• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pentingnya Lakukan CT Scan setelah Cedera Kepala

Pentingnya Lakukan CT Scan setelah Cedera Kepala

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Pentingnya Lakukan CT Scan setelah Cedera Kepala

Halodoc, Jakarta - Pukulan atau benturan di kepala dan puntiran parah di leher bisa jadi menakutkan. Biasanya cederanya tidak parah, meski terkadang hal ini bisa memicu cedera otak seperti gegar otak, pendarahan pada otak, atau retak pada tengkorak.

Cedera kepala dan leher adalah alasan umum seseorang perlu mendatangi unit gawat darurat. Penting bagi penyedia layanan kesehatan untuk memeriksa apakah seseorang memiliki kemungkinan gegar otak atau cedera lain usai mereka alami kecelakaan. Penyedia layanan kesehatan dapat melakukan CT Scan (computerized tomography) otak untuk memastikan kamu tidak mengalami retak tengkorak atau cedera otak yang serius. 

Baca juga: Beginilah Cara CT Scan Mendeteksi Kanker Lebih Akurat

CT Scan Usai Cedera Kepala

Kamu akan menjalani CT Scan untuk membantu menentukan tingkat cedera dan menilai risiko komplikasi dari cedera kepala yang parah. CT Scan akan menghasilkan gambar detail dari bagian dalam kepala dan menunjukkan apakah ada perdarahan atau pembengkakan di otak. Bergantung pada hasil pemindaian, kamu mungkin diizinkan pulang usai melakukan pemeriksaan ini.

Namun, kamu bisa dirawat di rumah sakit dalam waktu singkat untuk memastikan cedera tidak menyebabkan masalah serius. Profesional perawatan kesehatan yang merawat akan menilai kondisi menggunakan Glasgow Coma Scale (GCS).

Baca juga: MSCT dan CT Scan, Lebih Canggih yang Mana?

Apa itu Glasgow Coma Scale (GCS)?

GCS sering digunakan untuk menilai tingkat keparahan kerusakan otak. Skala ini memberi nilai pada beberapa aspek, misalnya:

  • Tanggapan verbal (apakah kamu dapat berbicara).
  • Gerakan fisik.
  • Seberapa mudah kamu bisa membuka mata.

Skor untuk masing-masing ditambahkan untuk memberikan total. Versi GCS yang sedikit berbeda digunakan untuk anak di bawah usia 5 tahun. Bergantung pada skor GCS, cedera kepala digolongkan sebagai:

  • Minor: skor 13 atau lebih tinggi.
  • Sedang: skor 9 hingga 12.
  • Parah: skor 8 atau lebih rendah (orang tersebut akan pingsan).

Skor 15 (skor tertinggi) berarti kamu tahu siapa dan di mana kamu berada, dapat berbicara dan bergerak ketika diminta, dan mata dapat terbuka. Sementara seseorang dengan skor 3 (skor paling rendah) akan berada dalam keadaan koma, keadaan tidak sadar yang membuat seseorang tidak responsif dan tidak dapat dibangunkan. Peluang mereka untuk bertahan hidup akan kecil.

Berdasarkan penilaian, kamu mungkin diizinkan pulang, atau kamu mungkin dirujuk untuk pengujian dan perawatan lebih lanjut di rumah sakit. Kamu juga mungkin perlu membuat janji tindak lanjut di pusat neurologis atau klinik cedera kepala setempat.

Baca juga: Sering Lakukan CT Scan, Adakah Efek Sampingnya?

Kapan Pasien Cedera Kepala Diizinkan Pulang?

Setelah cedera kepala parah, kamu hanya akan diizinkan pulang jika hasil CT Scan menunjukkan bahwa tidak ada cedera otak, dan dokter menganggap kamu memiliki risiko rendah untuk mengembangkannya.

Kamu juga akan membutuhkan seseorang untuk mengantar pulang karena kamu tidak akan diizinkan untuk mengemudi sampai benar-benar pulih. Jika memungkinkan, kamu juga membutuhkan seseorang untuk menemani selama 24 jam pertama setelah cedera kepala terjadi untuk mengawasi masalah.

Sebelum meninggalkan rumah sakit, kamu juga akan diberi tahu tentang apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan dalam minggu-minggu setelah cedera kepala.

Itulah alasan pentingnya CT Scan usai mengalami cedera kepala. Kamu juga bisa bertanya dengan dokter di Halodoc mengenai hal-hal yang perlu kamu ketahui mengenai prosedur CT Scan atau mengenai cedera kepala. Dokter akan selalu siaga menjawab semua keluhan kesehatan kamu. Yuk, nikmati kemudahan bicara dengan dokter kapan dan di mana saja hanya lewat Halodoc!

Referensi:
Choosing Wisely Canada. Diakses pada 2020. CT Scans for Adults with Head Injuries.
National Health Services UK. Diakses pada 2020. Severe Head Injury.