13 August 2018

Pengobatannya yang Mahal, Kenali Kanker Payudara HER2

kanker payudara

Halodoc, Jakarta - Beberapa waktu lalu isu kesehatan dihebohkan berkat kisah Yuniarti Tanjung yang mengidap kanker payudara HER2 positif yang akhirnya mendapat banyak simpati dan perhatian. Sebab  ia tidak lagi mendapat tanggungan obat kanker payudara HER2 positif yang bernama trastuzumab dari BPJS. Maklum aja, obatnya memang terkenal mahal.

Sebenarnya apa sih kanker payudara HER2 positif? Mengutip dari Mayo Clinic, kanker payudara HER2 positif adalah kanker payudara yang terdeteksi positif untuk protein yang disebut “human epidermal growth factor receptor 2” (HER2). Protein tersebut berfungsi untuk mendorong pertumbuhan sel  kanker.

HER2 merupakan gen yang menciptakan protein atau reseptor HER2. Reseptor tersebut yang membantu mengontrol pertumbuhan dan perbaikan sel-sel payudara. Namun, jika kelebihan protein HER2 justru bisa menyebabkan reproduksi sel payudara tidak terkontrol sehingga menimbulkan kanker payudara.

Baca juga: Kenali 6 Ciri Kanker Payudara

Kanker payudara HER2 positif ini memiliki sifat yang lebih agresif dibanding kanker payudara lainnya. Sekitar15-20 persen dari seluruh kasus kanker payudara di Indonesia merupakan  HER2 positif. Jenis stadium kanker ada 3 patokan, yaitu T (tumor), N (nodul, dan M (metastasis atau penyebabran).  Dimana kanker payudara HER2 positif mengandung T2, T3, N1, N2, dan M0.

Ada beberapa perawatan yang secara khusus menargetkan HER2. Perawatan ini efektif sehingga prognosis untuk kanker payudara HER2 sebenarnya cukup baik. Perawatan tersebut diantaranya:

  1. Ado-trastuzumab emtansine (Kadcyla).
  2. Lapatinib (Tykerb).
  3. Neratinib (Nerlynx).
  4. Pertuzumab (Perjeta).
  5. Trastuzumab (Herceptin).

Pada kenyataanya, kanker payudara HER2 positif umumnya cenderung tidak sensitif terhadap terapi hormon. Pengobatan kanker jenis ini lebih efektif dengan kemoterapi dan obat trastuzumab.

Perlu diketahui juga bahwa gejala umum kanker payudara ditandai dengan adanya benjolan di sekitar payudara. Namun, hal ini akan bertambah parah jika sel tersebut metastasi (menyebar) hingga ke kelenjar getah bening. Sayangnya, seringkali pengidap kanker payudara HER2 positif stadium I dan II tidak memiliki tanda yang mudah diamati. Itu sebabnya mereka yang dinyatakan mengidap stadium lanjut menaruh harapan pada kemoterapi dan obat trastuzumab.  

Baca juga: Deteksi Dini Kanker Payudara denan Cara Ini

Mengingat gejala kanker payudara HER2 sulit dideteksi, maka ada baiknya untuk meningkatkan awareness terhadap diri sendiri untuk mengidentifikasi kanker yang ada di tubuh. Sebaiknya pemeriksaan dilakukan, bisa dengan USG atau Mammography (mesin rontgen dosis rendah untuk memeriksa payudara).

Tingkat Kelangsungan Hidup Pengidap HER2

Sampai saat ini, belum ada penelitian khusus yang mampu memprediksi tingkat kelangsungan hidup untuk pengidap kanker payudara HER2 positif. Sebab penelitian masih sebatas tingkat kelangsungan hidup bagi semua jenis kanker.

Menurut American Cancer Society, terdapat tingkat kelangsungan hidup relatif selama lima tahun untuk wanita dengan pengidap semua jenis kanker payudara:

Stadium 0 - 1 (juga dikenal sebagai lokal atau nonmetastatik): hampir 100 persen.

Stadium 2: 93 persen.

Stadium 3: 72 persen.

Stadium 4 (juga dikenal sebagai metastatik): 22 persen.

Jika kamu belum sempat memeriksakannya ke rumah sakit, kamu bisa bertanya-tanya terlebih dahulu pada dokter Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter Halodoc kapan saja dan dimana saja melalui Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga, ya!