• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pengobatan yang Ampuh Atasi Mata Ikan di Telapak Kaki

Pengobatan yang Ampuh Atasi Mata Ikan di Telapak Kaki

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Mata ikan yang tumbuh di kaki terjadi karena reaksi alami kulit. Mata ikat merupakan sebuah upaya tubuh untuk melindungi diri dari gesekan dan tekanan yang terjadi secara berulang, sehingga menyebabkan permukaan kulit kaki menebal atau mengeras. 

Siapapun dapat mengalami mata kaki. Namun, perlu kamu ketahui bahwa mata kaki berbeda dengan kapalan. Mata ikan terlihat seperti penumpukan kulit dan memiliki pusat inti. Terdapat beberapa jenis mata ikan, yaitu mata ikan keras, mata ikan lunak, dan mata ikan kecil. 

Pilihan Pengobatan Mata Ikan di Kaki

Pada biasanya, mata ikan dapat diobati tanpa harus melalui prosedur operasi. Dokter biasanya hanya merekomendasikan operasi jika posisi tulang kurang baik, sehingga mengakibatkan terjadinya gesekan yang berujung pada tumbuhnya mata ikan. Inilah cara-cara untuk mengobati mata ikan tanpa prosedur operasi:

1. Dengan Menggunakan Batu Apung

Untuk mengobati mata ikan dengan batu apung, langka pertama kamu perlu merendam kaki di dalam air hangat terlebih dulu supaya kulit kaki menjadi lebih lunak. Setelah itu gosok mata ikan di telapak kaki dengan menggunakan batu apung secara perlahan untuk mengikis penumpukan kulit. Terakhir, oleskan pelembap ke area kulit yang terkikis supaya kulit tetap lembap dan halus. Inilah salah satu cara yang ampuh untuk mengobat mata ikan di kaki.

Baca juga: Mata Ikan, Enggak Terlihat tapi Ganggu Kaki Melangkah 

2. Tipiskan Penumpukan Kulit dengan Pisau

Cara ini umumnya dilakukan oleh dokter supaya dapat mengurangi rasa nyeri akibat mata ikan yang sudah menebal. 

3. Gunakan Obat-obatan Penghilang Mata Ikan

Sejumlah obat-obatan yang mengandung asam salisilat bermanfaat untuk melunakkan dan mengangkat kulit mati, sehingga mata ikan dapat diobati. Pengobatan dengan asam salisilat juga berkhasiat untuk melunakkan dan mengangkat kulit mati, sehingga mata ikan bisa hilang.

Obat asam salisilat bisa kamu dapatkan di apotek. Namun, bagi pengidap penyakit arteri perifer, diabetes, dan neuropati perifer sebaiknya hindari penggunaan asam salisilat. Bicarakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc mengenai pengobatan yang tepat. 

4. Gunakan Obat dan Antibiotik dengan Resep Dokter

Umumnya dokter akan merekomendasikan obat atau prosedur medis untuk mengobati mata ikan. Selain itu, dokter juga akan membantu mencari tahu penyebab munculnya mata ikan. Penggunaan antibiotik berfungsi untuk mencegah dan mengatasi infeksi pada penanganan mata ikan yang dilakukan secara mandiri. 

Baca juga: Sering Dianggap Sama, Apa Beda Kapalan dan Mata Ikan?

Mencegah Terjadinya Mata Ikan

Untuk memastikan mata ikan tidak berkembang atau kambuh setelah perawatan, kamu perlu menghilangkan kondisi yang menyebabkannya. Berikut beberapa tips yang dapat kamu lakukan untuk membantu menghilangkan gesekan dan mencegah pembentukan mata ikan:

  • Kenakan sepatu dan kaus kaki yang pas. Sebelum membeli sepatu, ukur kaki terlebih dahulu. Jangan pilih sepatu yang terlalu longgar atau terlalu ketat, melainkan yang pas.

  • Potong kuku kaki. Jika kuku kaki kamu terlalu panjang, kaki akan mendorong paksa sepatu. Ini dapat menyebabkan tekanan yang menyebabkan jagung terbentuk dari waktu ke waktu. 

  • Jaga kaki tetap bersih. Cucilah kaki setiap hari dengan sabun, air, dan sikat kaki. 

  • Jaga kaki agar tetap lembap. Gunakan krim kaki secara teratur untuk mencegah kekeringan atau gesekan. 

Baca juga: Benarkah Penanganan Mata Ikan Harus dengan Operasi?

Mata ikan adalah kondisi non-kanker yang dapat dikelola dengan pengobatan rumahan atau perawatan medis, sedangkan pembedahan jarang dilakukan. Setelah perawatan berhasil, mata ikan dapat muncul kembali jika area yang terkena teriritasi lagi oleh gesekan atau tekanan. Untuk itu, kamu harus mengenakan sepatu yang pas untuk mencegah mata ikan berkembang dan ingatlah untuk merawat telapak kaki dengan benar. 

Referensi:

Healthline. Diakses pada 2020. How to Get Rid of Corns at Home.