal. Cara ini dilakukan untuk mengetahui apakah perut mengalami penumpukan cairan dan apakah cairan tersebut mengandung bakteri. Dokter akan mengambil cairan dari perut menggunakan jarum suntik, kemudian menganalisis cairan tersebut.

3.Menggunakan CT scan atau X-ray. Tes ini berguna untuk mengetahui apakah terdapat lubang pada peritoneum di dalam perut.

Sebaiknya jangan abaikan kondisi peritonitis. Peritonitis memerlukan perawatan di rumah sakit. Pengobatan akan dilakukan dengan memberikan antibiotik untuk melawan infeksi dan mencegahnya menyebar. Tindakan operasi akan dilakukan untuk mengangkat jaringan yang terinfeksi.

Baca juga: Inilah Faktor Risiko Penyakit Peritonitis

Jika kamu mempunyai pertanyaan lain soal kesehatan, tanyakan langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di Google Play atau App Store, kapan saja dan di mana saja!

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg

Referensi:
Very Well Health. Diakses pada 2021. Complications of Peritoneal Dialysis and Peritonitis.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Peritonitis.
National Kidney Foundation. Diakses pada 2021. Peritonitis.