• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penjelasan tentang Glikolisis serta Penyakit yang Berkaitan
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penjelasan tentang Glikolisis serta Penyakit yang Berkaitan

Penjelasan tentang Glikolisis serta Penyakit yang Berkaitan

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 05 Agustus 2022

“Glikolisis adalah proses pemecahan glukosa agar tubuh mendapatkan energi. Saat proses ini terganggu, ada beberapa penyakit yang dapat terjadi, salah satunya diabetes.”

Penjelasan tentang Glikolisis serta Penyakit yang Berkaitan

Halodoc, Jakarta – Glikolisis berasal dari kata glukosa dan lisis (pemecahan). Artinya adalah proses pemecahan glukosa agar tubuh mendapatkan energi. Proses ini terjadi di sitoplasma sel dengan metode oksidasi.

Pemecahan glukosa di dalam tubuh menjadi piruvat atau laktat ini dapat menghasilkan ATP. Nah, Adenisin Trifosfat (ATP) ini yang digunakan oleh sel tubuh sebagai sumber tenaga. Dengan begitu, berbagai bagian tubuh dapat melakukan fungsinya dengan normal.

Proses ini juga berfungsi untuk merangsang pembentukan insulin agar kadar gula di dalam tubuh tetap normal. Selama proses ini dilakukan, tubuh tidak membutuhkan oksigen. Maka dari itu, glikolisis sangat penting untuk menjaga tubuh tetap mendapatkan energi, serta menjaganya agar gula tetap di kadar normal.

Pada organisme yang melakukan respirasi seluler atau proses mendapatkan energi, glikolisis adalah tahap pertama dari proses ini. Bukan hanya energi, energi yang dihasilkan dari proses ini juga sangat penting untuk perbaikan jaringan dan sel tubuh, hingga metabolisme.

Apa Saja Penyakit yang Berhubungan dengan Glikolisis

Seseorang yang mengalami gangguan pada proses pemecahan gula menjadi energi ini rentan terserang beberapa penyakit. Beberapa di antaranya adalah:

1. Diabetes

Diabetes adalah gangguan yang ditandai dengan tingginya kadar gula di dalam darah. Penumpukan glukosa ini bisa terjadi akibat adanya masalah dalam proses glikolisis. Tubuh yang kesulitan memecah gula darah membuat seseorang berisiko alami diabetes.

Hal ini juga diperparah saat kadar insulin di dalam tubuh tidak tercukupi. Maka dari itu, sangat penting untuk menjaga proses glikolisis di dalam tubuh tidak terganggu. Dengan begitu, risiko untuk alami diabetes dapat diminimalisir.

2. Penyakit Alzheimer

Mengutip dari International Journal of Molecular Sciences, ketidaknormalan pada proses glikolisis berhubungan dengan penyakit Alzheimer. Meski begitu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami sepenuhnya ketidaknormalan glikosis pada proses terjadinya gangguan ini.

3. Kanker

Sel-sel di dalam tubuh membutuhkan oksigen agar dapat berfungsi dengan semestinya. Namun, hal ini berbeda dengan sel kanker yang tumbuh di dalam tubuh. Pasalnya, sel kanker bisa berkembang melalui energi ATP yang dihasilkan dari proses glikolisis. Maka dari itu, sel kanker benar-benar harus didiagnosis secara dini agar mudah diatasi.

4. Anemia Hemolitik

Diketahui jika anemia hemolitik adalah gangguan lainnya yang dapat terjadi akibat terganggunya proses glikolisis. Saat masalah ini terjadi, tubuh kekurangan enzim piruvat kinase, sehingga sel darah merah lebih cepat hancur. Maka dari itu, seseorang lebih rentan alami anemia, terutama anemia hemolitik.

Nah, itulah penjelasan tentang glikolisis, serta berbagai penyakit yang bisa terjadi saat proses tersebut terganggu. Menilai fungsinya yang vital bagi tubuh, keberlangsungan dari proses glikolisis di dalam tubuh benar-benar harus dijaga. Sebab, hal ini dapat membuat tubuh tidak mendapatkan energi sehingga meningkatkan terjadinya penyakit.

Jika ingin memeriksakan diri terkait proses glikolisis di dalam tubuh, pemeriksaan bisa lho dipesan pada beberapa rumah sakit rekanan Halodoc. Melalui fitur janji medis, segala kemudahan dalam akses kesehatan bisa dilakukan kapan dan dimana saja. Maka dari itu, download aplikasi Halodoc sekarang juga untuk mendapatkan kemudahannya!

Referensi:
International Journal of Molecular Sciences. Diakses pada 2022. Peripheral Glycolysis in Neurodegenerative Diseases.
Khan Academy. Diakses pada 2022. Glycolysis.
Byjus. Diakses pada 2022. Glycolysis.