Pengidap Hipertensi Rentan Alami Sindrom Koroner Akut

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Hipertensi, Sindrom Koroner,

Halodoc, Jakarta - Istilah sindrom koroner akut merupakan kondisi yang merujuk pada berkurangnya aliran darah menuju ke jantung secara tiba-tiba. Kondisi tersebut merupakan kondisi yang dapat membahayakan nyawa pengidapnya. Ketika seseorang mengalaminya, mereka bisa saja mengalami sejumlah komplikasi, yaitu:

  • Gangguan irama jantung.

  • Hilangnya fungsi jantung atau gagal jantung.

  • Jantung mengalami gangguan secara mendadak.

  • Kebocoran jantung, sehingga aliran darah berbalik.

Ketika seseorang mengidap sindrom koroner akut, sejumlah komplikasi tidak dapat dihindari jika penanganan terlambat dilakukan. Sejumlah komplikasi tersebut dapat muncul oleh sejumlah faktor risiko yang mendasari, salah satunya adalah hipertensi. Apa hubungan keduanya?

Baca juga: Ketahui Penyebab Terjadinya Sindrom Koroner Akut

Pengidap Hipertensi Rentan Alami Sindrom Koroner Akut, Benarkah?

Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko yang dapat memicu terjadinya sindrom koroner akut. Selain itu, faktor risiko lain yang dapat memicu terjadinya sindrom koroner akut, meliputi:

  • Seseorang yang berusia di atas 45 tahun.

  • Perokok aktif.

  • Memiliki kadar kolesterol dalam darah yang tinggi.

  • Mengidap obesitas.

  • Sering mengonsumsi makanan yang tidak sehat.

  • Kurang berolahraga.

  • Memiliki riwayat keluarga dengan penyakit stroke atau jantung.

Selain beberapa kondisi di atas, hal-hal ini juga dapat menjadi penyebab dari sindrom koroner akut. Berikut ini beberapa kondisi yang dapat menyumbat pembuluh arteri koroner:

  • Komplikasi dari prosedur operasi yang pernah dilakukan pada jantung.

  • Mengalami pembekuan darah pada salah satu ruang jantung.

  • Mengalami peradangan pada arteri koroner.

  • Mengalami luka tusukan pada jantung.

  • Mengonsumsi narkotika jenis kokain.

Sebagian besar kasus sindrom koroner akut disebabkan oleh adanya penyumbatan pembuluh darah yang memasok darah menuju jantung. Jika kamu mengalami salah satu faktor pemicunya, segera diskusikan dengan dokter untuk mengetahui langkah penanganan apa yang harus kamu tempuh di mana saja dan kapan saja melalui aplikasi Halodoc. Jika sampai terlambat, komplikasi yang membahayakan nyawa bisa saja kamu alami.

Baca juga: 5 Jenis Tes untuk Deteksi Sindrom Koroner Akut

Sindrom Koroner Akut, Berikut Gejalanya

Sindrom koroner ditandai dengan gejala umum, seperti dada yang terasa sesak, serta rasa nyeri pada bagian dada, leher, bahu kiri, dan lengan. Rasa sakit ini muncul selama perlahan-lahan, kemudian menyebar pada bagian lengan bawah. Beberapa gejala lain yang muncul, yaitu:

  • Detak jantung menjadi lebih cepat atau tidak teratur.

  • Merasa sangat kelelahan.

  • Otot tubuh melemah.

  • Sering merasa mual dan ingin muntah.

  • Keluar keringat dingin sekujur tubuh.

Gejala bisa saja muncul berbeda dari yang telah disebutkan di atas. Bagi pengidap diabetes dan seseorang yang telah berusia di atas 45 tahun, biasanya tidak mengalami gejala berupa rasa sakit pada dada.

Baca juga: Adakah Pencegahan Efektif untuk Sindrom Koroner Akut?

Adakah Langkah Pencegahan SIndrom Koroner Akut?

Langkah pencegahan pada sindrom koroner akut adalah dengan menerapkan pola hidup sehat. Beberapa langkah yang dapat kamu lakukan, yaitu:

  • Melakukan pemeriksaan rutin, jika memiliki sejumlah faktor risikonya.

  • Kelola stres dengan baik, agar tekanan darah stabil.

  • Hindari obesitas dengan menjaga berat badan ideal. Dalam hal ini, kamu dapat melakukan diet sehat sesuai dengan ketentuan dokter.

  • Berhenti merokok.

  • Lakukan olahraga ringan dengan teratur, minimal tiga kali dalam seminggu.

Menerapkan pola hidup sehat secara teratur sebenarnya akan menghindari kamu dari segala macam penyakit. Namun, hal-hal tersebut kerap kali sulit dilakukan karena rasa malas yang berlebihan. Jadi, apakah kamu masih malas untuk berolahraga setelah mengetahui begitu banyak manfaat yang dapat diambil?

Referensi:
American Heart Association. Diakses pada 2019. Acute Coronary Syndrome.
Medical News Today. Diakses pada 2019. Acute Coronary Syndrome: What You Need to Know.