• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pentingnya Melakukan Pemeriksaan Fungsi Ginjal

Pentingnya Melakukan Pemeriksaan Fungsi Ginjal

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Pentingnya Melakukan Pemeriksaan Fungsi Ginjal

“Organ ginjal tidak dapat melakukan fungsinya dengan optimal jika mengalami kerusakan. Oleh karena itu, pemeriksaan fungsi ginjal diperlukan guna memastikan jika organ tersebut selalu berada dalam kondisi baik-baik saja.”

Halodoc, Jakarta – Ginjal menjadi salah satu organ vital yang memiliki fungsi penting dalam tubuh. Fungsi utamanya adalah, menyaring dan membuang zat sisa metabolisme dari dalam darah. Selain itu, ginjal bertugas untuk menjaga keseimbangan cairan, mengatur produksi sel darah merah, juga memproduksi hormon yang mengatur keseimbangan tekanan darah dalam tubuh.

Jika salah satu fungsinya tidak berjalan dengan optimal, pemeriksaan fungsi ginjal sangat disarankan guna mendeteksi adalah masalah pada organ tersebut. Pemeriksaan juga dilakukan untuk mengetahui seberapa baik organ ginjal bekerja. Berikut ini ulasan selengkapnya mengenai indikasi dan prosedur pemeriksaan fungsi ginjal.

Baca juga: Penyebab Kreatinin Tinggi yang Jadi Tanda Gangguan Ginjal

Lakukan Pemeriksaan Jika Mengalami Gejala Gangguan Fungsi Ginjal

Pemeriksaan disarankan dilakukan pada seseorang yang mengalami gejala gangguan fungsi ginjal. Berikut ini beberapa gejala yang menandakan jika seseorang mengalami gangguan fungsi ginjal:

  • Sesak napas;
  • Mudah merasa kelelahan;
  • Mual dan muntah tanpa sebab yang jelas;
  • Kulit tampak kering, dan gatal-gatal;
  • Perubahan frekuensi buang air kecil;
  • Sulit buang air kecil;
  • Nyeri saat buang air kecil;
  • Penumpukan cairan yang memicu pembengkakan pada tungkai;
  • Kram otot yang terjadi secara berulang;
  • Tekanan darah yang terus meningkat;
  • Kandungan busa pada urine;
  • Kandungan darah pada urine;
  • Pingsan atau penurunan kesadaran.

Selain orang-orang yang memiliki indikasi tersebut, pemeriksaan juga perlu dilakukan pada pengidap gangguan kesehatan tertentu yang berisiko terkena gangguan fungsi ginjal. Berikut ini beberapa gangguan kesehatan tersebut:

  • Seorang pengidap diabetes;
  • Seorang yang kelebihan berat badan;
  • Seorang pengidap hipertensi;
  • Seorang dengan kelainan fungsi atau struktur ginjal;
  • Seorang pengidap penyakit liver;
  • Seorang pengidap kelainan pembuluh darah;
  • Seorang pengidap sakit jantung;
  • Seorang perokok aktif.

Baca juga: Sakit Pinggang Belum Tentu Tanda Penyakit Ginjal

Prosedur Pemeriksaan dengan Sampel Urine dan Darah

Pemeriksaan fungsi ginjal biasanya dilakukan melalui dua cara, yaitu pengambilan sampel urine atau darah. Berikut ini penjelasan selengkapnya mengenai dua cara tersebut:

1. Pemeriksaan dengan Sampel Urine

Begini langkah pemeriksaan fungsi ginjal yang dilakukan dengan menggunakan sampel urine:

  • Bersihkan kemaluan terlebih dulu.
  • Sebelum urine ditampung, buang urine terlebih dulu yang keluar pada awal buang air kecil.
  • Kemudinan, tampung urine yang keluar selanjut hingga wadah yang diberikan hampir penuh.
  • Tutup wadah dengan rapat.

Jangan menyentuh bagian dalam wadah saat proses pengambilan sampel urine dilakukan untuk mencegah perpindahan bakteri. Jika pengumpulan sampel urine dilakukan dalam waktu 24 jam, maka pasien diwajibkan untuk menampung urine pada wadah dalam waktu tersebut. Pengumpulan sampel biasanya dilakukan setelah kandung kemih kosong atau setelah buang air kecil pertama di pagi hari.

Jika prosedur pengambilan sampel urine dilakukan pada bayi atau orang yang tidak bisa berkemih sendiri, dokter akan memasukkan kateter untuk menampung urine. Prosedur pemeriksaan fungsi ginjal dengan sampel urine umumnya tidak menimbulkan risiko, kecuali jika pengambilan sampel dilakukan dengan kateter. Jika penggunaan kateter dilakukan dalam jangka waktu yang lama, maka risiko infeksi saluran kemih atau kandung kemih akan meningkat.

Baca juga: Ketahui Perbedaan Penyakit Ginjal Diabetik dan Non Diabetik

2. Pemeriksaan dengan Sampel Darah

Begini langkah pemeriksaan fungsi ginjal yang dilakukan dengan menggunakan sampel darah:

  • Dokter akan mengikat lengan bagian atas pasien agar pembuluh darah vena terlihat dengan jelas
  • Sebelum jarum disuntikkan, dokter terlebih dulu akan membersihkan bagian lengan pasien.
  • Kemudian, jarum dimasukkan untuk mengambil beberapa mililiter sampel darah, dan memindahkannya ke dalam tabung sampel.
  • Bekas luka tusukan akan ditutup dengan plester.
  • Sampel kemudian dibawa ke laboratorium untuk diperiksa lebih lanjut.

Pemeriksaan fungsi ginjal yang satu ini berisiko menimbulkan perdarahan, juga nyeri memar dan infeksi di area bekas suntikan.

Meskipun seseorang berada dalam kondisi baik-baik saja, tetapi pemeriksaan dapat menunjukkan hasil negatif. Hal tersebut dipengaruhi oleh riwayat kesehatan, serta obat-obatan yang dikonsumsi. Oleh karena itu, jika kamu memiliki riwayat kesehatan atau mengidap masalah kesehatan tertentu yang harus mengonsumsi obat rutin, disarankan untuk memberitahu dokter sebelum melakukan pemeriksaan. Untuk lebih jelasnya terkait prosedur tersebut, silahkan diskusikan dengan dokter lebih lanjut, ya.

Referensi:

Healthline. Diakses pada 2021. Kidney Function Tests.

LabTest Online. Diakses pada 2021. Urinalysis.

Verywell Health. Diakses pada 2021. Understanding Kidney Function Test Results.

WebMD. Diakses pada 2021. Urinalysis (Urine Test).