• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pentingnya Terapi Fisik untuk Atasi Patah Tulang Selangka

Pentingnya Terapi Fisik untuk Atasi Patah Tulang Selangka

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Patah tulang selangka umumnya disebabkan oleh cedera olahraga, yaitu ketika bahu yang telentang mengalami benturan keras. Patah tulang selangka dapat terjadi sebagian atau lengkap, tergantung posisi cedera dan seberapa keras benturan terjadi. Penting untuk bekerja sama dengan dokter dan terapis fisik dalam merancang program rehabilitasi patah tulang selangka.

Secara umum, semua program latihan rehabilitasi dirancang untuk membantu pengidap mendapatkan kembali seluruh gerakan dan kekuatan penuh, sehingga pengidap bisa kembali melakukan aktivitas normal. Terapi fisik termasuk ke dalam salah satu program latihan untuk mengatasi patah tulang selangka. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan mobilitas fungsi bahu dan lengan. 

Baca Juga: Kenali Penyebab Seseorang Alami Patah Tulang Selangka

Terapi Fisik untuk Mengatasi Patah Tulang Selangka

Melansir dari Verywell Health, berikut tahapan-tahapan terapi fisik untuk mengatasi patah tulang selangka, yaitu:

  1. Minggu 1

Pada minggu pertama, terapis mengajarkan latihan isometrik, yakni latihan yang rutin dilakukan setiap hari. Selama latihan isometrik, otot akan berkontraksi tanpa gerakan. Latihan-latihannya meliputi:

  • Latihan pendulum. Cara untuk melakukan latihan ini, kamu perlu membungkuk ke depan kurang lebih lurus dengan pinggang dan biarkan lengan yang cedera menggantung ke bawah. Setelah itu, terapis meminta kamu untuk membuat lingkaran kecil dengan tangan yang searah jarum jam dan berlawanan arah jarum jam.
  • Latihan kekuatan genggaman. Terapis biasanya akan memberi kamu sebuah bola kecil. Kemudian, kamu akan diminta untuk memeras bola dengan tekanan lembut namun merata beberapa kali sehari.
  • Latihan trisep isometrik. Triceps brachii adalah otot di bagian belakang lengan atas yang bertanggung jawab untuk memperpanjang siku. Selama latihan trisep isometrik, kamu meletakkan lengan yang cedera di atas meja dengan siku ditekuk 90 derajat. Kemudian, buat kepalan dan tekan ke atas meja dengan kekuatan lengan dari kepalan ke siku. Lengan kamu mungkin tidak akan bergerak, tetapi otot trisep akan berkontraksi.
  • Latihan rotator cuff. Otot-otot yang membentuk rotator cuff seringkali rusak atau sobek saat tulang selangka patah. Latihan rotasi internal dan eksternal isometrik sering direkomendasikan untuk membangun kembali kekuatan pada manset rotator.
  • Latihan bahu isometrik. Kamu juga dapat diminta melakukan latihan bahu isometrik yang mencakup merebut, menaruh, menyambungkan dan melenturkan menggunakan lengan.

Selama minggu ini, terapis fisik dapat mengatasi cedera jaringan lunak yang mungkin kamu alami, termasuk robekan otot, tarikan atau ketegangan.

Baca Juga: Ketahui Penanganan Pertama Patah Tulang Selangka di Rumah

  1. Minggu 2 hingga 4

Memasuki minggu kedua sampai keempat, terapis fisik akan terus merawat cedera jaringan lunak  dan mengidentifikasi ketidakseimbangan struktural yang disebabkan oleh patah tulang selangka. Berikut ini latihan tambahan selain latihan harian standar sebelumnya, yaitu:

  • Mulai melakukan gerakan merangkak di dinding atau latihan katrol dua kali sehari untuk membangun rentang gerakan bahu. Untuk melakukan merangkak di dinding, cukup naikkan jari-jari ke dinding setinggi yang kamu bisa.
  • Mulai membangun rentang gerakan siku dengan poros yang mudah, menekuk dan meluruskan siku dan pergelangan tangan.
  1. Minggu ke 4 hingga 8

Jika kondisi mulai membaik, terapis akan meningkatkan rentang latihan gerak dan mulai memperkuat latihan. Latihannya mencakup:

  • Melanjutkan berbagai latihan gerakan rotator cuff, tetapi kamu dapat menambahkan sedikit beban. Biarkan rasa sakit menjadi panduan tentang seberapa banyak latihan yang sudah bisa kamu lakukan. Namun, kamu tetap harus menghindari peningkatan bahu, rotasi atau gerakan berlebihan.
  • Kamu sudah dapat memulai latihan rentang bahu yang ditentukan oleh terapis fisik.
  1. Minggu ke 8 hingga 12

Selama fase latihan ini, kamu akan mencoba gerakan penuh ke segala arah. Terapis akan membantu kamu untuk tetap fokus untuk membangun kembali ketahanan otot, dengan memberikan bobot-bobot yang ringan dan pengulangan dengan intensitas yang lebih tinggi.

  1. Minggu ke 12 hingga 16

Jika terapis fisik menyatakan bahwa kondisi kamu sudah jauh lebih baik, ia akan memulai program penguatan yang lebih agresif. Latihan kekuatan akan lebih ditingkatkan dan kamu bisa memulai keterampilan khusus dan olahraga. 

Baca Juga: Patah Tulang Selangka, Kapan Operasi Sebaiknya Dilakukan?

Itulah tujuan latihan-latihan fisik untuk mengatasi tulang selangka. Kalau kamu ingin tahu lebih lanjut mengenai perawatan patah tulang selangka, kamu bisa bertanya ke dokter Halodoc. Melalui aplikasi, kamu dapat menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja.

Referensi :
Verywell Health. Diakses pada 2020. Physical Therapy Exercises for Recovery From a Clavicle Fracture.
Medscape. Diakses pada 2020. Clavicle Fractures Treatment & Management.