Penjelasan Tentang Manfaat dari Pemeriksaan Spirometri

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
 pemeriksaan spirometri, fungsi paru

Halodoc, Jakarta - Pemeriksaan spirometri dilakukan secara objektif pada kapasitas atau fungsi paru (ventilasi) pengidap yang mengalami suatu indikasi medis. Dengan melakukannya, dapat diketahui ada atau tidaknya gangguan yang terjadi pada paru-paru dan saluran pernapasan. Pada pemeriksaan ini digunakan suatu alat yang disebut spirometer.

Manfaat dari pemeriksaan spirometri ini antara lain:

  • Untuk menilai status faal atau fungsi paru-paru (normal, restriksi, obstruksi, atau campuran).

  • Untuk menentukan diagnosis suatu penyakit seperti asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan penyakit lain yang memengaruhi pernapasan.

  • Dapat menilai manfaat pengobatan paru-paru yang sedang dijalani apakah sudah memadai atau belum.

  • Untuk memantau perjalanan penyakit, apakah mengalami perbaikan atau sebaliknya.

  • Untuk menentukan prognosis, sehingga bisa memprediksi kondisi penyakit di masa mendatang.

  • Untuk menentukan toleransi atau risiko tindakan bedah atau anestesi umum.

Baca juga: 6 Tes Kesehatan yang Wajib Dilakukan Bayi Baru Lahir

Penggunaan spirometri secara rutin dengan melihat perkembangan penyakit merupakan hal yang penting dalam pengobatan PPOK (penyakit paru obstruktif kronik). Setiap stadium dari suatu penyakit memiliki masalah khasnya masing-masing. Dengan memahami berada di stadium mana PPOK yang kamu alami, memungkinkan dokter untuk menganjurkan dan meresepkan pengobatan terbaik untuk penyakit kamu sesuai dengan tahapannya.

Walaupun penggolongan stadium membantu memutuskan pengobatan standar, dokter biasanya akan mempertimbangkan hasil spirometri kamu seiring dengan faktor lainnya. Gunanya adalah untuk merancang pengobatan yang dikhususkan pada kamu. Faktor-faktor seperti komorbiditas yang dapat berdampak lebih lanjut pada kapasitas paru, seperti penyakit jantung, akan menjadi pertimbangan dokter. Begitu pula dengan kondisi fisik kamu apabila harus menjalani terapi rehabilitasi, misalnya olahraga.

Baca juga: 10 Pertanyaan tentang Emfisema yang Perlu Kamu Ketahui

Biasanya, dokter akan menjadwalkan pemeriksaan teratur dan menggunakan hasil spirometer untuk membuat penyesuaian pada pengobatan kamu. Bukan hanya obat-obatan, dalam beberapa kasus pengobatan juga termasuk operasi dan perubahan gaya hidup. Program rehabilitasi pun terkadang diperlukan untuk membantu memperbaiki gejala kamu, memperlambat perkembangan penyakit, dan meningkatkan kualitas hidup.

Di samping itu, penggunaan spirometri juga memungkinkan dokter dalam menentukan apakah pengobatan yang diberikan sudah sesuai dan berhasil dengan efektif sesuai dengan stadium kamu. Hasil pemeriksaan akan membuat dokter mendapatkan informasi apakah kapasitas paru kamu stabil, meningkat, atau bahkan menurun, sehingga penyesuaian pengobatan dapat dilakukan.

Baca juga: Napas Tidak Normal? Ketahui tentang Paradixical Breathing

Adapun kondisi lain yang memerlukan pemeriksaan spirometri, yaitu:

  • Asma. Jenis penyakit kronis yang diakibatkan peradangan dan penyempitan saluran napas yang menimbulkan sesak napas dan batuk. Gejala asma biasanya muncul apabila terdapat infeksi, alergi, terpapar polusi, hingga kecemasan.

  • Fibrosis kistik. Merupakan kondisi genetik ketika paru-paru dan sistem pencernaan tersumbat oleh lendir yang tebal dan lengket.

  • Fibrosis paru. Penyakit ini terjadi ketika jaringan paru rusak dan terbentuk jaringan parut pada jaringan paru. Jaringan parut ini membuat paru menjadi lebih kaku sehingga mengganggu pernapasan.

Apabila kamu memiliki masalah paru-paru maupun pernapasan, sebaiknya tanyakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc, apakah ada kemungkinan perlu dilakukannya tes spirometri untuk mengetahui adanya gangguan pada fungsi pernapasan kamu. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.