• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pengobatan Rumahan untuk Meredakan Penyakit Asam Lambung

Pengobatan Rumahan untuk Meredakan Penyakit Asam Lambung

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Pengobatan Rumahan untuk Meredakan Penyakit Asam Lambung

Halodoc, Jakarta - Penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) sering kali membuat pengidapnya kewalahan akibat rasa terbakar di dada dan ulu hati. Gangguan pada organ lambung ini terjadi karena melemahnya otot bagian bawah kerongkongan (lower esophageal sphincter/LES).

Otot LES ini memiliki bentuk seperti cincin yang bertugas untuk membuka dan menutup saluran kerongkongan. Otot ini akan mengendur agar makanan masuk dari kerongkongan ke dalam lambung saat makan. Kemudian, otot LES akan menutup kembali ketika makanan telah turun ke dalam lambung.

Nah, karena beberapa kondisi tertentu, otot LES pada pengidap GERD telah mengalami pelemahan, sehingga isi lambung dan asam lambung naik kembali ke kerongkongan.

Pertanyaannya, bagaimana pengobatan rumahan atau cara meredakan penyakit asam lambung di rumah? 

Baca Juga: Jangan Sepelekan 3 Bahaya Akibat Asam Lambung

Tips Sederhana Atasi Asam Lambung di Rumah

Pengidap penyakit asam lambung direkomendasikan untuk melakukan perubahan gaya hidup. Tujuannya agar gejalanya mereda dan mencegah kambuhnya penyakit asam lambung. Nah, berikut ini cara yang bisa dilakukan di rumah untuk meredakan dan mencegah penyakit asam lambung.

1. Pertahankan Berat Badan Ideal

Berat badan berlebih memberikan tekanan pada perut, dan mendorong perut sehingga menyebabkan asam lambung mengalir kembali ke kerongkonga.

2. Berhenti Merokok

Pengidap GERD disarankan untuk berhenti merokok. Kebiasaan tidak menyehatkan ini bisa menurunkan kemampuan sfingter esofagus bagian bawah untuk berfungsi dengan baik. 

3. Jangan Berbaring setelah Makan

Jangan sekali-kali berbaring setelah makan, sebaiknya tunggu setidaknya tiga jam setelah makan sebelum berbaring atau tidur.

4. Makan dengan Perlahan dan Porsi Kecil

Baik saat asam lambung menyerang atau tidak, sebaiknya makanalah secara perlahan dan kunyah makanan dengan saksama. Selain itu, kamu juga dianjurkan untuk makan dengan porsi kecil.

Pasalnya, makan dengan porsi besar bisa membuat lambung terisi penuh dan menekan diafragma. Selain itu, lambung yang terisi penuh juga memicu makanan kembali naik ke kerongkongan.

5. Hindari Makanan dan Minuman Bergas

Makanan seperti ini bisa membuat asam lambung semakin menjadi-jadi. Oleh sebab itu hindarilah makanan dan minuman yang bergas seperti pisang ambong, sawi, kedondong, minuman bersoda, buah yang dikeringkan, buah nangka, hingga sayur kol.

Di samping itu, hindari pula makanan yang memicu refluks lainnya. Contohnya, makanan berlemak atau digoreng, saus tomat, alkohol, cokelat, mint, bawang putih, bawang merah, dan kafein.

Baca Juga: Sembuhkan Asam Lambung dengan 5 Makanan Ini

6. Jangan Kenakan Pakaian Ketat

Agar penyakit asam lambung tak semakin parah, hindari menggunakan pakaian atau celana ketat. Alasannya pakaian seperti ini bisa memberikan tekanan pada perut dan dan sfingter esofagus bagian bawah.

7. Hal Lain yang Perlu Diperhatikan

Ada pula pengobatan rumahan yang dapat membantu untuk mengatasi penyakit asam lambung, yaitu:

  • Hindari mengonsumsi minuman beralkohol. 
  • Hindari minuman berkafein.
  • Tinggikan kepala saat tidur.
  • Hindari obat-obatan seperti aspirin, ibuprofen (Advil, Motrin), atau naproxen (Aleve, Naprosyn).

Nah, andaikan cara-cara di atas tidak membantu, kamu bisa membeli obat-obatan menggunakan aplikasi Halodoc, untuk membantu meredakan penyakit asam lambung di rumah. Sangat praktis, bukan? 

Kapan Perlu ke Dokter?

Jangan sekali-kali menganggap remeh penyakit asam lambung. GERD yang dibiarkan tanpa penanganan bisa memicu berbagai komplikasi. Oleh sebab itu, segera temui dokter bila gejala atau keluhan akibat GERD tak kunjung membaik. 

Menurut National Institutes of Health, segera temui dokter bila penyakit asam lambung menyebabkan:

  • Tersedak (batuk, sesak napas).
  • Berdarah.
  • Merasa cepat kenyang saat makan.
  • Sering muntah.
  • Suara serak.
  • Kehilangan selera makan.
  • Kesulitan menelan (disfagia) atau nyeri saat menelan (odynophagia).
  • Terjadinya penurunan berat badan.
  • Merasa seperti ada makanan atau pil yang menempel di belakang tulang dada.

Baca juga: 6 Tips Aman Puasa bagi Pengidap Sakit Lambung

Nah, bagi kamu yang mengalami keluhan-keluhan di atas, kamu bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan saran dan penanganan medis yang tepat. Praktis, kan? 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Gastroesophageal reflux disease (GERD)
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2021.
Gastroesophageal reflux disease
Everyday Health. Diakses pada 2021. Smoking Can Lead to GERD