• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pengidap Pneumonia Berisiko Terkena Empiema, Ini Faktanya

Pengidap Pneumonia Berisiko Terkena Empiema, Ini Faktanya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Penyakit pneumonia atau paru-paru basah merupakan infeksi yang menyebabkan peradangan pada kantong udara pada salah satu atau bahkan kedua paru-paru. Pneumonia tentunya harus segera diatasi dengan baik karena dapat menyebabkan pengidapnya alami sesak napas, demam, hingga alami gangguan kesehatan lainnya, seperti empiema.

Baca juga: Mitos atau Fakta Alkoholik Berisiko Terkena Empiema?

Empiema terjadi ketika munculnya nanah pada ruang pleura. Ruang pleura merupakan area yang berada di antara paru-paru dan permukaan bagian dinding dalam dada. Pneumonia menjadi penyebab umum mengapa seseorang mengalami empiema. Ini penjelasan selengkapnya.

Tidak Hanya Pneumonia, Ketahui Faktor Pemicu Empiema

Pneumonia terjadi ketika kekebalan tubuh melemah sehingga bakteri dan virus dalam udara yang kita hirup sebabkan infeksi pada paru-paru yang menyebabkan peradangan. Pneumonia yang tidak diatasi dengan baik rentan menyebabkan pengidapnya alami empiema. Empiema terjadi ketika terdapat kumpulan nanah pada ruang pleura.

Umumnya, ruang pleura terisi oleh cairan meskipun tidak banyak, namun jika pleura mengalami infeksi cairan yang muncul akan lebih banyak. Cairan yang tidak terserap oleh tubuh dapat mengental dan membentuk nanah sehingga menyebabkan rongga dada menempel dan terbentuk kantung yang berisi nanah. 

Selain pneumonia, ada beberapa faktor pemicu lainnya yang menyebabkan seseorang alami empiema, seperti abses paru, bronkiektasis, adanya penyakit paru obstruktif kronis, mengalami cedera serius pada bagian dada, pernah menjalani operasi dada, dan terdapat infeksi pada bagian organ lain yang menyebar melalui aliran darah.

Jika kamu mengalami gangguan paru, sebaiknya hindari pengonsumsian alkohol. Kecanduan alkohol dapat meningkatkan risiko seseorang alami empiema. Tidak ada salahnya lakukan gaya hidup sehat agar kamu terhindar dari berbagai gangguan kesehatan. Kamu bisa bertanya ke dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mengetahui pencegahan dari empiema. 

Baca juga: Benarkah Malnutrisi Berisiko Terkena Empiema?

Tahap Perkembangan Empiema

Empiema yang tidak diatasi dengan baik dapat berkembang menjadi lebih buruk. Berikut ini tahapan perkembangan empiema dalam tubuh, yaitu:

1. Tahap Pertama 

Pada tahap ini, cairan berlebih mulai muncul dan menumpuk pada ruang pleura. Jika tidak diatasi pada tahap ini, cairan dapat mengental dan berubah menjadi nanah.

2. Tahap Kedua 

Pada tahap ini cairan nanah akan membentuk menjadi kantong-kantong pada pleura.

3. Tahap Ketiga

Cairan nanah pada ruang pleura dapat menyebabkan jaringan parut. Kondisi ini membuat pengidap akan mengalami gejala-gejala yang sudah cukup parah, seperti kesulitan bernapas karena paru-paru tidak dapat mengembang dengan optimal.

Melansir Medical News Today, ada beberapa gejala yang dialami oleh pengidap empiema, seperti pneumonia yang tidak membaik, demam, nyeri dada, batuk yang disertai dengan lendir atau nanah, gangguan pernapasan. Selain itu, muncul bunyi yang berasal dari dada saat pengidap bernapas, dan adanya cairan jika pengidap melakukan pemeriksaan dada dengan metode X-Ray. 

Jangan ragu untuk kunjungi rumah sakit terdekat gunakan mendapatkan penanganan medis untuk mengatasi empiema. Penggunaan obat-obatan antibiotik menjadi salah satu penanganan empiema dalam tahap pertama. Pengobatan juga bisa dilakukan sejak pengidap alami penumpukan cairan yang berlebih dalam ruang pleura. Pengobatan dilakukan dengan metode pipa torakostomi yang berfungsi untuk mengeringkan ruang pleura dari cairan. 

Baca juga: Bisakah Empiema Dicegah?

Untuk kasus empiema yang sudah lanjut, tindakan bedah menjadi yang paling efektif dilakukan untuk mengangkat kantung-kantung nanah yang terbentuk pada area paru-paru. Itulah beberapa pengobatan yang bisa dilakukan untuk atasi empiema. Jangan lupa untuk penuhi kebutuhan istirahat setelah pengobatan dilakukan agar kesehatan segera pulih.

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2020. What Is Empyema?
Healthline. Diakses pada 2020. Empyema
National Health Service UK. Diakses pada 2020. Empyema