• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pentingnya Perawatan Mental untuk Korban Pedofilia

Pentingnya Perawatan Mental untuk Korban Pedofilia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Menjadi korban kejahatan seksual tidak pernah mudah dan hampir pasti meninggalkan trauma, terutama jika dialami oleh anak-anak. Pada banyak kasus, anak-anak kerap kali menjadi korban pedofilia, yaitu gangguan seksual yang menyebabkan pengidapnya memiliki hasrat seksual terhadap remaja atau anak-anak yang masih berada di bawah usia 14 tahun. 

Sebenarnya, pedofilia sendiri sering disalahartikan. Istilah ini hampir selalu dikaitkan dengan hal-hal berbau negatif, terutama tentang kejahatan seksual terhadap anak-anak. Namun perlu diketahui, tidak semua pelaku kejahatan seksual adalah pedofilia dan tidak semua pengidap pedofilia pasti melakukan kejahatan seksual. 

Baca juga: Pedofilia Termasuk Penyakit Kelainan Mental, Benarkah?

Dampak Kejahatan Seksual pada Anak 

Kejahatan seksual pada anak adalah hal yang traumatis, baik yang dilakukan oleh pengidap pedofilia maupun bukan. Banyak dari korban yang harus mengalami kesulitan, menjadi tidak percaya diri, tidak bisa menerima keadaan, hingga gangguan psikologis lainnya. Karena itu, sangat penting untuk melakukan perawatan terhadap gangguan mental yang mungkin dialami anak korban kejahatan seksual. 

Anak-anak yang mengalami kejadian ini sebaiknya didampingi dan diberi pengertian. Bantu dia untuk kembali bangkit dan bisa memandang hidup dengan lebih positif. Pasalnya, anak korban kejahatan seksual sangat rentan mengalami gangguan pada kesehatan mental, sehingga membutuhkan dukungan sosial dari keluarga dan orang sekitar. 

Kejahatan seksual pada anak bisa memicu dampak fisik maupun psikis. Pada fisik, hal ini bisa menyebabkan terjadinya penyakit infeksi menular seksual, infeksi saluran kemih, kehamilan di usia muda, hingga perdarahan. Kejahatan seksual di usia dini juga bisa membuat anak mengalami masalah psikis, misalnya trauma berat. 

Anak-anak yang menjadi korban kejahatan seksual bisa berubah menjadi pemarah dan berujung pada depresi. Hal kecil bisa membuatnya menjadi sangat marah, entah pada keadaan atau pada dirinya sendiri. Gangguan emosi ini juga bisa menyebabkan anak menjadi agresif dan sangat mungkin melakukan hal-hal yang bisa membahayakan diri sendiri. 

Baca juga: Memberi Penjelasan pada Anak soal Pelecehan Seksual

Trauma dan rasa sakit yang dialami bisa membuat anak kehilangan rasa percaya pada orang lain. Terkadang, hal ini juga menyebabkan ia selalu bermimpi buruk dan tidak tahu lagi harus berbuat apa. Maka dari itu, peran keluarga dekat dan orang yang ahli sangat penting untuk mengembalikan semangat dan kehidupan anak korban kejahatan seksual maupun pedofilia.

Jika tidak segera ditangani, trauma dan gangguan mental pada anak bisa berlangsung dalam jangka panjang dan akhirnya memengaruhi kehidupannya hingga dewasa. Anak-anak korban kekerasan seksual mungkin akan sulit untuk memiliki kehidupan seksual yang sehat atau menolak hal-hal yang berkaitan, menjadi sangat tertutup, hingga yang paling parah menggunakan obat-obatan terlarang atau berpikiran untuk mengakhiri hidup sendiri. 

Namun, kita juga tidak boleh menutup mata bahwa pedofilia sendiri merupakan penyakit. Sebenarnya, penyebab pasti dari pedofilia masih belum diketahui. Namun, ada beberapa hal yang diduga berkaitan dengan kondisi ini. Salah satunya adalah pengaruh gangguan neurotransmiter, yaitu saraf pembawa pesan atau isyarat dari otak ke bagian tubuh lain. 

Meningkatkan kewaspadaan dan memberi pengertian yang tepat bisa membantu menghindari anak menjadi korban kekerasan seksual. Bagaimanapun, mencegah akan selalu jauh lebih baik daripada mengobati. 

Baca juga: Termasuk Gangguan Seksual, Bisakah Pedofilia Disembuhkan?

Cari tahu lebih lanjut seputar cara mengatasi trauma atau masalah psikologis dengan bertanya pada ahlinya di Halodoc. Lebih mudah menghubungi dokter atau psikolog melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Referensi:
Starway Foundation. Diakses pada 2020. EFFECTS OF CHILD SEXUAL ABUSE ON VICTIMS.
Web MD. Diakses pada 2020. What Is Pedophilia?
Psychology Today. Diakses pada 2020. Pedophilia.