• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Penularan Hepatitis E dari Tikus ke Manusia di Hong Kong

Ini Penularan Hepatitis E dari Tikus ke Manusia di Hong Kong

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Halodoc, Jakarta – Baru-baru ini, penduduk Hong Kong dibuat kaget dengan ditemukannya virus hepatitis E pada manusia. Hal yang mengejutkan adalah, virus tersebut diduga ditularkan dari tikus ke manusia. Namun, hingga kini para ilmuwan bingung dan tidak mengetahui bagaimana virus tersebut ditularkan dari tikus. 

Kasus ini awalnya ditemukan pada seorang warga berusia 61 tahun, yang diketahui terinfeksi virus hepatitis E. Dugaan yang diambil, virus ditularkan oleh tikus. Selain itu, tidak ada satupun anggota keluarga dari orang tersebut yang mengalami infeksi sama. Lantas, apa sebenarnya hepatitis E dan bagaimana cara penyakit ini menyerang manusia? 

Hepatitis E dan Cara Penularan pada Manusia 

Sejumlah warga Hong Kong diketahui terinfeksi virus hepatitis E yang ditularkan oleh tikus. Sayangnya, hingga kini belum ada yang tahu bagaimana cara tikus menularkan virus ini kepada manusia. Hepatitis E sendiri merupakan salah satu jenis penyakit hepatitis. 

Gangguan kesehatan yang satu ini merupakan infeksi yang menyerang organ hati. Infeksi hati akut ini berpotensi memicu kondisi yang lebih serius. Hepatitis E disebabkan oleh infeksi virus Hepatitis E (HEV). Secara umum, penularan virus ini berbeda dengan jenis hepatitis lainnya. 

Virus hepatitis E bisa menyebar dan masuk ke dalam tubuh saat seseorang mengonsumsi air atau makanan yang sudah terkontaminasi virus. Selain itu, penularan Hepatitis E juga dapat terjadi melalui transfusi darah dan dari ibu hamil ke janin. Namun, belum pernah diketahui sebelumnya bagaimana penyakit ini bisa ditularkan oleh tikus. 

Terkait kasus penularan hepatitis E di Hong Kong, penelitian masih terus dilakukan untuk mengetahui penyebabnya. Para ilmuwan ingin memastikan, apakah penularan virus hanya dilakukan oleh tikus atau ada kaitan dengan hewan lain. Perlu untuk berhati-hati, sebab jenis infeksi yang satu ini sama sekali tidak boleh dianggap sepele. 

Infeksi dan gejala dari penyakit ini disebabkan oleh HEV (Hepatitis E Virus) dan bisa ditularkan melalui makanan atau air yang sudah terkontaminasi oleh feses pengidap hepatitis E. Selain dari makanan dan minuman, penularan hepatitis E juga bisa terjadi lewat transfusi darah, antara ibu dengan janin jika si ibu terinfeksi serta hubungan intim tanpa pengaman. Jika seseorang terjangkit hepatitis E, orang tersebut akan mengalami infeksi hati akut.

Secara umum, gejala dari penyakit ini akan muncul pada 2–7 minggu setelah virus menginfeksi. Gejala penyakit hepatitis E biasanya akan berlangsung sekitar 2 bulan. Penyakit ini ditandai dengan gejala mata menjadi kuning, urine berubah gelap, nyeri sendi dan perut, pembengkakan hati, hilang nafsu makan, gagal hati akut, mual dan muntah, sering merasa lelah, serta naiknya suhu tubuh alias demam. 

Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, tetapi ada beberapa hal yang bisa meningkatkan risikonya. Risiko penularan virus hepatitis E menjadi lebih tinggi pada orang yang tinggal satu rumah dengan pengidap, pergi ke tempat atau negara yang memiliki kualitas air buruk, tidak menjaga kebersihan, serta tinggal di daerah yang sangat padat penduduk. 

Cari tahu lebih lanjut seputar penyakit hepatitis E dan bagaimana cara virus ini menyerang manusia. Kamu bisa bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc untuk mendapatkan informasi yang akurat. Dokter bisa dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Kamu juga bisa menyampaikan keluhan kesehatan yang dialami dan mendapat rekomendasi pengobatan terbaik. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Web MD. Diakses pada 2020. Hepatitis E 
Livescience. Diakses pada 2020. People are catching hepatitis from rats in Hong Kong. But scientists don't know how.
Healthline. Diakses pada 2020. Hepatitis E. 
CDC. Diakses pada 2020. Hepatitis E.