• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pengobatan Trombositosis Berdasarkan Jenisnya

Pengobatan Trombositosis Berdasarkan Jenisnya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Darah menjadi salah satu komponen yang cukup penting dalam tubuh. Tanpa darah bisa dipastikan tubuh tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Darah sendiri memiliki 3 jenis sel darah di dalamnya, yaitu sel darah merah, sel darah putih, dan juga trombosit. Namun, berbeda dengan sel darah merah dan sel darah putih, trombosit merupakan fragmen sel berukuran kecil yang memiliki fungsi penting dalam proses pembekuan darah.

Baca juga: Ketahui Penyebab Seseorang Dapat Terkena Trombositosis

Normalnya, jumlah trombosit dalam darah berkisar 150.000–400.000 trombosit per mikroliter darah. Namun, berbagai pemicu dapat menyebabkan gangguan pada jumlah trombosit. Jumlah trombosit yang terlalu tinggi dari kadar normal dikenal sebagai trombositosis. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko stroke atau gangguan jantung. Pengobatan dapat dilakukan, tetapi disesuaikan berdasarkan tingkat keparahannya. Berikut ulasan mengenai pengobatan trombositosis.

Kenali Penyebab Trombositosis

Trombosit merupakan salah satu bagian dari darah yang memiliki peran cukup vital dalam proses pembekuan darah dengan cara menempel dan membentuk gumpalan. Hal inilah yang dapat membahayakan kesehatan ketika kadar trombosit dalam darah terlalu banyak. Berbagai risiko gangguan kesehatan dapat dialami oleh pengidap trombositosis, seperti stroke hingga gangguan jantung.

Lalu, apa penyebab trombositosis? Ada dua jenis penyebab trombositosis:

1.Trombositosis Primer

Melansir dari Cleveland Clinic, trombositosis primer merupakan kondisi yang terjadi akibat adanya sel abnormal pada sumsum tulang belakang. Hal ini menyebabkan tubuh memproduksi trombosit secara berlebihan.

2.Trombositosis Sekunder

Trombositosis sekunder merupakan kondisi kenaikan jumlah trombosit yang dipengaruhi adanya penyakit lain dalam tubuh, misalnya penyakit kanker, anemia, adanya peradangan atau infeksi pada tubuh, serta riwayat lakukan tindakan pembedahan, khususnya pengangkatan limpa.

Baca juga: 7 Ciri Tingginya Jumlah Trombosit Dalam Darah

Inilah Gejala Trombositosis

Umumnya, pengidap gejala trombositosis tidak mengalami gejala pada awalnya. Biasanya, pengidap trombositosis sekunder akan mengalami gejala terkait dengan penyakit yang dialaminya. Sedangkan pengidap trombosit primer, akan mengalami beberapa gejala yang berhubungan dengan pembekuan darah atau perdarahan, seperti:

  1. Sakit kepala;
  2. Pusing;
  3. Nyeri dada;
  4. Kelelahan;
  5. Mati rasa;
  6. Kesemutan.

Itulah beberapa gejala yang dialami oleh pengidap trombositosis primer. Jika kamu memiliki penyakit yang dapat memicu kondisi ini, sebaiknya segera tanyakan langsung pada dokter mengenai keluhan kesehatan yang kamu rasakan terkait penyakit trombositosis.

Atasi Trombositosis dengan Tepat

Trombositosis biasanya dapat terdeteksi saat kamu melakukan pemeriksaan darah secara lengkap. Tes ini dapat membuat kamu mengetahui kadar jumlah trombosit dalam darah. Selain itu, dokter akan melakukan tes apus darah tepi untuk melihat aktivitas trombosit dalam darah, kadar zat besi dalam darah, tes penanda peradangan, serta tes genetik.

Saat terdiagnosis mengalami trombositosis, tentunya pengobatan harus dilakukan dengan tepat. Pengobatan untuk mengatasi trombositosis ditentukan dari jenis trombositosis yang kamu alami. 

1.Bagi pengidap trombositosis primer, selama tidak mengalami gejala dan stabil, kondisi ini tidak memerlukan perawatan di rumah sakit. Biasanya dokter akan memberikan obat pengencer darah untuk menghindari risiko penggumpalan darah.

2.Trombositosis sekunder akan diatasi sesuai dengan penyebab. Melansir Mayo Clinic, jika kamu mengalami trombositosis akibat perdarahan yang disebabkan cedera atau tindakan bedah, biasanya jumlah trombosit akan menurun dengan sendirinya dan kembali normal. Jika trombositosis disebabkan infeksi atau peradangan, maka jumlah trombosit dapat kembali normal ketika sumber infeksi atau peradangan diatasi. 

Baca juga: Trombosit dalam Darah Tinggi Bisa Menjadi Penyakit

Itulah pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi trombositosis. Jangan ragu untuk rutin lakukan pemeriksaan kesehatan, khususnya pemeriksaan darah lengkap agar kamu dapat memastikan kondisi kesehatan. Kamu bisa mencari tahu rumah sakit terdekat pada aplikasi Halodoc untuk lakukan pemeriksaan tersebut. 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Thrombocytosis.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Thrombocytosis.