Pengidap Hipertiroidisme Sebaiknya Konsumsi 5 Makanan Ini

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Pengidap Hipertiroidisme Sebaiknya Konsumsi 5 Makanan Ini

Halodoc, Jakarta - Dari banyaknya penyakit yang bisa menyerang kelenjar tiroid, hipertiroidisme merupakan salah satu kondisi yang mesti diwaspadai. Secara sederhana, hipertiroidisme bisa digambarkan sebagai kondisi kelenjar tiroid yang “hiperaktif". Kondisi inilah yang akan menghasilkan hormon tiroid yang berlebihan. 

Kelenjar tiroid sendiri ini terletak di leher, bagian depan tengah, dan berbentuk serta seukuran dengan kupu-kupu. Kelenjar ini menghasilkan hormon tiroid yang fungsinya mengatur pertumbuhan dan metabolisme tubuh. 

Lantas, makanan seperti apa sih yang sebaiknya dikonsumsi oleh pengidap hipertiroidisme?

Baca juga: Jangan Sepelekan Bahaya Hipertiroidisme yang Perlu Diketahui

Pola Makan Pengidap Hipertiroidisme

1. Zat Besi 

Meningkatkan konsumsi zat besi bisa menjadi hal yang baik untuk pengidap hipertiroid. Zat besi bisa membantu meningkatkan kekebalan tubuh, sehingga terhindar dari serangan penyakit. Nutrisi ini bisa didapat dari kacang-kacangan, sereal, dan biji-bijian. 

2. Antioksidan 

Peningkatan hormon tiroid juga sering dikaitkan dengan kerusakan radikal bebas di dalam tubuh. Untuk melawannya, perbanyaklah konsumsi makanan yang mengandung zat antioksidan, seperti beta karoten, vitamin C, dan vitamin E. 

3. Kalsium 

Makanan yang kaya akan kalsium dipercaya dapat membantu mengatasi dan melawan hipertiroid yang menyerang. Pastikanlah untuk selalu memasukkan makanan sumber kalsium dalam menu makan harian agar tetap sehat. 

Kalsium diduga mampu membantu tubuh untuk melawan hipertiroid. Sebab ketika mengalami hipertiroid, vitamin dan nutrisi di dalam tubuh akan terkuras, sehingga bisa menyebabkan tulang menjadi rapuh. Kita bisa mendapatkan sumber kalsium dari susu, brokoli, bayam, kacang-kacangan, dan ikan. 

4. Vitamin D

Kekurangan vitamin D diduga bisa membuat tubuh rentan terserang penyakit hipertiroid dan kepadatan mineral tulang bisa berkurang. Oleh sebab itu, cobalah untuk rajin mengonsumsi ikan dan jamur serta makanan yang kaya akan vitamin D lainnya. 

Baca juga: Pengidap Hipertiroidisme Rentan Terkena Krisis Tiroid 

5. Selenium

Makanan yang banyak mengandung selenium bisa membantu untuk menyeimbangkan kadar hormon tiroid, sekaligus melindungi tiroid dari penyakit. Tak cuma itu saja, selenium juga bisa membantu untuk mencegah kerusak sel dan menjaga tiroid dan jaringan lain agar tetap sehat. Selenium ini sendiri banyak terkandung dalam biji chia, jamur, teh, daging sapi dan domba, unggas, hingga biji bunga matahari. 

Awasi Penyebab dan Faktor Risikonya

Berdasarkan etiologinya hipertiroidisme dapat dibagi menjadi beberapa kategori, secara umum hipertiroidisme yang paling banyak ditemukan adalah penyakit Graves, toxic adenoma, dan multinodular goiter. Penyakit Graves merupakan penyebab hipertiroidisme yang paling utama (60–80 persen).

Penyakit graves merupakan salah satu biang keladi yang mesti diwaspadai. Penyakit graves ini  bisa menyebabkan terjadinya hipertiroidisme atau produksi hormon tiroid berlebih. Nah, seseorang yang mengidap penyakit ini, sistem imunnya akan menyerang kelenjar tiroid (autoimun), bukannya melindungi tubuh. 

Selain hal-hal di atas, ada pula beberapa faktor yang bisa memicu terjadinya hipertiroidisme. Misalnya: 

  1. Memiliki riwayat gangguan tiroid sebelumnya, seperti goiter atau pernah menjalani operasi kelenjar tiroid;

  2. Memiliki riwayat penyakit autoimun, seperti diabetes melitus dan gangguan hormonal;

  3. Adanya riwayat gangguan tiroid di keluarga;

  4. Mengonsumsi iodin dalam jumlah berlebihan secara kronik;

  5. Menggunakan obat-obatan yang mengandung iodin, seperti amiodarone;

  6. Berusia lebih dari 60 tahun;

  7. Kanker tiroid;

  8. Kehamilan, hormon hCG saat dalam tubuh bisa terjadinya hipertiroidisme; 

  9. Nodul tiroid; dan

  10. Efek samping obat-obatan. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung ke dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!