• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pentingnya Memenuhi Asupan Vitamin untuk Ibu Hamil

Pentingnya Memenuhi Asupan Vitamin untuk Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Selama kehamilan, bayi yang sedang tumbuh mendapatkan semua nutrisi yang diperlukan dari ibu. Oleh karena itu, ibu membutuhkan lebih banyak nutrisi, seperti vitamin dan mineral, selama kehamilan daripada sebelum hamil. Kebutuhan ini juga perlu dipersiapkan saat ibu baru mulai program hamil. Ini semua bertujuan agar ibu dan bayi sehat hingga persalinan kelak. 

Pola makan yang sehat adalah cara terbaik untuk mendapatkan vitamin dan mineral yang ibu butuhkan. Namun, selama kehamilan ibu mungkin kekurangan nutrisi utama. Oleh karena itu, saat sedang hamil vitamin prenatal dapat membantu mengisi kekurangan nutrisi yang tidak bisa dipenuhi dari makanan yang ibu makan. 

Baca juga: Berapa Usia Kandungan yang Ideal bagi Ibu yang Ingin Berolahraga?

Nutrisi yang Paling Dibutuhkan Ibu Hamil

Selama kehamilan, ada dua nutrisi kehamilan yang dibutuhkan lebih banyak dari biasanya, yakni asam folat dan zat besi. Alasannya adalah: 

1.Asam Folat

Senyawa ini adalah nama lain dari Vitamin B9, yang akan membantu mencegah cacat tabung saraf. Cacat ini adalah kelainan serius pada otak janin dan sumsum tulang belakang. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi asam folat dapat membantu mencegah cacat jantung dan cacat lahir pada mulut bayi (disebut celah bibir dan langit-langit). Sebelum kehamilan, konsumsi suplemen vitamin dengan 400 mcg asam folat setiap hari. Sementara itu, selama kehamilan, minum vitamin untuk ibu hamil setiap hari yang mengandung 600 mcg asam folat di dalamnya. Jika ibu memiliki risiko lebih tinggi melahirkan bayi dengan cacat tabung saraf, maka bicarakan dengan dokter tentang dosis harian asam folat yang tepat. 

2.Zat Besi

Zat besi adalah mineral yang akan digunakan tubuh untuk membuat hemoglobin, protein yang membantu membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Ibu membutuhkan zat besi dua kali lebih banyak selama kehamilan daripada yang sebelum kehamilan. Tubuh akan membutuhkan zat besi ini untuk menghasilkan lebih banyak darah, sehingga dapat membawa oksigen ke bayi. Bayi juga membutuhkan zat besi untuk membuat darahnya sendiri.

Selama kehamilan, ibu membutuhkan 27 miligram zat besi setiap hari. Kebanyakan vitamin untuk ibu hamil memiliki jumlah ini. Ibu juga bisa mendapatkan zat besi dari makanan, seperti: 

  • Daging tanpa lemak, unggas dan makanan laut.
  • Sereal, roti, dan pasta yang mengandung zat besi (periksa label kemasan).
  • Sayuran berdaun hijau.
  • Kacang-kacangan, kismis, dan buah kering.

Makanan yang mengandung vitamin C dapat meningkatkan jumlah zat besi yang diserap tubuh. Sebaiknya makan makanan seperti jus jeruk, tomat, stroberi, dan jeruk bali setiap hari. Namun, ibu perlu menghindari asupan berlebihan akan susu, kopi, teh, kuning telur, serat, dan kedelai. Pasalnya mereka bisa menghalangi tubuh untuk menyerap zat besi. 

Jika ibu tidak mendapatkan cukup zat besi selama kehamilan, ibu bisa lebih rentan mengalami infeksi, anemia, kelelahan, kelahiran prematur dan kelahiran dengan berat badan lahir rendah. 

Baca juga: 5 Masalah Kesehatan yang Rentan Dialami Ibu Hamil

Vitamin untuk Ibu Hamil yang Paling Disarankan

Saat memilih vitamin kehamilan, jangan hanya berfokus pada asam folat dan zat besi saja. Carilah vitamin untuk ibu hamil yang mengandung kalsium dan vitamin D. Keduanya membantu perkembangan gigi dan tulang bayi. Mungkin juga bermanfaat untuk mencari vitamin prenatal yang mengandung vitamin C, A, E, B, seng, serta yodium untuk memastikan ibu dan bayi sehat.

Ibu juga bisa memilih vitamin yang mengandung asam lemak omega-3, sejenis lemak yang ditemukan secara alami pada berbagai jenis ikan, karena mereka membantu perkembangan otak bayi. Jika ibu tidak makan ikan atau makanan lain yang tinggi asam lemak omega-3, asupan ini bisa didapatkan melalui vitamin untuk ibu hamil.

Namun, hindari mengambil vitamin atau multivitamin prenatal ekstra dengan dosis yang melebihi apa yang ibu butuhkan setiap hari. Beberapa vitamin dalam dosis tinggi mungkin berbahaya bagi bayi. Misalnya, tambahan vitamin A selama kehamilan berpotensi membahayakan bayi.

Baca juga: Hati-Hati, Ini Bahayanya Vitamin Kedaluwarsa Bagi Bumil

Vitamin untuk ibu hamil tersedia tanpa resep di hampir semua apotek. Dokter juga bisa merekomendasikan merek tertentu atau membiarkan ibu memilih sendiri. Di Halodoc, ada berbagai jenis vitamin kehamilan yang bisa ibu pilih, dan ibu bisa mendapatkannya dengan mudah melalui fitur beli obat. Pesanan ibu pun akan sampai kurang dari satu jam dalam kondisi yang aman, rapi, dan tersegel. Mudah bukan? Yuk, gunakan aplikasi Halodoc sekarang!

 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. Supplements During Pregnancy: What’s Safe and What’s Not.
March of Dimes. Diakses pada 2021. Vitamins and Other Nutrients During Pregnancy.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Prenatal Vitamins: Why They Matter, How to Choose.