Penularan Limfogranuloma Venereum yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Penularan Limfogranuloma Venereum yang Perlu Diwaspadai

Halodoc, Jakarta - Limfogranuloma venereum merupakan jenis penyakit menular seksual (PMS) yang terjadi karena infeksi bakteri Chlamydia trachomatis. Penyakit ini bisa terjadi pada area intim, ditandai rasa tidak nyaman dan nyeri pada anus, keputihan atau perdarahan pada anus, perasaan seperti sembelit, padahal sedang tidak mengalaminya. Mereka dengan kondisi ini dapat mengalami demam, kedinginan, penurunan berat badan, dan nyeri pada persendian. 

Sayangnya, masih belum banyak orang yang tahu bagaimana penyakit menular ini terjadi. Tentu saja, ini perlu diwaspadai, karena seringnya gangguan kesehatan ini muncul dan menular tanpa adanya gejala. Simak yuk pada ulasan berikut ini!

Bagaimana Limfogranuloma Venereum Menular?

Infeksi pada anus merupakan jenis infeksi limfogranuloma venereum yang paling umum terjadi pada pasangan yang senang melakukan hubungan intim melalui lubang anus atau seks anal. Jika tidak mendapatkan pengobatan, jaringan parut yang muncul pada anus menyebabkan penyempitan saluran dubur atau bukaan abnormal dari usus hingga ke kulit. 

Baca juga: Ketahui Faktor Risiko yang Tingkatkan Limfogranuloma Venereum

Apabila infeksi terjadi pada area tubuh yang lain, benjolan kecil atau luka akan muncul di lokasi infeksi. Ini biasanya muncul pada Mr. P, mulut, Miss V atau rahim. Lesi ini sembuh setelah beberapa hari dan sering tidak disadari. Selama dua hingga enam minggu ke depan, infeksi menyebar ke kelenjar getah bening pada area panggul dan selangkangan.

Akibatnya, kelenjar getah bening mengalami pembengkakan dan bernanah, menghasilkan abses yang bisa pecah dan terbuka. Pada tahap akhir, infeksi dapat menyebabkan jaringan parut yang luas dan kelainan bentuk pada area tubuh yang terluka. Penularan penyakit ini terjadi melalui kontak langsung dengan lesi, borok, atau area lain yang telah terinfeksi bakteri dan terjadi selama penetrasi seksual (vaginal, oral, maupun anal).

Diagnosis dan Tindakan Pencegahan

Limfogranuloma venereum mungkin sulit didiagnosis, namun biasanya pemeriksaan dilakukan dengan mengetahui temuan klinisnya. Identifikasi langsung bakteri dari lesi atau tempat infeksi dapat dilakukan melalui pengujian bakterinya. Sayangnya, pemeriksaan tersebut tidak selalu memberikan hasil yang pasti.

Baca juga: Awas, Limfogranuloma Venereum Muncul Bersama IMS

Tidak ada vaksin untuk bisa memerangi bakteri tersebut. Penyakit ini dapat diobati dengan antibiotik selama tiga minggu. Khusus untuk pengobatannya pada wanita hamil, jenis antibiotik tertentu yang digunakan untuk penanganan limfogranuloma tidak disarankan untuk dikonsumsi. Tanyakan pada dokter terkait penanganan limfogranuloma venereum pada ibu hamil. 

Tindakan pencegahan yang disarankan dengan menggunakan kondom atau pengaman ketika berhubungan intim, dan pastikan tidak berganti pasangan setiap melakukan hubungan seks. Jika melakukan permainan sebelum penetrasi, gunakan sarung tangan, terutama pada pria. Jika menggunakan mainan atau sex toys, usahakan cucilah terlebih dahulu dengan air sabun. 

Baca juga: Gejala Limfogranuloma Venereum yang Perlu Diwaspadai

Mereka yang terdiagnosis dengan limfogranuloma venereum, baik yang memiliki gejala maupun tidak, harus menahan diri untuk tidak melakukan hubungan intim hingga konsumsi antibiotik selama 3 minggu benar-benar selesai untuk mencegah penularan infeksi pada orang lain. Setelah perawatan selesai pun, hubungan seks tetap harus dihindari sejak tiga bulan terakhir sampai pada pengujian menunjukkan hasil positif untuk menghindari infeksi ulang. 

Jadi, pastikan kamu mengetahui semua gejala dan informasi mengenai penyakit limfogranuloma venereum langsung pada dokter. Supaya lebih mudah, pakai aplikasi Halodoc yang bisa kamu download di ponselmu secara gratis. Lewat layanan Tanya Dokter di aplikasi Halodoc, bertanya apa saja bisa lebih mudah.