• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pengidap Hipertensi Rentan Alami Sindrom Koroner Akut

Pengidap Hipertensi Rentan Alami Sindrom Koroner Akut

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Pengidap Hipertensi Rentan Alami Sindrom Koroner Akut

"Sindrom koroner akut tidak boleh disepelekan. Kondisi ini muncul karena ada gangguan pada aliran darah menuju jantung yang terjadi secara tiba-tiba. Kalau tidak segera ditangani, penyakit ini bisa memicu komplikasi fatal, bahkan menyebabkan gagal fungsi pada organ jantung."


Halodoc, Jakarta - Sindrom koroner akut adalah kondisi yang disebabkan oleh berkurangnya aliran darah menuju jantung secara tiba-tiba. Penyakit ini tidak boleh disepelekan dan harus mendapat pertolongan medis segera. Sebab, gangguan pada aliran darah bisa membahayakan nyawa pengidapnya dan memicu beragam komplikasi pada organ jantung. 

Semakin cepat ditangani, risiko komplikasi berbahaya bisa dihindari. Risiko munculnya komplikasi menjadi lebih tinggi pada beberapa orang, salah satunya pada orang yang memiliki riwayat penyakit tertentu, seperti hipertensi. Sebab, hipertensi merupakan salah satu faktor risiko yang dapat memicu terjadinya sindrom koroner akut. 

Baca juga: Ketahui Penyebab Terjadinya Sindrom Koroner Akut

Sindrom Koroner Akut dan Hal yang Harus Diwaspadai

Sindrom koroner akut merupakan kondisi yang merujuk pada berkurangnya aliran darah menuju ke jantung secara tiba-tiba. Kondisi tersebut merupakan kondisi yang dapat membahayakan nyawa pengidapnya. Ketika seseorang mengalami sindrom ini, mereka bisa saja mengalami sejumlah komplikasi bila kondisi tersebut dibiarkan tanpa penanganan. Contoh komplikasinya seperti gangguan irama jantung, gagal jantung, hingga kebocoran jantung. 

Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko yang dapat memicu terjadinya sindrom koroner akut. Selain itu, ada jenis penyakit lain yang juga disebut bisa meningkatkan risiko gangguan pada jantung, yaitu penyakit diabetes dan kolesterol tinggi. Risiko sindrom koroner akut juga menjadi lebih tinggi pada: 

  • Seseorang yang berusia di atas 45 tahun.
  • Perokok aktif.
  • Sering mengonsumsi makanan yang tidak sehat.
  • Kurang berolahraga.
  • Memiliki riwayat keluarga dengan penyakit stroke atau jantung.

Penyumbatan pada pembuluh arteri koroner juga bisa disebabkan oleh komplikasi dari prosedur operasi yang pernah dilakukan pada jantung, pembekuan darah pada salah satu ruang jantung, peradangan pada arteri koroner, dan mengalami luka tusukan pada jantung. 

Baca juga: 5 Jenis Tes untuk Deteksi Sindrom Koroner Akut

Gejala yang Bisa Muncul 

Sindrom koroner akut ditandai dengan gejala umum, seperti dada yang terasa sesak, serta rasa nyeri pada bagian dada, leher, bahu kiri, dan lengan. Rasa sakit ini muncul selama perlahan-lahan, kemudian menyebar pada bagian lengan bawah. Beberapa gejala lain yang muncul, yaitu:

  • Detak jantung menjadi lebih cepat atau tidak teratur.
  • Merasa sangat kelelahan.
  • Otot tubuh melemah.
  • Sering merasa mual dan ingin muntah.
  • Keluar keringat dingin sekujur tubuh.

Gejala bisa saja muncul berbeda dari yang telah disebutkan di atas. Bagi pengidap diabetes dan seseorang yang telah berusia di atas 45 tahun, biasanya tidak mengalami gejala berupa rasa sakit pada dada.

Baca juga: Adakah Pencegahan Efektif untuk Sindrom Koroner Akut?

Kabar baiknya masalah pada jantung ini bisa dicegah. Langkah pencegahan pada sindrom koroner akut adalah dengan menerapkan pola hidup sehat. Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah:

  • Melakukan pemeriksaan rutin, jika memiliki sejumlah faktor risikonya.
  • Kelola stres dengan baik, agar tekanan darah stabil.
  • Hindari obesitas dengan menjaga berat badan ideal. Dalam hal ini, kamu dapat melakukan diet sehat sesuai dengan ketentuan dokter.
  • Berhenti merokok.
  • Lakukan olahraga ringan dengan teratur, minimal tiga kali dalam seminggu.

Jika memiliki riwayat penyakit yang bisa memicu sindrom koroner akut, jangan pernah menyepelekan gejala yang muncul. Jika ada gejala penyakit, coba sampaikan pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tanyakan seputar kemungkinan penyebab penyakit dan dapatkan rekomendasi pengobatan dari ahlinya. Ayo, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store atau Google Play! 

Referensi:
American Heart Association. Diakses pada 2021. Acute Coronary Syndrome.
Patient. Diakses pada 2021. Acute Coronary Syndrome.
Medical News Today. Diakses pada 2021. Acute Coronary Syndrome: What You Need to Know.