• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pentingnya Berolahraga untuk Pengidap Lupus

Pentingnya Berolahraga untuk Pengidap Lupus

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Orang yang mengidap penyakit lupus mungkin tidak akrab dengan olahraga. Sebab, penyakit autoimun yang satu ini memiliki gejala khas berupa mudah merasa lelah. Hal itu yang kemudian menjadi alasan dan membuat pengidap penyakit ini kesulitan berolahraga. Padahal, melakukan aktivitas fisik alias berolahraga penting bagi pengidap lupus.  

Lupus merupakan jenis penyakit autoimun yang bisa menyerang berbagai bagian organ tubuh, seperti kulit, sendi, ginjal, paru-paru, sel darah, jantung, otak, serta sumsum tulang belakang. Penyakit ini sama sekali tidak boleh dianggap sepele karena bisa memicu kondisi yang membahayakan tubuh. Bagi pengidap lupus, ada beberapa manfaat yang bisa didapat dari berolahraga. 

Baca juga: 10 Fakta Tentang Lupus yang Perlu Diketahui

Manfaat Olahraga bagi Pengidap Lupus 

Lupus merupakan jenis penyakit autoimun, yaitu penyakit yang terjadi karena sistem imun yang seharusnya melindungi tubuh malah berbalik menyerang dan memicu gejala penyakit. Normalnya, sistem imun bertugas untuk melindungi tubuh dari infeksi dan serangan penyakit lain. Namun, fungsi tersebut tidak ada pada pengidap penyakit autoimun. 

Olahraga untuk pengidap lupus mungkin menjadi hal yang sulit dilakukan, sebab pengidap penyakit ini cenderung mengalami lemah dan mudah merasa lelah. Namun ternyata, rutin berolahraga bisa memberi banyak manfaat untuk pengidap penyakit ini, mulai dari memperkuat otot, mengontrol rasa lelah, hingga mencegah berat badan berlebih. 

Ada beberapa manfaat penting dari berolahraga bagi pengidap lupus, yaitu: 

1.Tubuh Kuat dan Fleksibel 

Berolahraga disebut bisa membuat tubuh menjadi lebih kuat, sebab hal ini bisa meningkatkan kekuatan otot. Selain itu, aktivitas fisik juga bisa membantu meningkatkan kekuatan fleksibilitas, dan membuat tubuh menjadi lebih bugar. Ada beberapa jenis olahraga yang bisa dicoba oleh pengidap penyakit lupus, seperti bersepeda, jalan santai, yoga, serta pilates. 

2.Menjaga Kesehatan Mental

Penyakit lupus tidak bisa disembuhkan, tetapi gejalanya bisa dikontrol. Pada kasus yang ringan, penyakit ini sebenarnya jarang memengaruhi aktivitas sehari-hari. Namun, keharusan untuk mengonsumsi obat-obatan sepanjang hidup dan rasa lelah berlebihan yang sering muncul, sangat mungkin memengaruhi kondisi mental pengidap penyakit ini. Nah, berolahraga ternyata bisa menjadi salah satu cara untuk membantu menjaga kesehatan mental pengidap penyakit lupus.

3.Mengontrol Kelelahan 

Salah satu gejala khas dari penyakit lupus adalah mudah lemas dan merasa lelah. Namun, hal itu bukan alasan untuk tidak berolahraga. Kamu bisa mencoba secara perlahan untuk melakukan olahraga dalam intensitas rendah hingga sedang. Nyatanya, rutin berolahraga bisa membantu membiasakan diri dan membangun kekuatan tubuh. Semakin lama, tubuh akan lebih bisa “berdamai” dengan rasa lelah. 

4.Menghindari Efek Samping Pengobatan 

Pengobatan jangka panjang pada penyakit lupus bisa meningkatkan efek samping, salah satunya kenaikan berat badan. Selain itu, obat-obatan juga bisa meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, hingga peningkatan kadar gula darah. Rutin berolahraga bisa membantu pengidap lupus menurunkan risiko efek samping tersebut. 

Namun perlu diingat, jangan memaksakan diri. Pilih jenis olahraga yang memang aman dilakukan. Selain itu, pastikan untuk selalu berbicara terlebih dahulu pada dokter sebelum memutuskan untuk melakukan jenis olahraga tertentu.

Baca juga: Selain Bikin Pipi Merah Merona, Lupus Sebabkan 13 Gejala Ini

Cari tahu lebih lanjut seputar penyakit lupus dan jenis olahraga yang disarankan dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Lupus.
Lupus.org. Diakses pada 2020. What is lupus?
Web MD. Diakses pada 2020. Exercises for Lupus.