Pengobatan untuk Mengatasi Granuloma Inguinale

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Pengobatan untuk Mengatasi Granuloma Inguinale

Halodoc, Jakarta – Granuloma inguinale adalah penyakit yang tidak boleh dianggap sepele sama sekali. Penyakit menular seksual yang satu ini disebut bisa memicu komplikasi berbahaya, bahkan berujung pada kematian pengidapnya. Lantas, apa sebenarnya penyebab penyakit ini? Bagaimana cara pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi granuloma inguinale? 

Sebelumnya perlu diketahui, granuloma inguinale adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi bakteri Klebsiella granulomatis dan sering menyerang area seputar alat kelamin (genital) hingga anus. Penyakit ini ditandai dengan muncul benjolan berwarna merah pada area infeksi dan membesar secara perlahan. Pengobatan perlu dilakukan segera untuk mencegah komplikasi berbahaya. Umumnya, granuloma inguinale diobati dengan pemberian antibiotik, yang digunakan dalam jangka panjang hingga luka benar-benar sembuh.

Baca juga: Kenali 3 Tahapan Granuloma Inguinale

Mengenal Granuloma Inguinale dan Cara Menanganinya 

Penyakit ini ditandai dengan munculnya benjolan berwarna merah di area yang terinfeksi. Benjolan itu bisa pecah dan membentuk luka. Jika dibiarkan tanpa pengobatan sama sekali, kondisi ini bisa berkembang dan membentuk jaringan parut yang bisa berujung pada pembengkakan permanen di area genital. Pengidap penyakit ini harus benar-benar menjaga kebersihan area yang luka atau terinfeksi dan melakukan pengobatan sesuai anjuran. 

Area yang terinfeksi harus selalu dibersihkan. Pengidap granuloma inguinale juga disarankan untuk berhenti berhubungan seksual hingga sembuh. Orang dengan riwayat penyakit ini dianjurkan untuk selalu melakukan seks aman, yaitu dengan kondom dan hindari berhubungan dengan orang yang memiliki riwayat seksual tidak jelas. Setelah dinyatakan sembuh, pengidap penyakit ini tetap disarankan untuk melakukan pemeriksaan ulang sebagai upaya mencegah penyakit ini muncul lagi. 

Penyakit granuloma inguinale menyebar melalui hubungan seksual yang tidak sehat, dan ternyata paling sering menyerang pria dibanding wanita. Risiko penyakit ini meningkat pada pria yang berada di antara usia 20–40 tahun. Gejala dari penyakit ini biasanya baru akan terlihat setelah 1 hingga 12 minggu bakteri menyerang tubuh. Granuloma inguinale pada pria bisa menyerang penis, skrotum, paha, dan wajah. Sedangkan pada wanita, bakteri penyebab penyakit ini seringnya ditemukan pada vulva, vagina, serta anus, dan wajah. 

Ada tiga tahap perkembangan luka akibat penyakit granuloma inguinale. 

  • Tahap Pertama 

Tahap ini dimulai dengan munculnya benjolan merah kecil, dan sering dikira jerawat. Namun semakin lama, benjolan tersebut akan berkembang dan membesar dengan permukaan yang lembut. Benjolan pada tahap ini jarang menimbulkan rasa sakit, tetapi bisa menyebabkan terjadi perdarahan kapan saja. 

Baca juga: Pria Rentan Terkena Granuloma Annulare, Ini Alasannya

  • Tahap Kedua 

Tahap di mana infeksi yang terjadi mulai merusak kulit. Pada masa ini, luka alias ulkus berkembang menjadi tukak kering yang besar, hal itu menyebabkan luka terlihat seperti kutil kelamin. Luka pada tahap ini biasanya mengeluarkan bau tidak sedap atau bau busuk. 

  • Tahap Ketiga

Setelah itu, luka akan masuk ke tahap ketiga. Pada tahap ini, tukak berkembang lebih dalam, sehingga membentuk jaringan parut pada area tersebut. Pada beberapa kasus, penyakit granuloma inguinale bisa menyebar hingga ke kelenjar getah bening di area lipatan paha. Hal itu kemudian menyebabkan muncul benjolan di area tersebut. 

Baca juga: 3 Penyakit Menular Seksual yang Berbahaya

Masih penasaran tentang granuloma inguinale atau penyakit menular seksual lainnya? Tanya dokter di aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Healthline (2019). What You Need to Know About Granuloma Inguinale
CDC.gov (2019). Granuloma Inguinale (Donovanosis)
Halodoc (2019). Kenali 3 Tahapan Granuloma Inguinale