Pengobatan Rumahan untuk Mengatasi Epididimitis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Jangan Keliru, Ketahui Mitos Tentang Bell's Palsy

Halodoc, Jakarta – Epididimitis adalah peradangan saluran epididimis yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan penyaluran sperma. Ketika terjadi peradangan, saluran epididimis menjadi bengkak dan menimbulkan nyeri. Lantas, apa saja tanda dan gejala epididimitis? Adakah pengobatan mandiri di rumah yang bisa dilakukan? Ketahui faktanya di sini.

Baca Juga: Jangan Disepelekan, Ini Bahaya Epididimitis untuk Pria

Mengenal Jenis Epididimitis

Terdapat dua jenis epididimitis yang perlu diwaspadai, yaitu:

  • Epididimitis akut, peradangan saluran sperma yang terjadi mendadak dan berkembang cepat. Jenis epididimitis ini biasanya lebih cepat sembuh (kurang dari enam minggu).
  • Epididimitis kronis, peradangan saluran sperma yang berkembang perlahan dan menimbulkan nyeri tumpul. Jenis epididimitis ini berlangsung lebih lama dibanding epididimitis akut (lebih dari enam minggu).

Gejala dan Penyebab Epididimitis

Gejala epididimitis adalah pembengkakan skrotum (disertai sensasi hangat dan nyeri saat disentuh), nyeri pada testis, darah pada cairan sperma, nyeri saat buang air kecil, sering ingin buang air kecil, muncul benjolan di sekitar testis, ujung Mr P mengeluarkan cairan abnormal, nyeri saat ejakulasi, rasa tidak nyaman di perut bagian bawah atau sekitar panggul, pembesaran kelenjar getah bening, dan demam.

Kemunculan gejala disebabkan oleh infeksi bakteri, endapan urine di dalam epididimis, gondongan, efek samping amiodarone, torsio testis, penyakit Behcet, tuberkulosis, dan infeksi menular seksual (seperti gonore, chlamydia).

Seseorang berisiko tinggi mengidap epididimitis jika sering berganti pasangan seksual (tanpa menggunakan kondom), dan belum disunat. Adanya riwayat infeksi menular seksual, pernah menjalani prosedur medis yang memengaruhi saluran urine, mengidap pembesaran prostat, memiliki letak anatomis saluran kemih abnormal, dan penggunaan kateter dalam jangka panjang juga meningkatkan risiko terjadinya epididimitis.

Baca Juga: Apakah Epididimitis Bisa Disembuhkan?

Diagnosis dan Pengobatan Mandiri Epididimitis

Diagnosis epididimitis ditetapkan melalui tes sampel cairan, tes darah, tes urine, pemeriksaan colok dubur, dan USG. Setelah diagnosis ditetapkan, berikut ini pengobatan mandiri di rumah yang bisa dilakukan:

  • Konsumsi antibiotik dan obat pereda nyeri.
  • Istirahat di kasur setidaknya selama 2-3 hari, dengan posisi skrotum terangkat (dibantu penopang), untuk mencegah regangan berlebih pada skrotum.
  • Kompres skrotum dengan air dingin untuk mengurangi pembengkakan dan nyeri.
  • Hindari mengangkat beban berat, karena bisa memperburuk gejala yang dialami.

Jika obat belum berhasil mengatasi epididimis, pengidap bisa menjalani prosedur operasi, terutama jika muncul nanah di dalam saluran bergulung yang terletak di belakang testis. Prosedur operasi pengangkatan saluran epididimis (epididimektomi) dilakukan pada kasus yang lebih parah.

Waspadai Komplikasi Epididimitis

Tanpa penanganan yang tepat, epididimitis berpotensi menimbulkan komplikasi. Berikut ini komplikasi epididimitis yang perlu diwaspadai:

  • Muncul abses (infeksi bernanah) pada bagian tubuh yang terinfeksi.
  • Menurunnya kesuburan dan kualitas sperma pada pria.
  • Robeknya lapisan kulit skrotum.
  • Matinya jaringan testis akibat kekurangan darah (testicular infarction).

Baca Juga: Komplikasi yang Bisa Disebabkan oleh Epididimitis

Itulah pengobatan rumahan untuk mengatasi epididimitis yang bisa kamu coba. Kalau ada pertanyaan lain seputar pengobatan epididimitis, jangan ragu bertanya pada dokter Halodoc. Kamu hanya perlu membuka aplikasi Halodoc dan masuk ke fitur Talk to A Doctor untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!