• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pengobatan untuk Mengatasi Osteoporosis pada Lansia

Pengobatan untuk Mengatasi Osteoporosis pada Lansia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Pengobatan untuk Mengatasi Osteoporosis pada Lansia

“Seiring dengan bertambahnya usia, kekuatan dan kepadatan tulang akan mengalami penurunan sehingga rentan terjadi osteoporosis. Jika sudah terjadi, tentu perlu dilakukan pengobatan agar komplikasinya tak semakin membahayakan. Ini pilihan pengobatan osteoporosis pada lansia yang bisa dicoba.”

Halodoc, Jakarta – Osteoporosis terjadi saat kepadatan tulang mulai menurun sehingga tulang menjadi mudah rapuh, lemah, dan mudah patah. Inilah mengapa masalah kesehatan tersebut juga dikenal dengan istilah pengeroposan tulang. Kondisi ini memang kerap terjadi seiring dengan usia yang semakin bertambah, baik pada pria maupun wanita. 

Mengapa Lansia Rentan Mengalami Osteoporosis?

Seharusnya, tulang pada tubuh manusia mengalami regenerasi dengan cepat dalam kondisi lebih kuat dan padat. Akan tetapi, seiring dengan pertambahan usia, tulang yang lama yang tidak segera diganti dengan tulang baru tidak akan bertumbuh. Inilah mengapa secara perlahan tulang akan semakin rapuh. Kepadatan tulang akan mengalami penurunan sehingga rentan terjadi pengeroposan dan keretakan tulang. 

Banyak sekali faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya osteoporosis pada lansia, di antaranya:

  • Asupan kalsium dan vitamin D tubuh yang tidak terpenuhi sehingga membuat kepadatan tulang berkurang. 
  • Kurangnya hormon androgen pada pria dan estrogen pada wanita.
  • Kurangnya melakukan aktivitas fisik karena penurunan kepadatan tulang.

Baca juga: 5 Olahraga yang Bisa Cegah Osteoporosis

Lalu, bagaimana dengan komplikasinya? Patah tulang, terlebih pada bagian pinggul dan tulang belakang menjadi komplikasi yang terbilang serius dari osteoporosis. Patah tulang pada bagian pinggul sering terjadi karena jatuh dan bisa berdampak pada terjadinya kecacatan dan risiko kematian yang tinggi pada tahun pertama setelah cedera terjadi. 

Sementara itu, pada beberapa kasus, patah tulang yang terjadi pada area tulang belakang bisa saja terjadi meski seseorang tidak jatuh. Pasalnya, tulang yang menyusun dan membentuk tulang belakang bisa mengalami perlemahan sehingga sangat rentan hancur. Kondisi ini biasanya akan berdampak pada nyeri punggung, postur tubuh membungkuk ke depan, hingga hilangnya tinggi badan. 

Pilihan Pengobatan untuk Mengatasi Osteoporosis pada Lansia

Lansia yang memiliki risiko tinggi mengalami osteoporosis perlu melakukan pemeriksaan kepadatan tulang secara rutin. Caranya tentu akan lebih mudah melalui aplikasi Halodoc, buat saja janji berobat di rumah sakit terdekat jadi tidak perlu lagi mengantre. Oleh karena itu, pastikan sudah ada aplikasi Halodoc di ponselmu, ya! Download segera aplikasinya!

Baca juga: Banyak Macamnya, Ketahui 4 Jenis Osteoporosis Ini

Perlu diketahui bahwa pengobatan osteoporosis berfokus untuk membantu meringankan gejalanya, membantu menguatkan kepadatan tulang, melambatkan proses pengeroposan, dan mencegah terjadinya patah tulang. Beberapa pilihan obatnya, yaitu:

  1. Nonhormonal

Pengobatan osteoporosis nonhormonal dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:

  • Pemberian Suplemen Vitamin D dan Kalsium 

Vitamin D dan kalsium memiliki fungsi untuk menjaga kepadatan tulang dan mencegah terjadinya keretakan. Biasanya, dosisnya diresepkan sesuai dengan kebutuhan setiap pengidap.

  • Pemberian Bifosfonat

Selain itu, terapi nonhormonal juga dilakukan dengan pemberian bifosfonat yang berfungsi untuk menjaga kepadatan tulang dengan cara melambatkan pemecahan jaringan tulang. 

Baca juga: Yuk, Kenalan Dengan Olahraga Pencegah Osteoporosis

  1. Hormonal

Pilihan pengobatan ini dilakukan dengan memberikan hormon tertentu untuk membantu menjaga kepadatan dan kekuatan tulang. Pilihannya, antara lain:

  • Terapi Hormon estrogen

Cara ini dilakukan untuk wanita yang telah memasuki masa menopause yang memang rentan mengalami osteoporosis. Meski begitu, ada sederet risiko lain yang bisa terjadi sebagai dampak dari terapi ini, yaitu kanker ovarium, kanker payudara, hingga stroke.

  • Selective Estrogen Receptor Modulators (SERMs)

Salah satu jenis terapi SERMs yang digunakan untuk menangani osteoporosis adalah raloxifene. Obat ini bekerja secara aktif dengan mempertahankan kepadatan tulang sekaligus mengurangi risiko patah tulang.

  • Terapi Hormon testosteron

Sementara itu, terapi hormon testosteron dilakukan pada pria yang mengalami kondisi hipogonadisme atau ketidakmampuan untuk membuat hormon seks secara normal.

  • Konsumsi Obat Penumbuh Tulang

Pemberian obat ini ditujukan untuk membantu meningkatkan kepadatan tulang, Obat ini hanya diberikan apabila kepadatan tulang memang berada pada angka yang sangat rendah.  

  • Pemberian Kalsitonin

Lalu, dokter juga bisa menyarankan pemberian kalsitonin, hormon yang berfungsi menguatkan kepadatan tulang. Hormon ini akan bekerja secara aktif dengan cara menghambat kerja sel yang melemahkan tulang. Obat kalsitonin diberikan dalam bentuk suntikan.

Itu tadi beberapa pilihan pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi osteoporosis. Segera lakukan pengobatan apabila telah merasakan gejala kerapuhan dan pengeroposan tulang, terlebih pada wanita lansia yang telah memasuki masa menopause.

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg
Referensi: 
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Osteoporosis.
MSD Manuals. Diakses pada 2021. Osteoporosis.
NHS. Diakses pada 2021. Osteoporosis.