Ini Alasan Pengidap Kolesterol Tinggi Bisa Terkena Amaurosis Fugax

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Ini Alasan Pengidap Kolesterol Tinggi Bisa Terkena Amaurosis Fugax

Halodoc, Jakarta - Pernahkah kamu mengalami kehilangan penglihatan dalam waktu yang singkat? Jika iya, bisa jadi itu gejala amaurosis fugax. Kondisi ini muncul karena aliran darah menuju retina berkurang, yang menyebabkan penglihatan hilang secara mendadak selama beberapa detik atau menit. Benarkah amaurosis fugax terjadi karena kolesterol tinggi?

Jawabannya, iya. Berkurangnya aliran darah menuju retina umumnya disebabkan oleh plak atau sejumlah kecil kolesterol dalam pembuluh darah. Itulah sebabnya pengidap kolesterol tinggi cukup rentan mengalami amaurosis fugax. Oleh sebab itu, penting untuk menjaga kadar kolesterol dalam tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat, dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.

Baca juga: Waspada Endoftalmitis, Penyakit Mata yang Bisa Sebabkan Kebutaan

Untuk melakukan pemeriksaan, kini kamu bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc, lho. Jika malas ke rumah sakit, kamu juga bisa mengobrol dengan dokter tentang kondisi kesehatanmu di aplikasi Halodoc, lewat fitur Chat atau Voice/Video Call. Jadi, pastikan kamu sudah download aplikasinya di ponselmu, ya.

Faktor yang Dapat Tingkatkan Risiko Amaurosis Fugax

Selain kolesterol tinggi, ada beberapa faktor lain yang juga bisa meningkatkan risiko amaurosis fugax, yaitu:

  • Merokok secara aktif maupun pasif;

  • Tumor otak;

  • cedera kepala;

  • Pernah mengalami multiple sclerosis;

  • Riwayat lupus eritematosus sistemik;

  • Sakit kepala migrain;

  • Neuritis optik, radang saraf optik;

  • Polyarteritis nodosa, penyakit yang memengaruhi pembuluh darah;

  • Penyakit yang mempengaruhi sistem saraf dan atau aliran darah ke kepala.

Kenali Berbagai Gejala Amaurosis Fugax

Seperti telah disebutkan di awal, gejala utama dari amaurosis fugax adalah hilangnya penglihatan secara tiba-tiba, yang sifatnya sementara. Pengidap kondisi ini akan merasa seolah ada sesuatu yang menutupi kedua matanya. Namun, pada beberapa kasus, kondisi ini bisa muncul bersamaan dengan gejala gangguan saraf lainnya. 

Baca juga: Mata Merah, Jangan Biarkan Berlama-lama!

Pada beberapa kasus, amaurosis fugax bisa menjadi salah satu gejala stroke ringan atau transient ischemic attack. Selain kehilangan penglihatan sementara, gejala lain yang berhubungan dengan stroke ringan adalah kesulitan berbicara, wajah kaku di satu sisi wajah, serta salah satu sisi tubuh terasa lemah dan kaku mendadak.  

Sementara itu, pada kasus yang lebih serius, amaurosis fugax bisa menyebabkan penyumbatan aliran darah menuju otak. Oleh karena itu, kamu perlu segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami hilang penglihatan secara tiba-tiba, agar diagnosis dan penanganan bisa dilakukan sesegera mungkin.

Diagnosis dan Pengobatan Amaurosis Fugax

Untuk memastikan diagnosis amaurosis fugax, selain memeriksa riwayat proses dan pemeriksaan saraf, dokter akan menggunakan metode gambaran untuk diagnosis, seperti:

  • Echocardiography. Untuk menemukan gumpalan di dalam jantung, dan mengamati proses pergerakan menuju otak.

  • Magnetic resonance angiography (MRA). Dilakukan dengan menggunakan energi medan magnet dan gelombang suara, untuk memperoleh gambar pembuluh darah.

  • Pemeriksaan pembuluh darah. Menggunakan pewarna yang disuntik ke dalam pembuluh darah untuk menangkap film khusus X‐ray.

Baca juga: 3 Penyakit Mata yang Bisa Dideteksi Melalui Screening Retina

Setelah diagnosis dipastikan, metode pengobatan yang bisa dilakukan pun akan tergantung pada sumber penyumbatan darah atau pembuluh kolesterol yang pecah dan membuat berkurangnya aliran darah. Penggumpalan darah umumnya berasal dari arteri kepala, leher, atau jantung.

Tak hanya itu, pengobatan amaurosis fugax juga tergantung lokasi dan luasnya penyumbatan arteri. Jika lebih dari 70 persen diameter arteri karotid yang tersumbat, dokter mungkin melakukan operasi untuk menghilangkan penyumbatan. Metode pemasangan pompa sirkuit dengan bola jaring juga mungkin digunakan untuk membuka arteri yang tersumbat. 

Referensi:
Med Link. Diakses pada 2019. Amaurosis fugax - Introduction.
Healthline. Diakses pada 2019. Amaurosis Fugax.