• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pengidap Penyakit Lupus Berisiko Mengalami Gangguan Jantung

Pengidap Penyakit Lupus Berisiko Mengalami Gangguan Jantung

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Pengidap Penyakit Lupus Berisiko Mengalami Gangguan Jantung

“Gangguan jantung adalah salah satu efek yang terjadi pada mereka yang mengidap penyakit lupus. Kondisi ini tidak bisa dianggap sepele karena sangat mengancam jiwa. Ada banyak gangguan jantung yang bisa terjadi karena penyakit lupus, seperti endokarditis, miokarditis, perikarditis, bahkan hipertensi yang membuat kerja jantung semakin berat.”

Halodoc, Jakarta – Lupus eritematosus sistemik adalah penyakit autoimun inflamasi kronis yang bisa sangat membahayakan kesehatan pengidapnya. Seseorang yang mengidap penyakit lupus, memiliki antibodi yang menyerang protein sehat yang dibentuk tubuh secara alami yang ada dalam darah sehingga menyebabkan peradangan dan kerusakan organ. Organ yang sering terkena pada pasien lupus ini biasanya adalah kulit, persendian, ginjal, dan sel darah. Namun, pada beberapa pasien, lupus juga dapat menyebabkan kondisi jantung dan beberapa di antaranya dapat mengancam jiwa.

Sekitar 50 persen pengidap lupus akan mengalami komplikasi atau gangguan jantung akibat penyakit tersebut. Sebagai contoh:

  • 20 hingga 40 persen pengidapnya akan mengalami perikarditis atau efusi perikardial.
  • 10 hingga 15 persen pengidapnya akan mengalami miokarditis simtomatik.

Selain itu, risiko bahwa pasien lupus akan mengembangkan penyakit jantung koroner secara signifikan lebih tinggi daripada populasi umum.

Baca juga: Adakah Cara Efektif untuk Mencegah Lupus Kambuh?

Efek Penyakit Lupus pada Organ Jantung

Penyakit lupus bisa meningkatkan risiko gangguan jantung, termasuk penyakit arteri koroner. Ini terjadi ketika ada zat yang menumpuk di arteri dan mengurangi aliran darah ke jantung. Ketika aliran darah ke jantung benar-benar tersumbat, ini kemudian akan menyebabkan serangan jantung.

Lupus juga dapat menyebabkan peradangan di berbagai bagian jantung, seperti:

  • Endokarditis adalah peradangan pada dinding dan katup jantung. Ini dapat menyebabkan gumpalan material menumpuk di katup jantung yang dapat pecah dan membentuk gumpalan darah.
  • Miokarditis adalah peradangan pada otot jantung. Gejalanya bisa berupa nyeri dada, pembengkakan, kelelahan saat beraktivitas, atau detak jantung tidak teratur.
  • Perikarditis adalah peradangan pada kantung di sekitar jantung. Gejalanya meliputi nyeri dada dan sesak napas atau nyeri saat menarik napas dalam-dalam.

Selain itu, perawatan lupus dan penyakit lupus itu sendiri dapat menyebabkan beberapa masalah dengan darah dan pembuluh darah, atau vena dan arteri yang membawa darah ke dan dari jantung. Ini termasuk:

  • Tekanan darah tinggi (yang meningkatkan risiko stroke, jantung, dan penyakit ginjal).
  • Anemia (tidak memiliki cukup sel darah merah untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh).
  • Leukopenia (tidak memiliki cukup sel darah putih untuk melawan infeksi).
  • Trombositopenia (tidak memiliki cukup trombosit dalam darah untuk membantunya membeku).

Jika kamu atau orang terdekat ada yang mengidap lupus, maka ia harus melakukan pemeriksaan rutin untuk mengetahui bagian tubuh mana yang mengalami masalah. Kamu pun bisa segera buat janji dengan dokter di rumah sakit melalui Halodoc untuk melakukan pemeriksaan dan perawatan yang tepat. Ingat, penanganan yang tepat dan cepat akan membantu pengidapnya terhindar dari komplikasi yang tidak diinginkan.

Baca juga: Benarkah Lupus adalah Penyakit Menular?

Pengobatan yang Bisa Dilakukan untuk Gangguan Jantung

Sebagian besar gangguan jantung pada pasien penyakit lupus dapat diobati dengan obat antiinflamasi non steroid atau kortikosteroid. Obat seperti ibuprofen dan naproxen, mengurangi rasa sakit dan peradangan. Sementara itu, jenis obat kortikosteroid, seperti prednison dan metilprednisolon, adalah versi sintetis dari hormon yang diproduksi secara alami oleh tubuh dan membantu menekan peradangan.

Ketika penyakit lupus semakin parah, obat imunosupresif dan/atau imunomodulator lainnya dapat digunakan untuk menekan aktivitas penyakit. Ini mungkin termasuk:

  • Azathioprine.
  • Mikofenolat mofetil.
  • Belimumab.
  • Siklofosfamid.
  • Imunoglobulin intravena.

Baca juga: Ini Gejala Fisik Penyakit Lupus yang Dapat Dikenali 

Dalam kasus yang jarang terjadi di mana gejala efusi perikardial parah, mungkin perlu untuk menghilangkan kelebihan cairan perikardial dengan memasukkan jarum ke dalam dada dan ke dalam kantung perikardial.

Sementara dalam kasus gagal jantung, beta-blocker atau angiotensin converting enzyme (ACE) inhibitor direkomendasikan. Pada sebagian besar kasus yang parah, perawatan segera ke unit perawatan intensif (ICU) mungkin diperlukan untuk memulai bantuan jantung mekanis.

Masalah katup jantung umumnya tidak memerlukan perawatan apa pun. Pemantauan klinis yang cermat dan pengelolaan aktivitas penyakit lupus itu sendiri sudah memadai dalam banyak kasus. Namun, dalam kasus yang parah, operasi katup mungkin diperlukan. Pilihan bedah termasuk perbaikan katup, penggantian katup dengan katup mekanis atau katup biologis.

Dalam kasus penyakit arteri koroner, pengencer darah (seperti warfarin dan aspirin) digunakan untuk mencegah pembentukan gumpalan darah di arteri koroner yang rusak/meradang. Kortikosteroid sistemik mungkin juga diperlukan untuk mengontrol peradangan pada arteri koroner. Perubahan gaya hidup yang tercantum di bagian pencegahan di bawah ini juga direkomendasikan untuk semua pasien lupus.

Untuk kelainan irama jantung juga bisa diobati dengan obat antiaritmia, meskipun pada kasus yang parah, prosedur invasif seperti pemasangan alat pacu jantung mungkin diperlukan.

Referensi:
Hospital for Special Surgery. Diakses pada 2021. Top 10 Series: Lupus and Heart Conditions.
Johns Hopkins Lupus Center. Diakses pada 2021. How Does Lupus Affect the Cardiovascular System.
Lupus Foundation of America. Diakses pada 2021. Lupus and the Heart, Lungs, and Blood.