• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pentingnya Stimulasi Fisik bagi Anak selama Pandemi

Pentingnya Stimulasi Fisik bagi Anak selama Pandemi

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Pentingnya Stimulasi Fisik bagi Anak selama Pandemi

“Untuk menunjang tumbuh kembang anak, penting bagi orangtua untuk memberi stimulasi sebanyak-banyaknya. Meski selama pandemi Si Kecil harus menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah, stimulasi fisik tetap dapat diberikan dengan cara yang menyenangkan.”

Halodoc, Jakarta – Anak-anak suka bermain bersama, tetapi dengan merebaknya pandemi virus corona (COVID-19), teman bermain dan permainan dengan kelompok besar sayangnya bukanlah ide yang aman. Alhasil, karena anak-anak jadi menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah, stimulasi bisa diberikan orangtua di rumah pula.

Memberi stimulasi pada anak, terutama stimulasi fisik, sangat penting untuk menunjang tumbuh kembangnya. Stimulasi fisik yang diberikan pada anak dapat membantu tubuhnya lebih peka dalam merespons banyak hal. Bagaimana melakukannya? Berikut ini pembahasannya.

Baca juga: 7 Stimulasi agar Bayi Bisa Melihat dengan Jelas

Bentuk Stimulasi yang Bisa Diberikan di Rumah

Hanya karena anak-anak “terjebak” di rumah seharian selama pandemi, bukan berarti mereka tidak bisa bersenang-senang dan belajar di saat yang bersamaan. Melansir laman UNICEF, ada beberapa cara kreatif untuk menikmati momen menyenangkan bersama anak dan memperluas dunianya ketika ruang fisik terbatas.

Berikut ini bentuk stimulasi yang bisa diberikan sesuai usia anak:

  1. Bayi 0-9 Bulan
  • Bermain ciluk ba! Yang dibutuhkan untuk memainkan game ini adalah tangan dan suara yang merdu. Duduklah dengan bayi, angkat tangan (atau selembar kain) untuk menutupi wajah, lalu lepaskan dan ucapkan “ciluk ba!” Si kecil akan senang melihat kamu menghilang dan muncul kembali. 
  • Permainan lihat dan katakan. Arahkan ke berbagai hal di sekitar rumah sambil menyebutkan dan mendeskripsikannya. “Lihat kucingnya? Itu kucing oranye.” Ini akan membantu membangun keterampilan bahasa anak sekaligus memperkuat ikatan ibu dengannya.
  • Band keluarga. Nyanyikan lagu dengan bayi dan buat alat musik dari benda-benda aman yang ditemukan di sekitar rumah. Musik membantu perkembangan sensorik anak.
  • Permainan tubuh. Beri nama bagian-bagian tubuh bayi dan tunjukkan padanya untuk membantu mengajarinya nama-nama tersebut. Misalnya, “Di mana hidung? Itu ada!”
  1. Balita 1-2 Tahun
  • Mobil boks. Temukan boks/karton kosong dan tempatkan anak di dalamnya dengan aman dengan selimut lembut agar ia tetap nyaman. Kemudian, tarik kotak itu berkeliling rumah sambil membuat suara mobil. 
  • Drummer dapur. Balik mangkuk, panci, dan wajan yang aman dan anti pecah untuk membuat satu set drum langsung dari dapur. Biarkan Si Kecil menjelajahi semua suara berbeda yang bisa dia buat. Permainan ini bagus untuk membantu mengembangkan keterampilan motorik halus.
  • Umpan bola. Ambil bola lembut dan gulingkan ke depan dan ke belakang bersama balita. Permainan bolak-balik ini sangat bagus untuk membangun kepercayaan diri. Untuk membuatnya lebih menyenangkan, coba tambahkan bola lain dan minta ia memilih bolanya.

Baca juga: Begini Cara Stimulasi agar Bayi Merangkak Lincah

  1. Anak-Anak Prasekolah 3-4 Tahun
  • Berdandan. Ambil beberapa kain dan pakaian yang berbeda dan dorong Si Kecil untuk membuat kostum pura-pura dari apa yang ada.. Kemudian, mainkan permainan berdasarkan apa yang ia pilih.
  • Main kejar-kejaran. Mainkan permainan ini di sekitar rumah. Jika ia memiliki banyak energi, ini akan membantunya mengeluarkan semuanya. 
  • Sebutkan suara itu. Buat suara hewan yang berbeda dan minta Si Kecil menebak hewan mana yang sedang ditiru. Ini adalah kesempatan bagus untuk mengajari anak lebih banyak tentang hewan.
  • Tantangan. Balita senang diberi tantangan karena mereka tumbuh lebih terkoordinasi secara fisik. Tanyakan kepada anak, “Bisakah kamu mengangkat lengan kamu? Bisakah kamu menyentuhkan tanganmu ke jari kakimu?” Menggunakan nama-nama bagian tubuhnya dalam konteks membantunya belajar, dan biarkan ia menunjukkan apa yang bisa ia lakukan.
  1. Anak Usia 5-8 Tahun
  • Balapan. Buat rintangan dengan menggunakan furnitur, bantal, dan mainan, atau apa saja yang aman dan empuk. Tunjukkan padanya cara melewatinya dan minta ia mencoba melewatinya secepat mungkin. Atur waktu dia, dan coba buat ia mengalahkan rekornya setiap kali lolos.
  • Permainan mencuci. Ambil beberapa mainan yang aman masuk ke dalam air, isi ember dan biarkan kesenangan dimulai. Dorong anak untuk mencuci mainannya dengan mencelupkannya ke air.
  • Buat camilan. Mintalah anak membantu menyiapkan camilan untuk keluarga dan tantang ia untuk menggunakan warna sebanyak mungkin. Ambil beberapa pilihan sehat dan minta dia meletakkannya di atas piring dengan bentuk dan penataan yang ia suka. 

Itulah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memberi stimulasi fisik pada anak. Meski di rumah saja, ada banyak hal menyenangkan dan bermanfaat yang bisa dilakukan, bukan? Bila anak sakit, mudah saja, ibu bisa hubungi dokter di aplikasi Halodoc kapan saja.

Referensi:
UNICEF. Diakses pada 2021. Indoor Play Ideas to Stimulate Young Children At Home.
Parents. Diakses pada 2021. 10 Activities to Improve Your Toddler’s Development.