Pengidap TBC, Hindari 4 Kebiasaan Ini saat Puasa

kebiasaan saat puasa, pengidap TBC, pengida TBC boleh berpuasa

Halodoc, Jakarta - Tuberkulosis atau TBC merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri M. Tuberkulosis. Infeksi ini terbagi menjadi 2, yaitu TB paru dan ekstra (luar) paru yang memiliki gejala berbeda-beda tergantung pada organ atau jaringan tubuh yang terinfeksi. Pengobatan TBC dilakukan secara kombinasi beberapa obat (multi-drug therapy) untuk memastikan kuman TBC musnah seluruhnya dan menghindari terjadinya kekebalan pengobatan bakteri TBC.

Apabila kamu sedang menjalani pengobatan TBC dan berencana untuk berpuasa di bulan Ramadan, kamu dapat menyesuaikan jadwal pengobatan kamu dengan puasa. Konsumsi obat dapat dilakukan pagi hari setelah sahur atau sore hari setelah berbuka atau dapat dikonsumsi sebelum sahur atau berbuka (perut kosong).

Hal utama dalam pengobatan TBC yaitu patuh terhadap konsumsi obat yang diberikan selama minimal enam bulan tanpa putus, begitu pula selama berpuasa. Masalah pengobatan TBC memang perlu menjadi perhatian khusus. Apabila pengobatan terputus, bukan saja mengakibatkan TBC tidak sembuh, tetapi juga meningkat statusnya menjadi TBC resisten obat atau TBC RO. Jika begitu, waktu penyembuhan bakteri menjadi lebih panjang dan memiliki efek samping yang lebih beragam.

Baca juga: Bukan Cuma Paru-Paru, Tuberkulosis Juga Serang Organ Tubuh Lain

Pengidap TBC boleh saja berpuasa asal ia kuat. Tinggal bagaimana aturan minum obatnya saja yang mungkin perlu diganti jadwalnya. Jika kamu terbiasa minum obat di pagi hari, pindahkan jadwal tersebut pada waktu sahur.

Hal yang tidak kalah penting untuk diingat adalah saat minum obat perut harus dalam keadaan kosong. Artinya berikan jeda dengan waktu sahur, kurang lebih satu jam setelah sahur barulah kamu bisa meminum obat. Hal ini dikarenakan obat akan bekerja dengan baik apabila diminum dalam keadaan perut kosong.

Selain itu, jika kamu ingin segera sembuh dari penyakit TBC, jauhilah pantangan makanan. Pasalnya, ini merupakan suatu keharusan bagi pengidap TBC. Selama puasa, berikut hal-hal yang perlu dihindari pengidap TBC:

Baca juga: 10 Gejala Tuberkulosis yang Wajib Diketahui

  1. Hindari makanan cepat saji dan semua makanan yang memiliki kandungan lemak tinggi. Lemak yang dianjurkan bagi pengidap TBC tidak lebih dari 25 hingga 30 persen dari total kalori harian. Lemak ini harus berasal dari lemak tidak jenuh tunggal dan ganda, yang dapat kamu temukan pada ikan, minyak sayur, dan kacang-kacangan.
  2. Hindari konsumsi kopi dan teh kental selama sahur, berbuka, atau makan malam. Kafein merupakan bahan yang menjadi stimulan untuk gangguan TBC.
  3. Kurangi konsumsi saus dan gula, termasuk gula olahan ataupun gula halus. Termasuk juga dalam bentuk makanannya, seperti kue, roti tawar putih, dan sereal.
  4. Hindari daging merah berlemak dan mengandung kolesterol tinggi.

Tuberkulosis atau TBC merupakan gangguan yang berbahaya dan harus “diperlakukan” dengan benar, supaya tingkat kesembuhan semakin meningkat. Maka dari itu, jika kamu mengalami penyakit ini, pastikan untuk tidak lupa menerapkan pola makan yang telah dijabarkan. Selain itu, jangan lupa konsumsi obat yang diberikan oleh dokter sesuai aturan, supaya penyakit tersebut dapat dikendalikan hingga sembuh sepenuhnya.

Baca juga: Waspadai Komplikasi Akibat Tuberkulosis

Apabila kamu sudah menjalani aturan ketat terkait minum obat saat puasa, tetapi terdapat gangguan penyakit TBC yang datang, segeralah untuk mengkomunikasikannya pada dokter di Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.