Begini Cara Pengobatan untuk Kondisi Rhinitis Vasomotor

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Begini Cara Pengobatan untuk Kondisi Rhinitis Vasomotor

Halodoc, Jakarta – Menurut penelitian yang dipublikasikan oleh Asthma Respiratory Foundation, diperkirakan 10 persen penduduk dunia mengidap rhinitis vasomotor. Kondisi ini terjadi karena respons sensitif dari pembuluh darah pada selaput lendir hidung.

Walaupun tidak alergi, misalnya dengan serbuk sari, debu, jamur, atau bulu binatang, karena kondisi pembuluh darah di hidung yang sensitif jadinya pengidap rhinitis vasomotor akan mengalami bersin dan hidung berair. Mengetahui penyebabnya dapat membantu mengobati gejala, cari tahu di sini!

Pengobatan untuk Rhinitis Vasomotor

Seberapa besar gangguan yang diberikan akibat kondisi rhinitis vasomotor akan menjadi pertimbangan pemilihan pengobatan untuk situasi ini. Biasanya kalau kamu sudah tahu debu dan bulu kucing akan membuat kamu mengalami gejala alergi, ada baiknya kamu menghindari paparan tersebut. 

Bila kondisi sudah sangat mengganggu, dokter akan menyarankan pengobatan berikut:

  1. Obat Semprot Hidung

Obat semprot hidung di apotek bisa mengandung oxymetazoline yang dapat meringankan gejala tidak nyaman dan membantu merilekskan membran di hidung. 

  1. Kortikosteroid

Bisa berupa obat tablet ataupun semprot hidung untuk meredakan peradangan dan sensasi alergi. Selain jenis kortikosteroid, ada juga jenis antihistamin dan antikolinergik yang bisa digunakan untuk mengurangi gejala serupa.

Mengenai pemilihannya yang mana yang terbaik kamu bisa langsung tanyakan ke Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Pada beberapa kondisi, bedah menjadi pilihan untuk pengobatan bila terjadi komplikasi yang bisa lebih membahayakan kesehatan. Apa saja komplikasi dari rhinitis vasomotor?

Baca juga: Ini yang Perlu Diketahui Tentang Rhinitis

Komplikasi yang Disebabkan Rhinitis Vasomotor

Dalam sebuah hasil penelitian yang dipublikasikan oleh US National Library of Medicine, diperkirakan terdapat hubungan antara rhinitis vasomotor dan penyakit migrain. Dalam penelitian tersebut dikatakan, bisa jadi kondisi dalam hidung yang alergi menyebabkan migrain. 

Rhinitis vasomotor adalah kondisi yang bisa mengembangkan penyakit lain bila tidak ditangani secara tepat. Berikut ini jenis komplikasi yang bisa dipicu oleh rhinitis vasomotor:

  1. Polip hidung

Polip hidung adalah pembengkakan menyerupai daging yang tumbuh dari lapisan hidung atau sinus. Ini muncul akibat peradangan selaput hidung yang salah satunya disebabkan oleh rhinitis. Jika polip hidung membesar akan dapat mengganggu pernapasan dan mengurangi kemampuan indra penciuman.

Polip kecil dapat menyusut dengan menggunakan semprotan hidung kortikosteroid, tetapi ukuran polip yang terlalu besar mungkin perlu diangkat melalui pembedahan.

Baca juga: Peduli Kesehatan, Ini Bedanya Rhinitis Alergi dan Rhinitis Non-Alergi

  1. Radang dalam Selaput Hidung

Komplikasi rhinitis yang paling sering terjadi adalah radang dalam selaput hidung atau biasa disebut sinusitis. Biasanya, jika sinus menjadi penuh dengan lendir, cairan mengalir keluar. Namun, jika cairan tidak dapat mengalir, akibat dari penyumbatan, sangat dapat terinfeksi oleh bakteri.

Baca juga: Hidung Mampet Berkepanjangan, Awas Gejala Rhinitis Alergi

Gejala umum sinusitis meliputi:

  1. Rasa sakit berdenyut di area sinus, bahkan gigi nyeri atau sakit di rahang saat makan

  2. Hidung tersumbat atau berair. Hidung bisa menghasilkan lendir berwarna kehijauan atau kekuningan. Jika hidung tersumbat oleh lendir, rasa sakit dan nyeri di daerah yang terkena mungkin menjadi lebih buruk

  3. Demam lebih dari 38 derajat Celsius 

Perlu diketahui, gejala sinusitis dapat dihilangkan dengan menggunakan obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas, seperti parasetamol, ibuprofen, atau aspirin. Ini akan meredakan sakit kepala, menurunkan demam dan rasa sakit ataupun nyeri yang kamu rasakan. 

Referensi:
Asthma Respiratory Foundation (Diakses pada 2019). Vasomotor Rhinitis
Mayo Clinic (Diakses pada 2019). Nonallergic Rhinitis
US National Library of Medicine (Diakses pada 2019). Allergic Rhinitis and Chronic Daily Headaches:  Is There a Link?
Health Service Executive (Diakses pada 2019), Rhinitis, non allergic