• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pentingkah Pemberian Vitamin D Tambahan untuk Bayi?

Pentingkah Pemberian Vitamin D Tambahan untuk Bayi?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Pentingkah Pemberian Vitamin D Tambahan untuk Bayi?

Halodoc, Jakarta - Ternyata, vitamin D tidak hanya penting untuk menunjang kesehatan tubuh orang dewasa. Bayi pun membutuhkan cukup asupan vitamin D guna menunjang tumbuh kembangnya. Jadi, ketika ibu sedang membuat daftar barang yang harus dibeli untuk sang buah hati, pertimbangkan juga untuk membeli vitamin D. 

Sebenarnya, mengapa vitamin D penting untuk bayi? Ternyata, asupan vitamin D yang cukup dan memenuhi kebutuhan harian sangat baik untuk menunjang pertumbuhan tulang dan gigi bayi. Sebaliknya, tidak terpenuhinya pasokan vitamin D pada tubuh akan meningkatkan risiko terjadinya kerapuhan tulang yang disebut dengan rakhitis pada bayi. 

Tubuh membutuhkan vitamin D yang cukup untuk membantu menyerap kalsium sehingga tulang pun terbentuk lebih kuat. Tidak hanya itu, vitamin D juga dibutuhkan tubuh guna membantu perkembangan otak dan kesehatan sistem imun tubuh. Tanpa ada vitamin ini, anak akan rentan mengalami masalah pertumbuhan dan kerapuhan tulang. 

Baca juga: Suplemen Vitamin D Bisa Menurunkan Risiko COVID-19? Ini Faktanya

Perlukah Asupan Vitamin D Tambahan untuk Bayi yang Masih Menyusu?

Sederhananya, tubuh membutuhkan vitamin D untuk mendukung banyak fungsi, sehingga terasa cukup sulit untuk memenuhi kebutuhannya tanpa bantuan suplemen atau vitamin tambahan. Lalu, bagaimana dengan bayi yang masih menyusu? Apakah asupan tambahan ini juga diperlukan?

ASI memang disebut sebagai asupan makanan terbaik selama 6 bulan pertama kehidupan bayi. Sayangnya, ASI tidak mengandung cukup vitamin D, begitu pula dengan susu formula. Padahal, bayi perlu mendapatkan asupan vitamin D segera setelah beberapa hari dilahirkan. Seperti dilansir dari Cleveland Clinic, Kylie Liermann, salah satu pakar kesehatan anak mengatakan bahwa anak yang mendapatkan susu formula harus tetap diberikan suplemen vitamin D, hingga mereka mendapatkan asupan susu formula sebanyak satu liter per hari. 

Meski begitu, ibu menyusui yang mengonsumsi vitamin D bisa memenuhi asupan vitamin D pada bayinya. Tetap saja, tanyakan dulu pada dokter mengenai suplemen vitamin D untuk bayi sehingga kebutuhannya benar-benar tercukupi. Pakai aplikasi Halodoc setiap kali ibu ingin tanya jawab dengan dokter spesialis kapan saja. 

Baca juga: 4 Manfaat Vitamin D untuk Kesehatan

Berapa Kebutuhan Vitamin D pada Bayi?

American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan bayi mendapatkan setidaknya 400 IU asupan vitamin D setiap harinya. Lagi-lagi, meski mudah mendapatkan vitamin D di pasaran, tetapi penggunaannya untuk bayi tetap harus mendapatkan persetujuan atau arahan dari ahli anak. 

Apa Saja Tanda Bayi Mengalami Kurang Vitamin D?

Sayangnya, cukup sulit untuk menentukan apakah bayi sedang mengalami defisiensi vitamin D atau tidak. Bukan tanpa alasan, nyeri otot dan kelelahan pada tubuh menjadi gejala khas dari kondisi kekurangan vitamin D, sedangkan bayi belum bisa mengartikan apa yang sedang dialami oleh tubuhnya. 

Sementara itu, tanda lain dari defisiensi vitamin D bisa saja muncul selama beberapa bulan atau bahkan tahun setelahnya. Jadi, guna mengantisipasi kondisi tersebut, orangtua perlu melakukan pemeriksaan pada sang buah hati apabila terjadi tanda atau gejala berikut ini: 

  • Sering mengalami infeksi dan jatuh sakit.
  • Sering mengalami patah tulang.
  • Mengalami gangguan pertumbuhan.

Baca juga: Cara Tepat Memenuhi Asupan Vitamin D untuk Tubuh

Menjaga kesehatan sekaligus mengamati tumbuh kembang anak adalah tugas kedua orangtua. Perlu diingat bahwa bayi mengalami periode emas pada 1000 hari pertama kehidupannya, mulai dari di dalam kandungan hingga usianya menginjak 2 tahun. Jadi, sebisa mungkin penuhi segala kebutuhan nutrisinya, termasuk asupan vitamin D tambahan. 



Referensi: 
Cleveland Clinic. Diakses pada 2021. Do Babies Really Need Vitamin D Supplements?