• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pengidap Maag Berpuasa, Perhatikan Hal Ini

Pengidap Maag Berpuasa, Perhatikan Hal Ini

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta – Memiliki gejala penyakit maag atau dispepsia pasti merasakan tantangan tersendiri saat menjalankan ibadah puasa. Pasalnya, membiarkan perut kosong karena berpuasa dapat menyebabkan komplikasi yang tidak diinginkan akibat peningkatan kadar asam dalam perut. Akibatnya, gejala yang bikin tidak nyaman seperti mual, kembung pada perut bagian atas, sering bersendawa, hingga nyeri pada ulu hati bisa terjadi dan memaksa kamu untuk tidak melanjutkan puasa. 

Secara umum, puasa memiliki banyak manfaat, baik spiritual maupun fisik, tetapi satu efek samping pada pengidap maag ini memang sangat tidak menguntungkan. Saat tidak ada makanan di dalam perut untuk dicerna, maka tidak ada zat yang bisa menyerap asam. Hal ini mengakibatkan penumpukan asam yang berbahaya. Namun jangan khawatir, terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan bagi pengidap maag untuk bisa tetap lancar berpuasa.

Baca juga: Ini Bedanya Sakit Maag dengan Tukak Lambung

Tips Berpuasa untuk Pengidap Maag

Ada beberapa poin yang perlu diperhatikan jika ingin puasa tetap lancar meski memiliki maag, yaitu:

Hal yang Harus Dihindari:

  • Makanan atau buah-buahan yang digoreng, berlemak, dan asam (misalnya lemon, limau, jeruk bali, jeruk, tomat dan berbagai olahannya). 

  • Makanan ekstra pedas dan makanan kaleng / olahan, terutama produk berbasis tomat. Makanan olahan dengan umur simpan yang panjang biasanya memiliki banyak bahan kimia, termasuk bahan pengawet, yang dapat memperburuk gejala. 

  • Makanan yang mengandung terlalu banyak gula dan karbohidrat olahan.

  • Makan berlebihan saat berbuka puasa atau sahur, atau kebiasaan menunda berbuka puasa.

  • Minuman yang mengandung kafein seperti teh, kopi, soda. Minuman ini dapat membuat kamu mengeluarkan lebih banyak air seni, membawa garam mineral berharga yang dibutuhkan tubuh selama hari puasa yang panjang.

  • Merokok dikaitkan dengan gastritis dan penyakit tukak lambung. Jadi, Ramadhan adalah kesempatan baik untuk mengurangi rokok. Merokok juga memperlambat penyembuhan ulkus yang ada dan berkontribusi terhadap kekambuhan ulkus.

  • Obat yang bisa mengiritasi lapisan lambung.

Baca juga: Agar Maag Tak Lagi Kambuh, Begini Tips Atur Pola Makannya

Makanan dan Cara Makan yang Disarankan:

  • Karbohidrat atau makanan yang lambat dicerna saat sahur sehingga makanannya bertahan lebih lama, membuat kamu tidak mudah lapar dan tetap berenergi. 

  • Kurma adalah sumber gula, serat, karbohidrat, kalium, dan magnesium yang sangat baik.

  • Almond kaya protein dan serat. Kacang almond dan susu merupakan minuman sehat.

  • Pisang adalah sumber karbohidrat, kalium, dan magnesium yang baik.

  • Konsumsi makanan yang dipanggang dalam oven daripada gorengan dan makanan berlemak.

  • Makan dalam jumlah sedang dan dalam jumlah sedikit, dan berbuka puasa lebih awal.

  • Pastikan untuk tidak melewati makan sahur. 

  • Jangan lupa minum obat yang diresepkan saat berbuka puasa atau sahur. 

Minuman yang Disarankan:

  • Minumlah air putih, jus buah yang tidak asam, dan minuman yang mengandung kalium sebanyak mungkin antara waktu berbuka puasa dan waktu tidur sehingga tubuh dapat menyesuaikan kadar cairan untuk hari berikutnya.

  • Minum segelas penuh susu segar saat sahur karena ini akan membantu mereka yang mengidap maag. 

Hal Lain yang Perlu Jadi Perhatian: 

  • Penelitian menunjukkan bahwa tingkat keasaman perut memuncak pada siang hari, jadi waspadalah terhadap gejala dan komplikasi pada waktu ini. 

  • Perubahan halus yang harus diamati dan harus diwaspadai adalah kulit pucat (terutama di kelopak mata bagian dalam dan telapak tangan) dan perubahan berat dan nafsu makan.

  • Ingat, Islam tidak memaksa kamu untuk berpuasa jika tidak mampu. Jadi, jangan dipaksakan dan lakukan sesuai dengan kemampuan. Hanya kamu yang mengenal kemampuan tubuh diri sendiri lebih baik daripada orang lain.

Baca juga: Biar Enggak Lemas Saat Puasa, Ikuti 4 Tips Ini

Kamu juga bisa minta saran dokter dari dokter ahli di Halodoc sebelum atau selama Ramadhan jika kamu memiliki kekhawatiran tentang kondisi kesehatan kamu. Dokter akan selalu siaga memberikan saran kesehatan supaya puasa kamu tetap lancar.

Referensi:
Livestrong. Diakses pada 2020. Fasting and Acid Indigestion.
The Star. Diakses pada 2020. Fasting Tips For Those With Gastritis And Peptic Ulcer.