• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pengobatan Medis untuk Mengatasi Kencing Berbusa
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pengobatan Medis untuk Mengatasi Kencing Berbusa

Pengobatan Medis untuk Mengatasi Kencing Berbusa

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 21 Oktober 2021
Pengobatan Medis untuk Mengatasi Kencing Berbusa

Pengobatan medis untuk mengatasi kencing berbusa dilakukan tergantung kondisi medis terkait. Jika urine pekat, minum lebih banyak air dan cairan lain akan meredakan dehidrasi dan menghentikan pembusaan. Ketika urine berbusa disebabkan oleh kerusakan ginjal, kamu harus mengobati penyebabnya.”

Halodoc, Jakarta – Kencing biasanya berwarna kuning pucat sampai kuning gelap atau juga bening. Berbagai faktor, mulai dari diet, konsumsi obat-obatan hingga mengidap penyakit tertentu dapat menyebabkan perubahan warna dan buih  pada kencing. 

Jika urine terlihat berbusa, bisa jadi karena kandung kemih penuh dan urine mengenai lubang toilet cukup cepat sehingga air menjadi teraduk menyebabkan penampakannya berbusa. Selain situasi teknis, ada beberapa kondisi yang juga dapat menyebabkan kencing berbusa. Bagaimana pengobatan medis untuk mengatasi kencing berbusa? Baca selengkapnya di sini!

Penyebab Medis Kencing Berbusa

Tadi sudah disinggung kalau penyebab paling jelas dari kencing berbusa adalah kecepatan buang air kecil. Sama seperti air berbusa ketika keluar dari keran dengan cepat, kencing juga bisa berbusa jika mengenai toilet dengan cepat.

Selain itu, urine juga bisa berbusa saat terkonsentrasi. Urine akan lebih terkonsentrasi jika kamu tidak minum banyak air sehingga mengalami dehidrasi. Kencing berbusa juga dapat menunjukkan bahwa kamu memiliki terlalu banyak protein, seperti albumin, dalam urine. Protein dalam urine bereaksi dengan udara sehingga terjadi busa.

Baca juga: Urine Berbuih Benarkah Pertanda Terkena Sindrom Nefrotik?

Biasanya, ginjal menyaring air ekstra dan produk limbah dari darah ke dalam urine. Protein dan zat penting lainnya yang dibutuhkan tubuh terlalu besar untuk masuk melalui filter ginjal, sehingga tetap berada di aliran darah.

Ketika ginjal rusak, ginjal tidak dapat menyaring sebaik yang seharusnya. Ginjal yang rusak dapat menyebabkan terlalu banyak protein bocor ke dalam urine yang disebut proteinuria. Kondisi ini adalah tanda penyakit ginjal kronis atau tahap akhir kerusakan ginjal, yang disebut penyakit ginjal stadium akhir.

Penyebab kencing berbusa yang kurang umum lainnya adalah ejakulasi retrograde, yang merupakan kondisi yang terjadi pada pria ketika air mani kembali ke kandung kemih alih-alih dilepaskan dari penis.

Amiloidosis adalah kondisi langka yang juga dapat menyebabkan kencing berbusa. Hal itu terjadi ketika berlangsung penumpukan cairan dan masalah pada ginjal. Hal ini disebabkan oleh penumpukan protein tertentu yang dapat memengaruhi beberapa organ.

Mengonsumsi obat phenazopyridine (Pyridium, AZO Standard, Uristat, dan AZO) adalah penyebab lain yang kurang umum dari urine berbusa. Orang-orang menggunakan obat ini untuk mengobati rasa sakit akibat infeksi saluran kemih. Bagaimana pengobatan medis untuk mengatasi kencing berbusa?

Penanganan Medis Mengatasi Kencing Berbusa

Pengobatan medis untuk mengatasi kencing berbusa dilakukan tergantung kondisi medis terkait. Jika urine pekat, minum lebih banyak air dan cairan lain akan meredakan dehidrasi dan menghentikan pembusaan.

Ketika urine berbusa disebabkan oleh kerusakan ginjal, kamu harus mengobati penyebabnya. Seringkali, diabetes dan tekanan darah tinggi menyebabkan penyakit ginjal. Kamu dapat memperlambat perkembangan kerusakan ginjal dengan mengelola kondisi ini dengan baik.

Baca juga: Kenali Tanda Gangguan Ginjal yang Kerap Diabaikan

Dokter akan menyarankan agar kamu makan makanan yang seimbang dan banyak berolahraga untuk membantu mengobati diabetes. Selain itu, penanganan lainnya adalah pengujian gula darah secara berkala untuk memastikan kadar gula dalam darah tetap dalam kisaran yang sehat.

Gula darah tinggi dapat merusak ginjal. Kamu mungkin juga perlu minum obat yang menurunkan gula darah. Untuk tekanan darah tinggi, kamu juga harus memperhatikan pola makan dan tetap aktif. 

Baca juga: Obat yang Biasa Diresepkan Dokter untuk Diabetes Melitus

Membatasi garam dan protein dalam makanan dapat menurunkan tekanan darah dan mencegah ginjal bekerja terlalu keras. Dokter dapat meresepkan penghambat saluran kalsium, diuretik, atau obat lain yang menurunkan tekanan darah.  Penghambat enzim pengubah angiotensin dan penghambat reseptor angiotensin adalah dua obat yang menurunkan tekanan darah dan melindungi ginjal dari kerusakan tambahan.

Kamu bisa cek kebutuhan kesehatan di Halodoc untuk mengatasi masalah kencing berbusa. Semua kebutuhan kesehatan kamu tersedia di Halodoc dan pesanan kamu pun akan segera tiba di rumah kamu kurang dari satu jam. Yuk, download Halodoc melalui App Store atau Google Play!

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Foamy urine: What does it mean?
Healthline. Diakses pada 2021. Why Is My Urine Foamy?