• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pengobatan yang Bisa Dilakukan Pengidap Sindrom Rasmussen
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pengobatan yang Bisa Dilakukan Pengidap Sindrom Rasmussen

Pengobatan yang Bisa Dilakukan Pengidap Sindrom Rasmussen

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 25 November 2022

“Sindrom Rasmussen adalah penyakit neurologis inflamasi kronis langka yang hanya menyerang satu belahan otak. Karena sulit atau tidak mungkin dikendalikan dengan pengobatan, pilihan pengobatan paling efektif adalah pembedahan, termasuk hemispherectomy.”

Pengobatan yang Bisa Dilakukan Pengidap Sindrom RasmussenPengobatan yang Bisa Dilakukan Pengidap Sindrom Rasmussen

Halodoc, Jakarta – Sindrom Rasmussen muncul dengan gejala kejang yang sering dan parah, kehilangan keterampilan motorik dan bicara, kelumpuhan pada satu sisi tubuh (hemiparesis), radang otak (ensefalitis), dan kemunduran mental. Pengobatan Sindrom Rasmussen sering kali melalui kombinasi pemberian obat antikejang, terapi, dan bedah.

Tahap Perkembangan Sindrom Rasmussen

Anak dengan Sindrom Rasmussen akan mengalami kejang yang terjadi di setengah atau satu wilayah otak. Selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun, kejang ini berdampak negatif pada fungsi otak. Ada tiga tahap dari sindrom ini:

  • Tahap prodromal. Selama tahap ini, seorang anak mengalami kejang fokal sebentar-sebentar. Ini berarti kejang tidak sering terjadi. Anak sering tidak memiliki masalah neurologis.
  • Tahap akut. Selama tahap ini, kejang menjadi lebih sering. Sisi otak yang terkena akan menyusut. Hal ini menyebabkan masalah dengan fungsi otak di daerah asal kejang. Selain gejala neurologis lainnya, kejang juga dapat menyebabkan kelemahan, perubahan penglihatan dan suara.
  • Tahap sisa. Selama tahap ini, ada lebih sedikit kejang. Namun, sering kali terjadi penyusutan yang signifikan di bagian otak. Penyusutan ini dapat menyebabkan masalah neurologis yang parah.

Pilihan Penanganan untuk Penyakit Rasmussen

Mengidentifikasi dan mendiagnosis Sindrom Rasmussen sejak dini adalah kunci untuk mengelola gangguan tersebut. Ada beberapa cara agar kondisi ini dapat dikelola dengan baik. 

Pastikan untuk mendiskusikan semua pilihan pengobatan harus dengan dokter. Adapun pilihan penanganan untuk Sindrom Rasmussen, di antaranya:

1. Obat antikejang

Penanganan kejang pada Sindrom Rasmussen melalui pemberian berbagai obat antikejang, sering kali obat gabungan. Obat terbaik untuk mengendalikan kejang fokal harus dikonsumsi lebih dahulu atau dikombinasikan dengan obat antikejang lainnya. Pilihan obatnya seperti okskarbazepin, levetiracetam, dan lacosamide.

2. Terapi imunomodulator

Obat-obatan yang menargetkan sistem kekebalan sangat membantu perkembangan Sindrom Rasmussen. Beberapa contohnya termasuk terapi steroid, tituximab, azathioprine, dan imunoglobulin intravena (IVIG). Dokter dapat memberikan obat secara kombinasi dengan melakukan diskusi dengan ahli saraf dan anak.

3. Bedah hemisferektomi

Pembedahan merupakan pilihan yang harus menjadi pertimbangan untuk mengatasi Sindrom Rasmussen. Meski dapat menimbulkan komplikasi, pembedahan sering kali merupakan pilihan pengobatan yang memberikan hasil paling baik daripada metode lainnya. 

Bahkan, orang tua yang memutuskan untuk melakukan pengobatan dan bedah sejak dini dapat membantu meminimalkan efek pada belahan otak lainnya. Adapun potensi komplikasi yang mungkin terjadi, termasuk perdarahan, infeksi, kelemahan sisi tubuh yang berlawanan, dan kehilangan penglihatan 

Sementara itu, apabila melakukan pembedahan lebih awal, otak dapat mentolerir hilangnya fungsi pada satu bagian. Hal ini dilakukan dengan membuat koneksi di sisi yang normal. Namun, tidak ada perawatan yang dapat menghentikan perkembangan kondisi ini.

Untuk sebagian besar anak-anak dengan Sindrom Rasmussen, operasi dini akan membantu mengurangi kejang. Tindakan ini bisa jadi memiliki dampak positif pada hasil kognitif dan fungsional. Namun, bahkan dengan pembedahan, banyak anak masih mengalami beberapa kondisi seperti:

  • Masalah kognitif.
  • Masalah dengan ucapan, berjalan, atau lainnya.

Sering kali, anak-anak dengan Sindrom Rasmussen perlu minum beberapa obat antikejang selama bertahun-tahun atau hingga sisa hidup mereka. Selain itu, anak dengan kondisi ini juga mungkin perlu sering dipantau dengan melakukan pemeriksaan EEG dan pencitraan otak. Sebab, sindrom ini sering kali merupakan gangguan seumur hidup.

Beberapa penyakit pada anak memang terbilang langka. Namun, tidak ada salahnya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin dan memenuhi semua kebutuhan medisnya. Cek dan download aplikasi Halodoc, gratis dari App Store maupun Play Store. 

Banner download aplikasi Halodoc
Referensi:
Child Neurology Foundation. Diakses pada 2022. Rasmussen Encephalitis.
Children’s Health. Diakses pada 2022. Pediatric Rasmussen’s Syndrome.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Rasmussens Encephalitis.